
πΈπΈπΈπΈ
Di perjalanan pulang vino melihat sesuatu yang menarik dan berhenti sebentar, setelah membeli yang dia ingin kan vino melajukan kembali mobilnya menuju mansion utama.
Sesampainya di mansion vino di sambut hangat oleh mamanya tidak dengan ica yang menatap vino dengan tanda tanya.
Vino masuk dan naik ke atas untuk membersihkan tubuhnya dan kembali turun dengan pakaian santainya, vino duduk di sebelah ica dan meliriknya sekilas lalu memakan makanannya.
ππππ
Selesai Sarapan ica memilih pergi ke kamarnya dan vino, karena kesal di cuekin vino memilih mengikuti ica ke kamarnya. setelah sampai vino langsung mengunci pintu kamar nya dan membuat ica terkejut.
"kau kenapa hmmm?" tanya vino.
"gw? gw gk kenapa napa, lu kali yang kenapa" jawab ica ketus, vino kesal karena ica kembali menggunakan kata lu gw lalu mencekram tangan ica menghimpit tubuh mungil ica ke tembok.
lalu tanpa aba aba vino mencium brutal bibir ica, karena mendapat perlakuan kasar ica mendorong vino dangan sekuat tenaga, dan berhasil melepaskan pautan mereka.
vino melihat kembali ke arah ica yang sedang mengatur nafasnya, ica juga melihat vino menjadi was was sedangkan vino sudah menyeringai.
"bersiaplah memberi kabar baik kepada mama" ucap vino langsung menarik ica ke ranjang dan menindih nya.
dan terjadilah bla bla bla,,, π€£π€£
ππππ
Disisi lain seseorang sedang diomeli sampai membuatnya harus menjauhkan ponselnya dari telinga karena teriakan di sebrang sana.
"Iya ma,, nanti varo pulang kok,, ada urusan mendadak di sisi" jawab varo mencoba menenangkan.
sedangkan di sofa tidak jauh dari tempat varo berdiri ada seorang wanita yang menatapnya bingung tapi tidak mengatakan apa pun wanita itu memilih dia hingga varo selesai berbicara.
"Freya ada yang ingin kau tanyakan? saya kasih waktu lima menit" ucap varo menuju ke arah freya.
"siapa yang menelfon mu tuan?" tanya freya.
"dia mama saya,, kenapa?" tanya varo lagi.
"tidak tuan saya hanya bertanya" ucap freya cemberut.
"hmmm,, bersiaplah minggu depan kita lepas landas ke Indonesia" ucap varo kembali fokus ke berkas berkasnya.
"hmmm,,, "(belum sadar)
BRAKKKK
"HAH,, APA!! AKU HARUS PERGI JUGA?" teriak freya sambil mengebrak meja, membuat varo terkejut setengah mati.
"Ia kau akan ikut dengan ku,, jadi bersiap siaplah baby" ucap varo dingin sedikit menekan kata kata baby.
"aku tidak mau" ucap freya tetap kekeh tidak ingin ikut.
"aku memaksa,, dan perintah ku tidak bisa di bantah" ucap varo masih dingin.
"huhhh,,, gw benci sama lu" ucap freya melangkah pergi dari ruangan itu. tapi saat ingin keluar freya tidak bisa membuka pintu, kemudian freya langsung menatap varo dan benar saja pria itu tersenyum remeh melihat freya.
"mau kemana baby? pintu itu tidak bisa dibuka sebelum aku mengatakan buka" ucap varo.
ceklek
Varo mengeraskan rahangnya menggerutu karena kebodohan yang dia lakukan. freya terkekeh selama berjalan sampai di lobby freya bertemu kembali dengan Bianca.
Karena melihat lawannya di depan freya berpura pura kesusahan untuk berjalan.
"uhhhgg,, pinggul ku remuk semua, dan pa*ngkal pahaku juga sakit banget" ucap freya sedikit mengeraskan suaranya saat sudah dekat dengan Bianca.
"ck,, ja*lang" ucap Bianca menatap sinis freya.
"waduhh,,, panas banget ya disini,, uhggg kalian tidak menghidupkan pendingin udara ya" ucap freya lagi membuat Bianca panas telinga.
Disisi lain
"hhh,, dia pintar juga" ucap varo melihat tingkah freya yang diluar nalarnya.
"sepertinya ini sudah saatnya" ucap varo.
πΊπΊπΊπΊ
Keesokan harinya...
"emggg,, sudah pagi" ucap ica mengerjabkan matanya.
"oekkk,, oekkk,, " ica lari ke kamar mandi dengan sangat cepat.
Sudah lama ica berada di kamar mandi sampai badannya lemas.
"ada apa sama gw? kenapa tiba tiba gw pengen mual selalu" ucap ica membasuh wajahnya.
"apa jangan jangan,,,," ucap ica terputus karena ada yg mengetuk pintu kamar mandi.
"ica,, lama banget di dalam ngapain aja kamu,, aku juga mau mandi" ucap vino mengetuk pintu kamar mandi.
ica memegang perutnya bingung menjawab pertanyaan vino karena sudah kehabisan tenaga.
"gk,, gw harus rahasiakan ini sampai masalah gw selesai" ucap ica menghirup nafas dan menyetabilkan kondisinya.
klekkk
"lama banget,, kenapa kamu?" tanya vino menatap wajah ica intens.
"gk kenapa napa mandi gih" ucap ica tanpa menatap vino lalu berlaku keluar kamar.
"aneh,, ada sesuatu yang dia sembunyikan dari ku,, aku sudah lama mengenal mu ica" gumam vino lalu masuk kamar mandi.
.
.
.
.
.