I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Naik ke permukaan)



Dretttt,,,,,


"vin,, vino,, g-gawat ica di culik!!" ucap miko dengan bergetar.


"APA!!!dimana dia sekarang cepat kau lacak,, kapan ini terjadi,, aghkkkk" ucap vino frustasi sambil berlari ke luar.


"Sial" umpat vino.


🌼🌼🌼🌼


(di dasar laut)


"bnd,,, perasaanku tidak enak,, biarkan aku naik ke permukaan,, aku akan mencari tau tentang alica dulu baru mencari amyra" ucap Rio gelisah.


"hemmm,, baiklah ini juga hampir dekat dengan ulang tahunnya alica,, sebaiknya temukan dia sebelum menjadi dirinya sendiri" ucap ratu marissa.


"jika sudah ada izin dari bnd Rio akan naik sekarang" ucap gio lagi.


"sebaiknya minumlah ini,,, supaya bisa merubahmu menjadi manusia,, ramuan ini cuma bertahan selama 12 jam, selebihnya kamu akan menjadi dirimu sendiri" ucap ratu marissa memberikan sebuah ramuan.


"aku berangkat bnd" ucap gio meninggalkan singgasana tempat bnd nya duduki.


"semoga alica cepat ditemukan" gumam ratu marissa.


🍁🍁🍁🍁


Di sebuah ruangan yang gelap ica baru saja sadar dari pengaruh obat bius yang diberi oleh penculik itu.


ica melihat ruangan itu samar samar, ruangan yang sudah berlumut dan mungkin tidak lama lagi akan roboh.


"kau sudah bangun?" tanya seseorang.


ica mengerutkan alisnya merasa tidak asing dengan suara itu.


"bagaimana nona,, apakah kau baik baik saja? hahaha" tertawa seorang pria.


"sayang biarkan dia beradabtasi dulu dengan tempat ini karena sebentar lagi dia akan,, fyusss,,, akan pergi, hihihi" cekikikan seorang wanita sambil memperagakan tangannya seperti pesawat yang lepas landas.


"Tara" ya bisa langsung ica tebak kalau suara itu milik kekasih sang suami, yang selalu dibela dan tidak pernah salah dimata nya.


"apa yang lo mau hah,,, kenapa lo nyulik gw!" teriak ica tidak Terima.


tara maju mendekati ica dan memegang dagunya keras mencengkram kuat dagu ica hingga berbekas di wajah mulusnya.


"lo gak bakal bisa pisahin gw sama vino karena,,agkhhh" ucapan ica dipotong oleh tara menarik rambut ica kuat.


"pasti bisa,,, karena vino lebih percaya gw dari pada lo,, gw bisa hasut dia supaya cerai sama lo,, hahaha" ucap tara kembali tertawa.


"ck,, sayang kau bisa mengurusnya? aku ada urusan sebentar" tanya tara melihat jam di tangan nya.


"tentu, kau pergilah aku akan bersenang senang sebentar,," ucap pria itu sambil tersenyum licik ke arah ica.


"oke" jawab tara singkat.


setelah tara keluar dari ruangan itu sekarang sisa ica, pria itu dan beberapa bodyguard yang berdiri di sisi pintu dan jendela untuk berjaga jaga.


"sekarang tinggal kita berdua sayang,, mari kita bersenang senang" ucap pria itu melangkah mendekati ica.


"br*s*k lo,, najis gw pergi gak hah!!" teriak ica melangkah mundur ke belakang dengan posisi duduk.


"hehehe,, kau tidak bisa kemana mana,, tidak ada yang bisa keluar lo dari genggaman gw" ucap pria itu sambil mengelus wajah ica.


"ck,, menyingkir gw gak sudi disini sama bajingan kayak lo,, najis,, ck" ucap ica sambil meludah di sebelah pria itu berdiri.


karena kesal pria itu menarik rambut ica hingga membuatnya berdiri, tanpa aba aba pria itu menampar ica dengan sangat keras dan mengeluarkan darah di sudut bibirnya.


"hahaha,, cuma ini,, rugi lo jadi lucky tapi cemen,,, gw gak ngerasa ada tulang gw yang patah" ucap ica kembali memancing emosi pria itu.


"kau!!" gerang pria itu ingin menampar ica kembali.


Brakkk,,


.


.


.


.


[jangan lupa like, komen & vote**]