
"ck,,, kau menjijikkan" ucap freya menatap varo sinis.
sedangkan varo menjadi tuli tidak mendengarkan sumpah serapa yang dilontarkan freya kepadanya.
15 menit kemudian,,,,,
freya sudah bosan dan mengantuk sesekali kepalanya hampir jatuh karena terlalu mengantuk.
"aaaa,,, varo aku sudah mengantuk" ucap freya sambil merengek ingin bangun tapi di cegah oleh varo.
"tetap lah disini,, aku akan selesai sebentar lagi" ucap varo masih fokus ke arah berkasnya.
"serah jangan salahkan aku jika ketiduran di sini" ucap freya langsung menyenderkan punggungnya di dada bidang varo, karena terlalu mengantuk dalam hitungan detik freya terlelap hingga terdengar suara dengkuran halus di telinga varo.
"dia sudah tertidur rupanya" ucap varo lalu mengangkat tubuh freya sambil tersenyum tipis. varo membawa freya ke dalam kamarnya lalu kembali ke ruangan kerjanya.
ππππ
Vino masuk ke dalam mansion mereka dengan menggendong ica yang sudah ketiduran karena terkena angin malam, Vino membaringkan ica di atas ranjang kamarnya sendiri bukan di kamar ica, entah kenapa dia ingin tidur di sebelah wanita yang berstatus istrinya itu, apa karena takut kehilangan lagi? atau ini salah satu hukuman yang harus ica jalani, Vino tau ica tidak suka tidur seranjang dengannya.
"huh,,, lo suka banget membuat gw khawatir, jadi menurut lah dan jangan buat gw marah kalau lo mau melihat kelembutan gw"ucap Vino sambil mengelus rambut ica dan membaringkan ica di dada bidangnya.
πΈπΈπΈπΈ
Hari ini adalah hari minggu jadi ica ingin berbelanja bahan dapur, saat bangun tadi ica tidak melihat siapapun di kamar berarti Vino sudah pergi pagi pagi.
sebenarnya ica ingin pergi ke pasar dengan Vino tapi Vino tidak ada jadi dia memilih pergi ke swalayan terdekat.
" aku sudah ditinggal sebelum aku bangun,, hufff" kesal ica menghembus anak rambut yang menutupi wajahnya.
tanpa ica sadari dibalik kekesalannya itu memperlihatkan dengan jelas bahwa dia mulai menyukai Vino,,
ica berfikir Vino sudah pergi ke perusahaan ternyata dia salah orang yang membuat ica kesal sedang tersenyum melihat tingkah konyol ica yang sedang kesal kepadanya.
"ternyata dia sudah mulai membuka hatinya buat gw, tapi gw masih ada tara, jadi maaf,,"ucap Vino yang melihat kelakuan ica diruang utama. Vino sedang menyelesaikan pekerjaan kantor di ruangannya yang terletak di ruangan rahasia di kamar nya.
Di sisi lain,,,
"huahhhhh,, tidurku nyenyak sekali" freya menguap dan duduk di atas ranjang dengan mata yang tertutup.
"kau sudah bangun" suara bruton itu jelas mengagetkan freya dan membuka matanya bulat sempurna.
"kau!! apa yang kau lakukan disini?" tanya freya kembali melek karena matanya masih terasa berat.
"aku kesini memintamu untuk melakukan tugasmu" ucap varo sambil memasang jam tangan Breaded [benar gk sih tulisannya?]nya.
"hemm,, aku mengerti,, aku mau membasuh wajah ku dulu" freya bangun dan ingin beranjak tetapi di kembali berteriak melihat pakaiannya yang cuma menggunakan tentop dan celana pendek sepaha,, siapa yang mengganti pakaiannya.
"singkirkan pikiran kotor mu tentang aku, pelayan yang menggantinya semalam karena kau berpakaian seperti di musim dingin" ucap varo tanpa melihat freya, mendengar penjelasan varo freya tertegun kenapa juga dia berfikir varo akan melakukannya.
"lain kali lihat dirimu dulu,, siapa yang mau melihat tubuh mu ini, berfikirlah positif jangan asik nonton p*rno" ucap varo menoel dahi freya sedikit kuat.
freya kembali terkejut dengan perkataan varo barusan, bagaimana dia bisa tau freya menonton p*rno.
"dia kan bigbos pasti dengan mudah tau apa yang aku lihat dan tidak lihat, apa dia juga tau kebiasaan aku mendesah saat tidur?gila kalau dia sampai tau" batin freya menggelengkan kepalanya cepat sambil menutup matanya rapat.
"ba-bagaimana kau tau aku menonton itu?" freya memberanikan diri untuk bertanya.
"itu mudah" Vino mendekatkan dirinya ke freya lalu berkata.
"aku juga tau kebiasaan mu saat tidur baby" ucap varo berbisik lalu pergi dari hadapan freya yang mematung.
"mampus kau freya rahasia yang kau tutupi selama ini diketahui oleh pria dingin nan pemaksa seperti dia,, oh my god bisa gila gw di sini terus" batin freya melihat sekitar nya seakan akan waspada.
sedangkan di luar sama varo tersenyum tipis lalu berangkat ke kantor. kantor ini miliknya sendiri tidak ada campur tangan keluarganya dan ini masih dirahasiakan atau dengan kata lain perusahaan rahasia.
π₯π₯π₯π₯
Brukk
"maaf aku tidak sengaja" ucap ica membantu memungut barang barang orang yang ditabrak oleh nya.
"hmmm tidak apa apa" ucap seseorang pria,ica seperti tidak asing dengan suara ini tapi kapan dia mendengarnya.
"siapa nama mu, perkenalkan nama ku ICA" tanya ica sambil mengulurkan tangannya.
pria itu tersenyum mendengar nama itu.
"RIO" pria itu tersenyum lalu menerima uluran tangan ica.
.
.
.
.
.