I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Pergi)



Waktu makan malam.....


"pa,, ma,, aku mau menanyakan sesuatu" ucap ica di sela makan.


"makan dulu sayang,, nanti kita berbicaranya" jawab Arya.


"baik pa" ucap ica melanjutkan makannya.


Selesai makan ica kembali bertanya kepada papanya dan mamanya membereskan piring piring kotor.


"pa,, siapa Alica?" tanya ica.


deg


"kenapa kau menanyakan itu nak?" tanya Arya


"saat membersihkan ruangan papa,, aku menemukan sebuah kotak yang disebutkan seorang manusia mermaid,, dan namanya Alica?" tanya ica lagi.


Arya menundukkan kepalanya sambil memejamkan matanya karena susah untuk menjawab,, dan sialnya ica sendiri yang menemukan kebenaran yang ia simpan bertahun-tahun.


"apa kau yakin nak mau mendengarnya?" tanya Arya.


"tidak! aku tidak ingin mengetahui ini semua,, tapi kenyataan yang membuatku harus mendengarnya" batin ica.


"ia pa,, aku penasaran dengan siapa manusia mermaid itu" jawab ica.


"tapi papa takut kamu akan pergi nak" ucap Arya lagi dengan sudah menitikkan air matanya.


"papa takut kenapa? apa ini ada hubungannya dengan ku?" ucap ica pura pura terkejut.


"sepertinya sudah waktunya" ucap Arya lesu.


"maaf kan papa sayang,,, papa terpaksa lakuin ini karena takut kehilangan kamu" ucap Arya menatap ica sendu.


Ica hanya diam dan terus menatap papanya untuk mendengar kelanjutan dari ucapan papanya.


"kamu sebenarnya bukan anak kandung kami,, kamu kami temukan di pesisir pantai saat sedang bersantai, nama aslimu adalah Alica dan kamu adalah manusia mermaid" ucap arya lagi sudah mengeluarkan air matanya.


"kenapa papa gak bilang dari dulu,, kalau dulu aku tau,, aku gak akan Terima perjodohan itu papa,, aku akan memilih selalu tinggal sendiri kalau ujung ujungnya aku juga akan pergi" ucap ica sudah terisak.


"kamu ada masalah sama vino?" tanya arya kali ini.


"hmmm,, tapi aku akan pergi,, papa tau kan kalau aku harus pergi saat umurku genap 20 thn,, jadi jangan hentikan aku apapun alasannya,, aku harus kembali kepada keluarga asli ku dan kebaikan kalian yang telah merawat ku,, akan selalu aku ingat selama lamanya,, Terima kasih telah merawat ku dan membesarkan ku selama ini" ucap ica meninggalkan papanya dan masuk ke kamarnya.


Arya mematung mencerna kembali kata kata yang diucapkan ica.


"pergi!?" ulang Arya akan ucapan ica.


Arya bergegas menemui istrinya untuk meminta bantuan dan menghentikan ica, rossa bingung dan minta penjelasan apa yang terjadi kepada ica. akhirnya Arya terpaksa harus menceritakan kebenarannya dan harus kembali menenangkan rossa yang menangis histeris.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Kediaman vino,,,,


Vino pulang dari kerjanya dengan wajah datar dia memasuki mansion itu.


Ceklek


Vino melewati ruangan tengah dan saat sampai di ruang makan vino berhenti sebentar lalu melangkahkan kembali langkahnya menuju lantai atas.


Brakkk


Vino mendobrak kasar kamar ica, vino tertegun saat tidak menemukan keberadaan ica. dia menelusuri kamar nya itu tidak ada tanda tanda kehidupan di kamar itu.


karena lelah vino memilih membersihkan dirinya setelah membersihkan diri vino keluar dengan bertelanjang dada dan berbalut handuk dari pinggang sampai lutut.


Betapa terkejutnya vino saat melihat baju ica hanya tinggal beberapa yang dia beli,, baju lama lama ica sudah tidak ada.


Lirikan mata vino berhenti di sebuah kertas yang dilipat kecil di dalam situ. karena penasaran vino pun membuka dan membacanya.


...~surat~...


Kau sudah pulang ternyata, saat kau membaca surat ini aku sudah tidak ada di mansion ini. kau boleh melakukan apapun sekarang tidak ada yang melarang mu lagi dan jangan lupa ambil amplop di dalam laci dekat jas kerjamu kau akan mengetahui sesuatu setelah melihatnya.


Ica~


*****


setelah membaca surat itu vino masih acuh,, dia masih menganggap itu semua rencana ica untuk menghindar dari kemarahannya.


vino turun ke bawah menuju ke ruang makan sambil membawa amplop yang dimaksud Ica tadi.


Karena sudah terlalu lapar vino langsung menyantap makanan yang sudah terhidang di atas meja, seketika vino bengong dan melihat makanan yang dimakannya dengan intens.


"seperti masakan ica" batin vino.


setelah ngebatin vino melanjutkan aktivitasnya untuk makan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


setelah makan vino ingin beranjak tapi amplop yang vino bawa tadi menyenggol sesuatu yang ternyata juga surat dari ica.


"apa apaan sih tu anak,,,jijik gw main nulis surat surat segala" ucap vino tapi tetap mengambil surat dan amplop itu.


saat ingin membacanya ponselnya berbunyi jadi vino mengurungkan niatnya untuk membaca dan memasukkan surat itu kedalam amplop yang dipegangnya tadi.


Drettt,, drettt,,,


"Hallo"


"lo jangan bercanda sama gw"


"baiklah,gw otw"


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


vino melajukan mobilnya ke suatu tempat dengan kecepatan penuh hanya dengan menggunakan piyama tidurnya saja, karena terburu buru vino ikut membawa amplop tadi yang dilempar ke kursi penumpang dibelakangnya.


"ck,,awas kalian kalau itu semua tidak benar" gumam vino dengan menambah kecepatan laju mobilnya.