I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(........)



"benarkah? tapi kenapa kau menanyakannya kepada ku tadi?" tanya ica lagi.


"aku hanya ingin mengetes kejujuran mu,, tapi kau malah tidak jujur dan mengatakannya telah tiada" jawab Vino kini sudah memberikan tatapan sendu.


"sebenci itukah dirimu pada ku sampai menyembunyikan kebenaran tentang darah daging ku?" tanya Vino dengan mata yang sudah berkaca kaca.


ica yang melihat itu hanya menatap datar Vino lalu menjawab dengan ketus.


"kau lah penyebab aku berbohong, kau sudah meninggal kan kami demi wanita lain, apa aku salah? aku tidak ingin kau mengambil putri ku dari ku, aku takut kau merebutnya dari ku hiks,, hiks" ucap ica sekarang sudah menangis sambil menutup matanya.


Ting,,, ting,,, ting,,,


Air mata ica berubah menjadi mutiara mutiara yang indah dan seketika tangisannya terhenti dan kembali shock dia lupa kalau sekarang dia mermaid sepenuhnya, pandangannya sekarang beralih kepada vino.


Terlihat vino terkejut melihat itu. tidak, sebenarnya dia hanya berpura pura tidak tau, ada sebuah rahasia yang dia sembunyikan dan itu hanya dia dan author yang tau,, hahahaha.


"k-kau!?" ucap vino terbata bata berpura pura shock.


"emmm,, vin aku bisa jelasin ini semua" ucap ica ingin menjelaskan.


"tidak perlu, kau telah membohongi ku?" tanya vino.


"ini bukan seperti yang kau fikirkan" sekarang ica sudah berdiri dari back hup ingin menghampiri vino tapi vino duluan keluar dari kamar mandi.


"ck,, gimana ini,, apa yang harus aku jelaskan" gelisah ica.


Diluar sana


"apa dia percaya? ngomong ngomong akting ku bagus juga" ucap vino sambil memegang dagunya.


Drettttt,,


Pandangan vino beralih ke ponselnya yang bergetar, lalu melihat siapa yang menghubunginya.


"Faro!! d*m,, gw lupa sama mereka" ucap nya sambil mengangkat panggilan itu.


"VINO!!! KAU YA SETELAH BLABLABLABLA BLA BLABLABLA BLABLABLABLAHSUSJSNBSUSKANSJSJJSSNDBGXGCUDIDNDBDHUD" faro berteriak dan memarahi vino.


"hiks,,, telinga gw🥲"batin vino


" sorry bro,,, gw ketemu sama my love😍, jadi lupa kalau gw udh minta kalian ketemuan,, hehehe" ucap vino cengengesan.


"capek memang ngomong sama orang yang lagi kasmaran" ucap Rian di sebrang sana.


"tau tuh dah berjam jam kita tunggu,, malah kenak semprot istri lagi sebelum kesini,,, awas aja lo vin kalau sampai malam ini gw gak dapat jatah😤" kali ini rian yang angkat bicara.


"yaudah deh gw minta maaf,,, apa yang harus gw lakuin supaya kalian maafin gw?" tanya vino pasrah.


Mereka ber tiga saling tatap tatapan lalu tersenyum.


"Kita mau lo penuhin kemauan kita, apa lo bisa?" tantang faro.


"kalian ngeremehin gw? kalian ngeremehin seorang VINO ALEXANDER?" jawab vino penuh kebanggan, tanpa dia sadar ica sudah selesai mandi.


"sedang berbicara dengan siapa dia?" batin ica berfikir sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Baju baju ica masih tersedia di sana bahkan masih rapi tidak ada yang berubah sedikit pun.


"oke, nanti yang kalian inginkan akan kalian dapatkan, kalian tunggu saja, padahal beli sendiri bisa kenapa harus minta ke gw" ucap vino sedikit kesal dengan tingkah temannya itu.


"beli sendiri dengan diberi secara gratis itu beda bro, kalau bisa dapat yang gratis buat apa beli sendiri, ya kan far, mik?" jawab rian.


"lo mah memang serakah kalau pun gw kasih semua kekayaan gw gak bakal puas lo rian, awas aja lo gw doain moga gak dapat jatah hahahahaha" ucap vino lalu menutup sambungan ponselnya.


ica yang mendengar pembicaraan vino dari meja rias cuma geleng geleng kepala, lalu ica membuka laci dan mengambil sebuah botol di dalam sana.


vino yang melihat ica menghampirinya lalu membulat kan matanya melihat apa yang dipegang ica, vino langsung merebut botol itu saat ica ingin membukanya.


"untuk apa ini?" tanya vino.


"aku ingin meminumnya" Jawab ica datar.


"kau tidak akan meminum ini, dan adik untuk celi akan jadi" ucap vino.


"tinggal kita rajin buatnya aja" sambungnya dengan wajah polosnya.


ica mengerutkan dahinya mendengar perkataan vino lalu berdiri dari duduknya.


"Siapa kau mengatur ngatur ku?" tanya ica sambil melipat kedua tangannya di dada.


vino mengepalkan tangannya dan,,,


Bersambung,,,,