
"Jika kau masih dekat dengan pria itu akan aku pastikan besok kau tidak bisa berjalan" bisik riko membuat bulu kuduk ica merinding.
"ck,,, dasar mesum" ucap ica dan pergi dari situ.
"aku tidak bercanda dengan perkataan ku,,, baby!? ucap vino dengan menekan kata kata baby nya.
" huh,, menyebalkan"gumam ica dan berlalu menghilang dari hadapan vino.
*****
pulang kampus,,,,
Ica sudah membereskan semua barang barangnya yang ada di meja tulisnya, dia dan sahabatnya berencana pergi ke pantai sore ini tapi apakah dia diizinkan pergi oleh vino? itu pertanyaan yang ada di dalam pikiran ica saat ini. tapi kalau di pikir pikir vino tidak akan mengizinkannya pergi apa lagi kalau ada riko bersamanya.
"sebaiknya aku pergi tanpa sepengetahuannya saja" rencana ica untuk pergi tanpa sepengetahuan vino benar benar gila bagi teman temannya.
"apa tidak masalah nanti jika ketahuan?" tanya lisa.
"tidak akan terkena masalah jika kita melakukannya dengan hati hati dan tanpa sepengetahuan dia buka?" jawab ica santai dan ikut bersama sahabatnya
Saat di parkiran tanpa sengaja ica dan vino berhadapan dengan cepat vino langsung menanyakan kemana tujuan ica, memang saat itu kampus sudah sunyi hanya tinggal beberapa tapi bukan di situ,, melainkan di taman dan di perpustakaan.
"aku mau ke rumah melda untuk kerja kelompok" ucapnya lalu pergi menuju mobil lisa yang sedari tadi sudah menunggunya. karena tidak puas dengan jawaban ica vino kembali menarik tangan ica.
"jangan pulang kemalaman,, ada suami yang harus di urus di rumah" ucapnya langsung dan pergi meninggalkan ica menuju mobilnya.
ica awalnya tercengang tapi akhirnya dia menyadarkan diri dan masuk ke mobil, teman ica menatapnya terkejut,, "hah,, suami?" benak teman teman ica terkejut.
"apa tadi kami tidak salah dengar?" tanya Mia mewakili temannya.
"jangan dipikirkan,, ayo berangkat sampai kapan kita akan di sini hmmm,, " tanya ica yang duduk di kursi penumpang.
___________
pukul 16:00
Ica sudah bersiap siap dia hanya menggunakan celana jeans pendek sepaha dengan tentop hitam dan blezer panjang. sedangkan teman Ica menggunakan baju panjang dengan belahan paha.
...Baju yang Ica gunakan...
...Baju yang teman teman Ica gunakan...
πππππ
Sesampainya di pantai,,,,
"yeayyyy,,, akhirnya sampai juga" girang lisa.
Ica hanya menggeleng gelang melihatnya sambil tersenyum lalu duduk di kursi yang ada tepi pantai.
beberapa menit kemudian riko pun datang dan melihat Ica yang sedang berjalan jalan di samping pantai pun menyusulnya.
"Alika!!"
"Apa kau bisa mendengar ku?"
deg
karena terlalu lama melamun Ica sampai tidak menyadari keberadaan riko di sebelahnya.
"Ca!?" panggil riko yang menyadari Ica tidak kunjung menjawab panggilannya.
"ha,, h-hai rik,, maaf aku tadi,," jawab Ica tidak tau mau bilang apa.
"kau kenapa sayang?hmm,, "tanya riko sambil menyelipkan rambut Ica yang menutupi wajah cantiknya.
"e-enggak apa apa kok,, hehehe,,oh ia apa sudah lama kamu datang?" tanya Ica mencairkan suasana.
"sudah dari tadi" Jawab riko lalu mengelus rambut Ica lembut.
"ia,, kalau begitu kita ke sana yuk,," ajak Ica antusias mengajak riko menaiki kapal cepat.
"hemmm,, baiklah" jawab riko mengiyakan.
π΄π΄π΄π΄π΄
Byurrrrrr,,,,
"eeh,, eh,, bukan kah itu,, itu?" ucap seseorang itu sambil memikirkan namanya.
"apa apaan sih lo,,, main nyembur air ke wajah tampan gw huh" marah seseorang.
"lo lihat itu dulu habis itu lo protes deh" ucap pria itu masih tidak lepas dari pandangannya.
"siapa sih?" tanya pria itu sambil melihat ke arah dilihat oleh temannya itu.
Brakkkk
"itu kan ica,, kenapa dia bersama pria itu,, siapa pria itu? bukan kah dia sudah menikah dengan vino, tapi kok?" karena gebrakan itu semua yang berada di sekitar mereka pun melihat ke arah mereka.
"ck,, kenapa lo main teriak teriak sih,, kita jadi tontonan org beg*,, " pekik teman nya itu.
"gw harus kasih tau vino" ucap pria yang gebrak meja tadi.
secepat kilat temannya itu menghentikan tindakan temannya itu.
"kita lihat dulu,, kalau udh berlebihan baru kita kasih tau vino" ucap pria itu.
"jadi kita harus gimana?" tanya pria itu
"ikuti saja dia dulu" ucap pria itu.
"baik lah,, ayo,, " ucap pria itu menarik tangan temannya.
.
.
.
.
.
[Author : Jangan lupa like, komen, & vote]