I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Kebenaran + Kesedihan vino)



Setelah sampai ditempat tujuan vino turun dari mobilnya menuju ke dalam sebuah hotel disitu vino bertemu dengan rian, faro, miko tentu saja ada melda dan lisa,, yang bertanya Mia kemana,, dia gak tau soal masalah ica karena mereka gak mau gadis polos itu juga ikut ikutan.


"akhirnya lo datang juga" ucap rian menarik tangan vino untuk mengikutinya.


Sampai didepan sebuah kamar rian sedikit membuka pintu kamar itu, vino ingin memarahi rian yang dengan lancang membuka pintu kamar orang lain tapi seketika dia mematung melihat pemandangan yang membuat dia jatuh sejatuhnya pemandangan yang dikatakan oleh ica dilihat olehnya secara langsung dengan kepala matanya sendiri.


Sakit,,, itu yang dirasakan oleh vino saat ini,, bahkan vino tanpa sadar mengeluarkan air matanya. tara terlihat sangat menikmati aktivitas itu bahkan dia m*des*h kenikmatan.


vino tidak bisa membayangkan apa yang sedang dilihatnya ini hingga kepalanya berdenyut dan butuh penopang untuk membantunya berdiri.


karena kesal vino mendobrak kasar pintu kamar itu dengan kemarahan yang sudah menggebu gebu.


"DIMANA SOPAN SANTUN MU HAH,, INI KAMAR,, TEMPAT PRIVASI SESEORANG,, DASAR KAU BR*NG*EK" teriak pria itu dan ingin memukul vino tapi dengan sigap vino menahan tangan pria itu lebih tepatnya OM sih karena kelihatan sudah berumur lebih tua dari mereka.


"KAU YANG BR*NGSEK PAK TUA" balas vino memukul wajah om itu.


tara hanya berteriak histeris melihat pertengkaran yang terjadi di hadapannya. setelah mengalahkan lawannya vino menatap kearah tara yang sedang menangis sambil menyelimuti tubuhnya. dengan kasar vino menarik selimut itu membuat tara sekarang tidak tertutup apapun.


pintu kamar itu masih terbuka rian dan faro yang melihat kejadian mendadak itu menjadi linglung antara malu dan mau karena ada melda dan lisa di situ.


sedangkan melda dan lisa membulatkan sempurna bola matanya. setelah sadar mereka pergi dari situ.


"bahaya banget ya kalau vino marah,, kalau gw jadi tara lebih baik gw di bunuh dari pada dipermalukan gitu" ucap lisa kepada melda.


"biarin deh,, yang penting tugas kita selesai" ucap melda dan masuk ke dalam life untuk turun ke bawah.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Disisi tara yang sedang menghadapi kemarahan vino sampai shock melihat vino benar benar murka bahkan om om tadi itu sudah berakhir di tangan vino.


"kurang apa aku hah!! katakan tara" bentak vino sambil menjambak rambut tara.


"aghkk,,, sakit vino,, hiks,, lepasss,, ini sangat sakit" berontak tara sambil menangis.


"ini tidak ada bandingannya dengan pengkhianatan kamu kepada ku tara!!!" bentak kembali vino membuat tara diam sambil terisak.


"kenapa kau berkhianat? kenapa tara!!?nyesal aku tidak mempercayai ica,, dia benar aku telah dibutakan oleh omongan manis mu itu, sampai aku lupa mencari kebenaran sebelum bertindak" ucap vino kesal terus menjambak rambut tara dan saat menyebut nama ica dia seketika menyesal telah tidak percaya akan perkataannya dulu.


Vino melepas rambut tara kasar dan memberi peringatan kepada tara setegas tegasnya dan membuat wanita itu kembali menangis.


"Karena kau aku membentak ica,, karena kau aku memukul ica,, dan karena kau aku mengusir ica" ucap vino kembali lesu dan mengingat surat dan amplop yang ica tinggalkan untuknya.


"kalau sampai aku tidak menemukan ica maka kau lah yang bertanggung jawab akan semua ini,,, dan kau akan aku buat menderita selamanya" ancam vino menatap tara tajam dan pergi dari situ dengan sedikit berlari.


Vino dengan cepat masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya kembali ke mansion nya.


Sesampainya ke sana vino mengambil amplop yang berada kursi belakang penumpang lalu masuk ke dalam, Vino duduk di ruangan tengah dengan tangan yang bergetar perlahan tangannya membuka amplop dan yang pertama Vino ambil adalah sebuah flashdisk.


Vino mengambil laptopnya dan memasang flashdisk itu untuk melihat isi filenya. untuk ke dua kalinya vino melihat tara sedang bercu*bu dengan pria lain.


vino mengusap rambutnya kebelakang dengan kasar,, karena frustasi dan setelah itu vino kembali membuka amplop itu yang berisi beberapa foto tara gonta ganti pria untuk melakukan hubungan badan.


dan terakhir surat yang di meja makan tadi vino membuka surat itu dengan teliti dan keningnya berkerut setelah membaca surat itu.


...~surat ke dua~...


"kau sudah makan? pasti sudah, itu masakan terakhir ku untuk mu, kau sudah tau kan kebenarannya? kalau sudah sekarang aku ingin memberikan sebuah kejutan untukmu dan aku minta kau naiklah ke kamar kita di lemari hias ada sebuah surat lagi yang didalamnya terdapat petunjuk kejutan untuk mu.


Ica~


*****


Tanpa berpikir panjang vino melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar mereka, benar adanya surat itu masih melekat di atas meja rias yang di selipkan di antara make up Ica. vino mengambil surat itu dan membacanya.


...~surat petunjuk~...


" hehehe,, sepertinya kau tidak sabaran,, baiklah tidak perlu berlama lama kau buka saja laci di sebelah kiri lemari rias ada sebuah kotak dan surat juga didalamnya,,awas kena serangan jantung wkwkwkwk"


~ica


*****


ica menulis surat seakan tau apa yang akan vino alami, dengan cepat vino membuka laci sebelah kiri seperti yang ica katakan.


terlihat sebuah kota mini berwarna merah dan juga surat, vino perlahan membuka kotak itu, saking takutnya sampai tangannya bergetar saat membuka kotak itu.


Deg


"testpack?"vino cukup bingung dan mengambil testpack itu. betapa terkejutnya vino saat menyadari bahwa testpack itu bergaris dua.



"aku menjadi seorang papa,, aku akan segeran mempunyai anak" girang vino lalu beralih membaca surat nya.


...~surat ke tiga~...


"kau senang? kau akan menjadi seorang papa,, aku sedang mengandung buah hati kita, dan malaikat kecil ini hadir disaat yang tidak tepat,, dia hadir di saat hubungan kita sedang renggang, kau tidak akan bisa bertemu dengan nya itu karena kau sendirilah yang telah mengusirnya dari hidupmu,, sekarang kau bisa nikmati kehidupanmu tanpa ku dan bukan kah ini yang kau ingin kan? kita menikah karena terpaksa karena kita dijodohkan, walaupun kau telah mengatakan bahwa kau 'mencintaiku' tetap saja kau bersama j*lang itu, wanita mana yang mau dimadu? kau tidak memikirkan perasaan ku, kau tidak peka terhadap ku dan kau lebih memilih dia dibanding aku yang berstatus istri sah mu,,hiks,,kau tega vino,,kau tega,,kau manusia terkejam dan tidak mempunyai hati,,hiks,,aku sudah terlanjur kecewa kepadamu vin,, aku pergi untuk selama lamanya, jangan pernah mencari ku, biarkan aku hidup tenang dengan anak ku, kau bisa mencari wanita lain yang kau 'cintai' untuk menjadi ISTRI MU"


'Good bye papa'


Ica~


*****


Vino meremas kuat surat terakhir itu sambil menangis, Vino terus menatap testpack itu sambil menangis. Vino cukup menyesal dan sedih akan tindakannya yang kasar terhadap ica.


Vino menjatuhkan semua barang barang di lemari rias itu sampai tangannya ikut mengeluarkan darah bahkan surat itu juga terkena darahnya.


Vino terduduk lemas di kaki kasur dan terus menangis bagaikan orang yang kehilangan orang yang dicintainya.


"aku tau aku salah,, tapi aku mohon kembalilah ica,, aku memang egois,,biarkan aku egois tapi tolong kembalilah ica aku mohon kembali lah hiks,, kau masih berstatus istri ku aku belum menceraikan mu, aku berjanji akan mencari mu dimana pun kau berada,, hiks,,, ICAAAA!!!!"


_____________


Deg


Ica yang baru saja menuruni taxi merasa jantungnya berdetak sangat kenceng, bahkan dia terdorong kebelakang karena terkejut karena gejala jantung tiba tiba itu.


Seketika ingatannya kembali kepada Vino, matanya mulai berkaca kaca kembali, mengingat papa dari anaknya itu.


"kenapa aku harus kembali mengingat mu, aku sudah mengetahui siapa diriku sebenarnya, tapi kau tidak tau siapa aku sebenarnya, kau tidak perlu tau karena kita sudah tidak ada hubungan lagi" batin Ica mengelus perut ratanya.


Ica berjalan dengan putus asa, perlahan mengeluarkan ponselnya dan mengabari abangnya Rio.


...*Chat*...


^^^"bg Rio"^^^


"ia alica,, kau dimana?"


^^^"aku sudah berada di dekat pantai"^^^


"baiklah,, saat waktunya kau akan bertemu dengan keluarga aslimu, tinggal menunggu tengah malam"


^^^"ia,apa laut itu menyeramkan?"^^^


"kenapa, apa kau takut?"


^^^"ia,, aku takut sama binatang laut"^^^


"nanti kan ada abg Rio yang temani alica"


^^^"hemm,, baiklah, sudah dulu ya"^^^


"oky"


...*Chat off*...


______


Disisi lain,,,,


byurrrrrr


"bu,, bukannya itu ica?apa yang sedang dia lakukan di pantai malam malam begini" ucap seseorang itu.


"gw samperin gk ya" gumam seseorang itu.


"gw samperr,, eh eh,, mana tuh anak kok malah hilang" ucap seseorang itu celingak celinguk.


🍁🍁🍁🍁


pukul 23:15


Vino sudah menyuruh semua orang nya untuk mencari keberadaan ica, bahkan Vino juga menyewa orang orang yang berbakat dalam dunia pencarian orang hilang, Vino bertekat akan mencari ica sampai ke ujung dunia,, dia harus menemukan ica dan juga anaknya.


Varo dan freya sudah berada di sekitaran pantai dimana orang tua ica mengatakan kalau ica adalah mermaid,, cuma varo dan freya yang tau,, rossa dan arya meminta agar mereka menutup mulut.


freya benar benar frustasi, sedangkan varo pusing memikirkan adiknya yang kena amukan masal dari sang papa.