
setelah mendengar dengkuran halus dari vino ica melepaskan diri dari pelukan itu lalu balik membelakangi vino, tiba tiba ica kepikiran celi.
"dimana kamu sayang, mommy khawatir, semoga kamu baik baik saja di mana pun berada"
"maaf mommy lalai menjaga mu" ucapnya lagi dengan suara bergetar lalu memejamkan matanya.
Tanpa ica sadari sedari tadi vino mendengar gumam nya, setelah merasa ica sudah tertidur vino membuka matanya lalu membalikkan posisi ica yang tadi membelakangi nya sekarang berhadapan dengannya.
"maaf,, maaf kan aku ica,, seharusnya aku tidak meninggal kan kalian saat itu,, mungkin ini semua tidak akan terjadi" gumam vino sambil mengelus rambut ica lembut.
"aku berjanji tidak akan mengulangnya lagi" ucapnya lagi lalu mencium pucuk kepala ica lembut dan memeluknya kembali.
Keesokan harinya
Ica dan vino mulai kembali mencari celi, Ica tidak mau istirahat walaupun hanya sebentar. vino terus membujuk Ica supaya ingin beristirahat, dengan cuaca yang sedang ekstrim seperti ini bisa berakibat lebih cepat terserang penyakit.
"Ica, ayo istirahat dulu, nanti kita lanjutkan lagi,, dan juga lagian ada bawahan ku yang terus melakukan pencarian" bujuk vino.
"tidak! kalau kau ingin kau saja yang istirahat, lagian apa peduli mu sudah dari dulu kau tidak menganggap kami, kenapa sekarang kau bersusah susah" ketus Ica dan melangkah pergi menaiki mobilnya.
vino hanya bisa menghela nafas, mau tidak mau dia harus mengikuti Ica takut terjadi sesuatu yang buruk di kondisinya seperti sekarang.
πΈπΈπΈπΈ
Berhari hari hingga berminggu minggu celi tidak juga ditemukan hingga sekarang sudah dua bulan celi menghilang, Ica terus mencari tidak putus asa begitu juga dengan vino.
π¦π¦π¦π¦
"Hahhh,, hahhh,, aku harus pergi sejauh mungkin dari tempat ini,, tapi ini dimana? mommy,, tolong celi" dengan sekuat tenaga celi mencoba melarikan diri hingga berhasil, tapi dia berada dimana? tepat yang sangat rindang banyak pepohonan tetapi masih ada jalan untuk kendaraan lewat.
celi mengikuti jalan itu tapi karena kelelahan berlari celi berhenti dan terduduk di tengah tengah jalan itu, karena terlalu lelah celi tidak menyadari kalau ada sebuah truk besar menuju kearah nya.
tin,, tin, tin,, tin,,,
celi sempat terkejut tetapi karena tubuhnya sudah terlalu lemah badannya tidak bisa lagi menopang tubuhnya untuk berdiri, sekarang celi sudah pasrah dan menutup matanya.
Truk itu semakin mendekat hanya tinggal menghitung mundur saja untuk mengenai tubuh mungil celi.
10
9
8
6
5
4
3
2
1,,,,,
"Aghkkkkk!!,,, huffff,, huffff,,,a-aku masih hidup? s-siapa yang menolong ku" gumam celi dan perlahan membuka matanya.
"kau mencoba melarikan diri lagi dari ku, hemmm?" suara yang sangat dikenal dan suara itu yang membuat celi kembali bergetar.
"le-lepaskan aku hiks,, aku ingin pulang hiks,,, " celi terus memberontak dalam gendongan vero.
"teruslah memberontak karena aku tidak akan pernah melepas mu" jawab vero terus membawa celi pulang.
ββββ
"Hallo"
"sudah dua bulan tapi putri ku tak kunjung kalian temukan, apa gunanya orang sebanyak kalian hahhh!!?" bentak vino karena frustasi putrinya sudah dua bulan menghilang tanpa ada jejak sedikit pun.
"aghkkkk,, sudah lah!" vino langsung mematikan obrolan secara sepihak.
πΉπΉπΉπΉ
Brakkkkk
vero menendang pintu kamar celi lalu melempar celi ke atas ranjang.
"kau sudah terlalu menguji kesabaran ku sekarang kau akan mendapat kan hukuman sayang" ucap vero tersenyum devil lalu pergi dari situ.
sedangkan celi sudah mematung,, beberapa kali dia sudah mencoba melarikan diri tapi selalu gagal.
[jangan lupa like & komen y]