I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Rumah Sendiri)



Era tertawa terbahak bahak melihat sikap Vino yang kesal, era hanya ingin mengatakan bahwa besok pagi mereka harus bangun cepat karena papa(agus) mereka ingin mengatakan sesuatu.


Setelah mengatakan itu era langsung pergi masih dengan gelak tawanya, Vino menutup pintu dengan kesal dan kembali menghampiri ranjang. melihat ica masih menyelimuti dirinya dengan selimut, Vino langsung menyuruh ica memakai baju.


Ica langsung berlari keruangan ganti dan menggunakan piama yang lengannya panjang dan celana panjang walaupun risih ica terpaksa harus memakainya untuk berjaga jaga dari Vino.


Ica keluar dari kamar ganti dan ingin menuju ke sofa tetapi berhenti mendengar perkataan Vino


"mau kemana kau?" ica berhenti melangkah


"ingin tidur lah, mana mungkin aku main basket di jam segini" ucap ica kesal kepada Vino karena tindakannya yang tadi memperlakukannya dengan sesuka hati. membuat dia kesal walaupun dia sudah menjadi istrinya tetap saja harus meminta izin si pemilik tubuh sebelum menyentuhnya.


"Kemarilah" perintah Vino, ica awalnya hanya mematung tetapi setelah Vino menatapnya tajam dia langsung menuju keranjang


"apa yang kau inginkan" tanya ica karena Vino tak kunjung bicara.


"tidurlah disini" baru saja ica ingin membantah sudah di potong oleh Vino


"tidak ada penolakan" akhirnya ica mengalah dan naik keranjang dengan perasaan yang kesal, ica hanya membelakangi Vino dan Vino juga sama tetapi tidak beberapa lama ada tangan kekar yang melingkar di pinggul ica. ica sempat terkejut dengan hal itu tapi lebih mengejutkan lagi saat Vino membenamkan kepalanya di tekuk kepala ica jadi mereka sekarang saling menempel tanpa ada jarak.


_______


Keesokan harinya, ica dan vino sudah siap dan sedang berada di meja makan tepat di hadapan agus, mereka sedang makan bersama tidak ada suara selain dentingan sendok garpu yang berpacu dengan piring.


setelah selesai makan Vino teringat akan kedatangan era yang mengganggunya semalam.


"pah,,, kata mama ada yang ingin dibicarakan? " tanya Vino. agus yang mendengar itu langsung mengatakan yang sebenarnya


"oh ya,, papa ingin bilang kalau kalian akan tinggal pisah bersama kami, kalian akan papa beri rumah sendiri, mobil dan lain lain" ucap agus dan seketika ica yang sedang berbicara dengan era menatap mereka.


"Tapi kenapa pah?" tanya Vino lagi


"agar kalian bisa mandiri" ucap agus memberi alasan.


"jangan lupa cucu buat mama" ucap era yang berhasil membuat ica salah tingkah.


"dan kau akan mulai bekerja di perusahaan papa" ucap agus lagi.


Note: Agus sudah berhenti menjadi bajak laut setelah kelahiran Vino sekarang agus mendirikan perusahaan yang sudah sangat sangat sukses.


"Lah,,, kenapa aku harus berkerja?" tanya Vino karena tidak Terima.


("Anak?") batin mereka serentak, era yang melihat ekspresi anak dan menantunya hanya menahan tawa.


"kalian akan pindah hari ini juga" ucap agus lagi


"secepat ini pah" tanya vino


"ia,, kau harus mulai dari sekarang, kau akan berkerja di perusahaan papah" ucap agus


"emm,, baiklah" ucp vino pasrah


setelah mengemasi barang barang mereka supir pribadi keluarga itu datang dan mengantar mereka ke kediaman baru untuk mereka.


Didalam mobil hanya ada keheningan dan ica merasa sangat canggung, dia terus menatap jalanan dari kaca sebelahnya.


beberapa menit kemudian mereka sampai di kediaman baru mereka, karena vino terbiasa tinggal dalam kemewahan rumah yang diberikan oleh agus masih terlihat sangat mewah.



...(Rumah Vino dan Ica yang baru)...


mereka memasuki rumah itu dan Ica membereskan barang barang mereka, pembantu di rumah itu baru datang dua hari lagi jadi Ica hari melakukan semuanya sendiri sebelum kedatangan ART ke rumah mereka. Di rumah itu terdapat enam kamar tiga di lantai satu tiga dilantai dua sedangkan di lantai tiga ruangan olah raga bar mini dan ruangan kerja, di sudut rumah lantai satu dekat dengan dapur ada perpustakaan mini.


Art tidak menginap di rumah itu mereka cuma dari pagi sampai setelah makan malam setelah itu mereka akan pulang. saat Ica sedang membereskan barang barangnya dan juga vino, Ica mendengar seperti vino berbicara kepada seseorang, karena penasaran Ica pergi bersembunyi di balik pintu dan mendengar pembicaraan mereka.


"iya,, syg, aku sudah sampai"


"aku juga merindukanmu"


"baiklah di tempat biasannya ya"


"I love you too"


"byy,,, muchhh"


Akhirnya panggilan itu berakhir Ica buru buru kembali mengemas pakaiannya yang di tunda tadi ada rasa sesak di dadanya, walaupun tidak dianggap Ica tetaplah istrinya, seketika Ica tersadar ada apa dengan dirinya?


sampai disini dulu ya,, maaf lama up nya😅


jangan lupa like, favorit & vote