
Setelah keduanya bersiap siap mereka langsung menuju ke sebuah taman, wajah celi langsung ceria setelah melihat banyak anak anak yang bermain dia sana.
"mom,, ayo ke sana, apa celi juga bisa main?" tanya anak itu kepada ica.
"pergilah sayang,, tapi jangan jauh jauh ya" jawab ica mencubit pipi celi gemas.
Celi bermain dengan beberapa anak di sana sedangkan ica duduk di kursi taman sambil memainkan ponselnya, hingga dia melihat seseorang.
"siapa itu ya,,, wajahnya sangat familiar bagi ku" ucap ica sambil mengerutkan keningnya.
ica mengejar orang yang dia lihat itu dan ternyata,,,,,
"Riko!?" panggil ica saat sudah memastikan itu siapa.
Merasa namanya di panggil Riko berbalik dan mematung melihat ica berada di depannya.
"ica" lirih riko.
Lalu riko teringat sesuatu dan kembali berbalik membelakangi ica hendak kembali berjalan, tapi ica kembali menghadang riko dengan merentangkan tangannya di depan ica.
"Tunggu!" ucap ica.
"Maaf, aku buru buru" jawab riko langsung pergi dari sana, ica hanya bisa terdiam dia tidak bisa menghentikan riko dan ica juga melihat celi mendekat ke arahnya.
"paman itu siapa mom?" tanya celi menunjuk ke arah riko yang sudah menjauh.
"aaa, i-itu,, dia teman lama mommy sayang" jawab ica lalu menetralkan kembali raut wajahnya.
"mom,, ayo kita pulang saja celi udah capek" ajak celi sambil mengucek ngucek matanya.
Ica langsung menggendong celi dan membawa celi pulang.
ππππ
Setelah menidurkan celi di kamarnya, ica turun dan duduk di ruang TV yang awalnya niat ingin menghibur diri malah melamun sampai dia tidak menyadari kepulangan vino.
"Hai,,,kau melamun sayang?" vino melambaikan tangannya di depan wajah ica membuat sang empu terkejut.
"hah,,, kau sudah pulang? sejak kapan?" bukannya menjawab ica malah balik bertanya.
Vino mengerutkan keningnya lalu duduk di dekat ica yang menatap kosong ke depan.
"kau punya masalah?" tanya vino menatap wajah cantik itu.
Secara bersamaan ica juga melihat ke samping dan untuk beberapa saat mata mereka bertemu dan saling tatap berbicara dari batin ke batin, vino berusaha mencari jawaban dari mata yang indah itu dan ica mencari ke tulusan di mata sendu vino.
Deg
"bukan apa apa,, lupakan saja aku akan menyiapkan makanan malam untuk mu" ucap ica mengalihkan pandangannya dari vino saat menyadari yang sedang dia lakukan.
vino terdiam dan segera naik ke atas untuk membersihkan diri dan kembali turun ke bawah, hal sama terjadi vino melihat ica kembali melamun saat sedang menata meja.
"kau melamun lagi?" kali ini vino berbicara penuh tuntutan.
ica hanya melihat ke arah vino sesaat lalu kembali melakukan aktivitas nya.
"Huuhhff,,, sepertinya kau belum bisa memaafkan ku" vino menghela nafas lalu menepuk beberapa kali bahu ica.
ica melihat ke arah vino merasa kesal karena pria itu terlalu sensitif.
"ini bukan tentang mu dod*l" kesal ica menyentil dahi vino sakin kesal nya.
"auhhh,, kenapa kau menyentil ku?" erang vino mengelus dahinya.
"buruan makan sebelum kembali dingin" ucap ica dan menyajikan makanan ke piring vino layaknya seorang istri yang baik.
"makasih" ucap vino.
"hmmm"
"ouh ya,,, apa celi sudah tidur?" tanya vino pada ica.
"hemm,, sudah setelah pulang dari taman tadi dia tertidur" jawab ica.
"kau sudah makan?" tanya vino lagi.
"sudah" jawab ica singkat.
"bohong!" bantah vino lalu menatap ke arah ica yang berada di sebelahnya.
Ica menatap mata vino yang menatapnya penuh cemas dan perhatian.
*Aku ingin kembali percaya pada mu tapi perbuatan mu selama beberapa tahun terakhir tidak bisa aku lupakan, maaf maaf kan aku, tapi aku akan tetap berusaha agar bisa memaafkan mu*
Ica membatin sambil melihat tatapan mata vino dan vino yang terus mengomel bagi ica hanya angin lalu, tanpa sadar dia tersenyum tipis.
karena terlalu fokus ica tidak menyadari telah menyambut suapan dari vino.
"pintar" ucap vino.
Ica terkejut setelah sadar dari dunia bawahnya.
"emmm,, kalau sudah selesai aku akan membereskan ini dan kau bisa naik ke atas" ucap ica membereskan hidangan di atas meja.
vino hanya menghela nafas dan naik ke atas untuk bersiap siap tidur.
BERSAMBUNG.....
Maaf udh lama gak up syg,,aku sibuk banget maaf yaπβΉοΈ