I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Katak )



✨✨✨


Keesokan harinya vino dan ica sudah berada di mansion utama Era dan Agus sangat senang bahkan orang tua ica juga berada di sana, ica sempat terkejut bisa dilihat dari mimiknya kalau dia sangat merindukan kedua orang tuanya itu.


"ma,, aku sangat merindukan mu" ucap ica langsung memeluk mamanya itu.


"mama juga sangat merindukan mu sayang" ucap rossa sambil mengecup kening ica lembut.


"apa kau tidak merindukan papamu ini" ucap Arya sambil mengerucutkan bibirnya.


"hahaha,,, papa menggemaskan sekali" ucap ica sambil beralih memeluk papa nya.


"ck,, berasa jadi nyamuk gw" batin vino beralih berjalan menuju ke arah sofa ruang keluarga.


Era yang melihat tingkah anaknya berusaha menahan tawanya, vino terlihat sangat lucu saat sedang kesal.


setelah melepas rindunya mereka semua menuju ke taman di sana sudah tersedia dua sofa singel dan dua sofa panjang.


ica terlihat menikmati suasana ini sambil menutup mata ica berjalan menelusuri taman sendirian.


"nona?"


ica terkejut dan melihat asal suara matanya yang indah sekarang tertuju kepada seorang bodyguard yang bertubuh kekar dan panjang.


"ia?" tanya ica menaikan sebelah alisnya.


*woppp🐸*


kini tatapan ica beralih menatap seekor katak yang ingin melompat ke arahnya.


"agkhhhh" teriak ica melompat lompat ketakutan saat katak itu melompat ke arahnya.


semua orang berlarian kearah ica yang ketakutan terutama vino yang hampir terjatuh saking takutnya.


"Apa yang terjadi ica?" tanya vino langsung memeluk ica. bukannya menjawab pertanyaan vino ica malah mempererat pelukannya.


vino hanya mengelus surai rambut ica lembut saat merasa ica sudah lumayan tenang vino kembali bertanya.


"ada apa hmm" tanya vino lagi, sedangkan yang lain hanya menahan tawa melihat kedekatan dan kekhawatiran vino melihat ica dalam masalah.


"i-itu" jawab ica tampa melepas pelukannya hanya menunjuk ke arah katak yang sedang bersantai di pantai eh maksudnya di rerumputan hehehe.


"huhf,, aku pikir kenapa" ucap vino kesal dan melepas pelukannya. vino mendekat ke arah katak itu lalu menendangnya hingga tidak terlihat lagi.


ica memang takut / geli dengan hewan, kecuali hewan peliharaan seperti kucing dan ikan.


"sudah bukan?" tanya vino kesal sambil berkacak pinggang.


"hehehe,, ia makasih vin" jawab ica sambil menggaruk tengkuk kepala nya yang tidak gatal, malu dengan tingkah konyolnya membuat semua orang panik.


☘️☘️☘️


waktu berlalu cepat ica sedang membantu mertuanya memasak di dapur terdengar canda tawa dari mereka yang membuat rumah itu terasa damai.


"ca,,, gimana? ada kabar baik gak?" tanya era yang membuat ica membuat lah matanya sempurna dan menghentikan kegiatan memotong sayuran nya.


"kabar baik apa ma?" tanya ica pura pura tidak tau. dan melanjutkan kegiatannya memotong.


"isss,, mama mau cucu" ucap era terus terang, dia tau kalau menantunya itu tau apa yang dia maksudkan.


deg


"duh mama kok harus terus terang yah,, kan jadi malu gw" batin ica bengong.


ica mencari akal supaya mertuanya ini tidak membahas itu lagi.


"emmm,, itu ma,,, " ucap ica terpotong.


"Hai jeng,,, ada yang bisa di bantu?" tanya rossa memasuki dapur.


"makasih ma,, mama datang tepat waktu"lega ica kembali ke masakannya sambil tersenyum kepada mamanya itu.


"ouhhh ia ma,,, bang varo kemana?" tanya ica yang tidak melihat keberadaan varo.


seketika era menghentikan kegiatannya dan menatap menantunya itu.


"varo selalu gitu nak,, dia selalu menghilang entah kemana tapi nanti dia akan kembali" ucap era dan kembali meletakkan makanan nya.


"kok bisa gitu? kapan bang varo perginya?" tanya ica lagi.


"dua minggu yang lalu" ucap era, ica sedikit tersentak.


"berarti setelah pertengkaran ku dengan vino bang varo perginya" batin ica lalu memilih diam dan melanjutkan kegiatan nya menyusun piring.


"nak,, sudah jam berapa ini? bukankah sudah saatnya pulang kampus?" tanya era.


Vino ke kampus sendirian karena ica tidak diizinkan oleh mertuanya untuk kuliah karena alasan ingin menghabiskan waktunya bersama menantunya ini.


awalnya vino tidak mengizinkannya tapi melihat mamanya yang memohon dan hampir mengeluarkan air mata akhirnya vino mengizinkan ica untuk libur.


"ia sih ma,, tapi kenapa vino belum pulang ya?" tanya ica sambil celingak celinguk melihat ke pintu masuk.


"coba hubungi dia nak,,, suruh dia pulang katakan mama yang menyuruhnya kita makan siang bareng" perintah era kepada ica, dan langsung ica kerjakan.


Tut


"ya hallo" di sebrang sana.


"kau dimana?" tanya ica to the poin.


"aku ada kerjaan dikit, sebentar lagi aku pulang" jawab di sebrang sana lagi.


"cepatlah pulang mama yang menyuruh untuk makan siang bareng" ucap ica lagi.


"hmmm" jawab vino singkat.


🦦🦦🦦


"Gimana sayang?" tanya seseorang.


"mama suruh pulang" jawab vino singkat.


"ihhh,, tapi aku masih merindukanmu(dan uang mu)"


"aku juga merindukan mu,, sudah lama kita tidak bertemu,, kapan ya terakhir kali kita bertemu ra?" tanya vino.


"hmm ia,,, kita terakhir bertemu di saat mengejar ica ke pantai" ucap tara merubah mimiknya menjadi kesal.


karena gemas vino mencium bibir itu sekilas lalu menurunkan tara dari pangkuannya.


"besok kita jalan jalan ke mall" ucap vino.


"benar kah?" tanya tara berbinar.


"hemmm,,, bersiap lah, tapi sekarang aku harus pergi ok,, bay" ucap vino mengelus rambut tara lalu meninggalkan kediaman itu.


"ck,,, kau bodoh sekali akan aku pastikan kau akan menunduk padaku vino" gumam tara licik.


.


.


.


.