
Vero sedikit mundur karena dorongan celi, terlihat diwajahnya bahwa dia sedang menahan kesalnya.
"kau beruntung saat ini kelinci kecil"gumam vero lalu keluar dari ruangan itu.
π±π±π±π±
" APA!! putri ku hilang? kenapa bisa? bukankah aku sudah meminta mu mengawasi mereka"tariak vino frustasi.
"ck,, gk ad guna kalau cuma gini,, berapa lama sudah putri ku hilang?" tanya vino.
"du-dua hari yang lalu tuan" ucap org suruhan vino itu gemetar.
"Aghhhkkk,, sekarang kerahkan semua tenaga kerja kalian lacak dan temukan keberadaan putri ku" perintah vino.
"ba-baik tuan" orang suruhan itu pun undur diri.
Setelah kepergian orang tadi vino menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya dan mengusap hidungnya gelisah.
"kenapa kamu bisa se ceroboh itu ica" gumam vino merasa bersalah.
"ini semua salah ku,, aku yang telah menyebabkan mereka seperti ini jadi aku akan pastikan hal ini tidak akan terjadi lagi" ucap vino lagi mengambil jas nya lalu keluar dari kantornya itu.
"hallo!"
"pergi ke pinggir pantai biasa sekarang, kita bertemu di sama" ucap vino.
π¦π¦π¦π¦
Di pesisir pantai terlihat seorang wanita cantik sedang menanyakan kepada orang orang tentang seorang gadis kecil di sebuah foto.
"permisi,, apa anda melihat gadis ini?" tanya ica
"maaf saya tidak melihatnya nona" jawab seseorang itu.
"baiklah Terima kasih" jawab ica kembali mencari celi.
Matahari saat ini sangatlah terang membuat ica yang sedari tadi terus berada di tempat terbuka merasakan pusing hampir saja dia oleng tapi sebuah tangan kekar menangkapnya dan membawanya ke tempat yg teduh.
"apa yang kau lakukan,, apa kau ingin sakit dengan terus berada di bawah tarik mata hari!?" bentak seseorang kepada ica karena kurang sadar ica tidak jelas melihat siapa yang telah menolongnya dan mengomelinya hingga,,,,
Bughhh
Ica jatuh pingsan dan setelah itu tidak tau apa lagi yang terjadi padanya.
β¨β¨β¨β¨
"Eghkmm,, dimana aku" ica sadar tapi dirinya sudah ada di kamar.
"Tunggu! ini kan? gak,, gak,, gak mungkin kan aku dan,,, " ucapan ica terpotong.
"gak mungkin apa nya? kamu dan siapa?" suara berat itu membuat ica shock setengah mati, hal yang tidak ia inginkan malah terjadi dan parahnya saat putrinya menghilang, oh Tuhan apa yang harus ia lakukan.
"k-kau apa yang kau lakukan di sini" ucap ica memundurkan tubuhnya lihat vino mendekatinya.
"heiii aku ini suami mu bicaralah yang sopan" ucap vino kini sudah ada di depan ica.
"kau bukan lagi suami ku,, kita sudah tidak ada lagi hubungan dari 5thn terakhir" Jawab ica tegas dan jawabannya itu membuat vino geram tapi dia tetap menahan emosinya.
Tau penyebab kemarahan ica adalah dirinya.
"Dimana anak ku?" tanya vino berpura pura tidak tau tentang putri mereka.
Deg
"dia sudah tiada" jawab ica berbohong.
Vino bisa memaklumkan tentang kemarahan ica tapi soal anak mereka,, ica berbohong? sebenci itukah dia kepada vino sampai tidak ingin memberi tau darah dagingnya sendiri?
Vino sangat terkejut dengan jawaban ica dengan paksa vino mencium ica lalu me*umat b*bir ranum itu dengan rakus membuat ica sulit bernafas.
Vino terus menyuduti ica ke sudut ranjang dengan ica yang terus memberontak membuat Vino sedikit kesusahan.
Awalnya niat Vino ciuman itu untuk menenangkan ica yang sedang marah marah itu tapi karena pemberontakan ica seakan akan dia menolaknya dan itu membuat jiwa kejamnya keluar.
tanpa persetujuan dari ica Vino memaksa ica untuk berhubungan,, setelah 5 tahun ini pertama kali ica melakukannya lagi.
Pukul 16:00
Ica terbangun dari tidurnya dan mengerjap kan matanya saat berbalik dia melihat wajah Vino yang tertidur lelap.
"kenapa? kenapa kau kembali? aku sudah mulai bisa terbiasa tanpa mu, tapi kau kembali" gumam ica berkaca kaca.
"karena ini takdir,, kita sudah ditakdirkan untuk selalu bersama sama" jawab Vino perlahan membuka matanya, ica melotot dan terkejut melihat Vino sudah bangun.
"sejak kapan kau bangun?"tanya ica.
" sejak sebelum kamu bangun"jawab Vino tersenyum dan menarik pinggang ica, tapi ica berontak mendorong tubuh Vino.
Setelah terlepas ica bangkit tapi sedikit nyeri di bagian V nya, mungkin karena sudah sekian lama ini baru melakukannya lagi ica jadi teringan permainan panas mereka tadi di sela ringisannya.
"kenapa miliknya jadi tambah besar,, dan apa yang aku pikirkan ini" batin ica tersenyum lalu malah bergelut dengan pikirannya.
Hap
"apa senyum senyum mau lagi? mau berapa ronde 5,10,15?" tanya Vino tersenyum nakal sambil menggendong ica.
Plakk
"sembarangan kalau ngomong" ujar ica kesal.
"ayo kita buat celi adek" manja Vino dengan wajah memelas dan polos.
Ica terkejut dari mana Vino tau celi adalah anak mereka, lalu ica menatap Vino meminta penjelasan saat sudah di duduk kan di back hup (betul gk sih tulisannya).
"Dari mana kau tau nama anak kita celi?" tanya ica.
"itu dari,, ehhh,, kau panggil kita? wahhh,, kau sudah memaafkan ku?" bukannya menjawab Vino malah menanyakan pertanyaan lagi.
"jawab dulu pertanyaan ku" kesal ica.
"sudah lama" jawab Vino santai.
"benarkah? tapi kenapa kau menanyakannya kepada ku tadi?" tanya ica lagi.
"aku hanya ingin mengetes kejujuran mu,, tapi kau malah tidak jujur dan mengatakannya telah tiada" jawab Vino kini sudah memberikan tatapan sendu.
"sebenci itukah dirimu pada ku sampai menyembunyikan kebenaran tentang darah daging ku?" tanya Vino dengan mata yang sudah berkaca kaca.
ica yang melihat itu hanya menatap datar Vino lalu menjawab dengan ketus.
"kau lah penyebab aku berbohong,kau,,,,
Bersambung,,,,