
"hallo tuan,, kami sudah menemukan lokasi putri anda, sekarang kami berada di depan mansion itu, ternyata harus menyelusuri sebuah hutan yang lebat baru bisa menemukan lokasinya" lapor orang suruhan vino.
"baik kerja yang bagus,, kami akan menyusul" balas vino lalu mematikan secara sepihak.
"ica,, celi telah ditemukan" ucap vino kegirangan.
"benarkah? ayo kita kesana,, aku sangat merindukan putri ku itu" ica terlihat lebih kegirangan dari pada vino, lalu mereka langsung pergi ke tempat celi berada.
ππππ
Sesampainya di sana ica dan vino langsung memasuki sebuah mansion, sedang terjadi pertempuran disitu hingga keluarlah seorang anak laki laki yang berumur sekitaran 10 tahun.
"haii kalian!!siapa yang mengutus kalian untuk kesini hahh!?" ucap anak itu yang tak lain adalah Vero.
"berani sekali anak itu,,, siapa dia? dan bukannya terlalu berbahaya anak sekecil itu terlibat kedalam penyerangan seperti ini? dimana orang tuanya pasti mereka yang telah menyekap putri ku" batin vino.
"vino, ayok kita lihat celi" ucapan ica menyadarkan vino yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"hmm,, ayok" jawab vino membawa ica untuk masuk ke dalam halaman mansion itu dimana terjadinya pertempuran itu.
"wae,, siapa itu? kalau dilihat mereka mirip celi,, apa mereka orang tuanya dan datang ke sini untuk membawa celi?" batin vero memperhatikan vino dan ica.
"dimana celi vin?" tanya ica mengedarkan pandangannya ke sekitar.
"MOMMY!!!" teriak celi dari dalam mansion itu dan berlari keluar ingin pergi ke arah ica.
Hap
Tangan celi ditahan oleh vero dan membuatnya tidak bisa keluar dari sana, dan hal itu juga yang membuat ica dan vino terkejut.
"lepas!!" teriak celi.
"kau mau kemana hmmm" vero membawa celi ke dalam dekapannya dan ingin membawa celi kembali ke dalam.
"siapa kau? kenapa bisa anak sekecil dirimu menjadi seorang penculik,, lepaskan putri ku, kau kembalilah kepada orang tuamu" ucap vino membuat langkah vero terhenti dan membalikkan badannya, tangannya yang tadi menggenggam tangan celi sekarang melepaskannya.
"putri ku? apa dia daddy ku?" batin celi melihat ke arah vino.
"dia sudah bersama ku maka dia menjadi milik ku, dan kau meminta ak untuk kembali ke orang tua ku,, ha,, hahahaha,, orang tau mana yang kau maksud, orang tua yang membuang anak nya sendiri karena malu memiliki anak seperti ku, aku tidak setampan anak mereka yang lainnya apa mereka pantas disebut sebagai orang tua? aku hidup sendiri selama ini, selama 3 tahun aku bertahan sendirian tanpa kasih sayang orang tua, tanpa ada teman yang mau bermain dengan ku, apa aku salah ingin berteman dengan putri mu?" ucap vero panjang lebar.
"dan untuk mansion ini,, kalau aku tidak diangkat oleh seorang pengusaha besar di kota ini dan menjadikan aku sebagai anak yang kuat dan pemberani aku tidak akan menjadi anak seperti yang kalian lihat saat ini" lanjut nya dan mengenang mendiang ayah angkatnya.
mereka yang berada di sana hanya mendengar penjelasan vero, bodyguard ayah angkat vero tau gimana perjuangan anak itu, mereka bisa melihat perubahan pada sifatnya.
"perusahaan besar? siapa yang memiliki perusahan besar selain diri ku?" batin vino yang mendengar keluh kesah anak itu.
"celi sekarang menjadi milik ku karena milik ku hanya milik ku,, tidak akan aku biarkan siapa pun membawanya termasuk kalian" ucap vero lagi.
"dia putri ku,, dia harus kembali kepada ku" ica angkat bicara saat anak itu seenaknya mengakui celi sebagai miliknya, dia pikir anak mereka barang yang bisa dijadikan hal milik.
Celi yang melihat vero lengah dan terus beradu mulut mencari cara untuk bisa bersama orang tuanya kembali.
vino melihat gerak gerik putrinya dan tersenyum di dalam hati bangga dengan putrinya yang cerdas seperti dirinya.
"putri ku memang sama seperti ku,, dia sangat cerdas hehehehe" batin vino.
Sekarang vino ikut berdebat membantu ica supaya vero lengah dan celi bisa kembali kepada mereka.
saat menyadari celi sudah tidak berada di sebelahnya baru dia sadar kalau anak itu diam diam kabur dan pergi ke tempat orang tuanya.
"CELI!!!" celi yang mendengar teriakan itu terkejut dan melihat vero, tapi dia langsung memeluk ica karena tidak berani menatap mata tajam yang diberikan vero.
"mommy,,, " gumam celi lirih dan ica memeluk putrinya itu dengan kuat.