
Plakkkk
Niat varo ingin membuat kejutan malah dirinya yang dibuat terkejut.
"VINO!!"
Varo yang baru saja pulang melihat pemandangan yang sama saat pertama kali dia pergi lari ke arah vino dan freya ikut lari menghampiri ica yang sudah terisak dan tersungkur karena tamparan Vino.
Bugkk
Varo melayangkan satu pukulan ke wajah adiknya itu dan membawanya menjauh dari ica, dan varo meminta freya membawa ica ke dalam tapi bukannya mendengar tapi malah dia naik pitam.
"freya kau bawa ica ke dalam" ucap varo kepada freya.
"ck,, kau dasar bren*sek,, berani angkat tangan ke arah perempuan,, benar benar kau ya,, " ucap freya marah dan ingin meninju vino tapi di tahan oleh ica dan teriakan varo.
"kau tidak mendengar apa yang aku katakan,,, bawa dia masuk!!" tariak varo.
Freya yang tidak mau membuat varo tambah murka memapah tubuh ica, tapi langkahnya terhenti mendengar perkataan vino.
"heh,, siapa kau berani ikut campur dalam masalah ku,,, oh,, kau datang bersama bang varo,, apa kau simpanannya?" kata kata itu lolos dari vino yang sudah dipegangi kerah bajunya oleh sang abang.
varo benar benar sudah kehilangan kesabaran, freya berbalik dan berjalan ke arah vino.
Bugkkk
"coba kau katakan sekali lagi,,, kau benar benar menguji kesabaran ku ya" marah freya mengambil alih cengkraman varo.
Varo dan ica yang menonton di buat tercengang plus shock, keberanian freya patut di beri jempol,, tidak tidak,, dua jempol untuk freya.
"auwhhh,,, kau dapat dari mana algojo ini bang,,, bisa rusak wajah tampan gw,,, lo itu siapa sih,,, datang datang main pukul orang,, jangan ikut campur dalam masalah keluarga gw" kesal vino dan mendorong freya, untung varo sigap dan menahan freya agar tidak jatuh.
"sebaiknya kau bawa ica kedalam dulu biar dia aku yang urus" ucap varo lagi kepada freya kali ini dengan lembut,, apa karena tidak ingin membuat keributan lagi,, atau karena takut terhadap kemarahan freya,, hehehe,, ciri ciri suami takut istriðŸ¤.
"ya,, ya,, kau bawa aja j*lang itu,, aku sudah muak melihat nya" usir vino.
kali ini freya tidak menghiraukan nya dia memilih membawa masuk ica yang sudah shock dan kacau karena menangis.
tinggal lah varo dan vino mereka saling diam hingga varo angkat bicara.
"ada apa lagi?" tanya varo dingin tapi tegas.
"bukan urusan mu,, lagi pula ini kehidupan ku,, kau urus aja tuh algojo" ucap vino kesal dan melangkah pergi.
varo tidak menghentikannya dia memilih masuk ke mansion vino dan ica dan menemui perempuan perempuan itu di sana.
saat menuju ke dalam varo sempat menghubungi dokter ke mansion vino untuk mengecek ica, karena keadaannya sangat mengkhawatirkan.
"gimana keadaannya dok,, dia gk kena mental kan?" tanya varo.
"aghkkkk" gerang varo saat freya menginjak kakinya.
"kalau ngomong itu di saring" bisik freya menatap tajam varo.
"vino benar,,, gw ajak asisten pribadi atau ALGOJO sih?" batin varo meringis kesakitan.
"hehehe,,, tuan dan nona sangat serasi" ucap dokter itu.
"lo pikir gw tertarik sama algojo" ucap varo ikut menatap sinis.
"siapa yang lo panggil algojo?" tanya freya maju ke arah varo.
"ya lo lah siapa lagi?" jawab varo santai.
"ouh,,,, kalau begitu algojo ini mau kembali pulang" ucap freya ingin melangkah ke arah pintu tapi varo langsung menarik pinggul freya ke pelukannya.
"dok tolong jelaskan kondisi nya saja" ucap varo datar dengan terus memeluk freya.
"Lepas!!" kesal freya melepas kasar tangan kekar varo.
"pufsss,, kalian berjodoh,, sama sama konyol" ucap ica yang menyaksikan drama sepasang kekasih dari tadi.
"itu tidak akan pernah terjadi" ucap varo dan freya bersamaan.
"hahaha,,, kompak banget,, bener bener berjodoh" tawa ica lepas.
varo dan freya hanya melempar tatapan tajam satu sama lain.
sedang kan dokter yang sedari tadi ingin bicara tidak pernah selesai.
"nona ica baik baik saja termasuk janinnya" ucap dokter itu.
"oooo,,, HAH JANIN!!?" teriak varo dan freya bersamaan.
ica diam mematung mendengar jawaban dokter,, dan dia dalam masalah besar sekarang,, ica harus meminta bantuan varo dan freya untuk merahasiakan ini semua.
Varo menatap penuh pertanyaan dan menuntut penjelasan dari ica, sedang kan freya yang tidak tau apa apa hanya menatap varo dan ica bergantian.
"jelaskan!" ucap varo tegas.
🌺🌺🌺🌺
"ck,,, gw benci sama lo ica,, udh dua kali lo buat gw kecewa lo selalu nyalahin tara padahal itu semua kesalahan lo,,, ck,,, kesal gw" ucap vino sesekali memukul stir kemudi.
tring,,, tring,,,,
ponsel vino berbunyi tanda ada yang menghubunginya dan dia menepikan mobilnya.
"ya hallo sayang"
"maaf ya,, hari ini aku sibuk"
"nanti aku usahain"
"ok,,, kamu jangan sedih ya"
"nanti aku kabari lagi"
Tuttt,,
selesai mematikan panggilan itu vino melajukan kembali mobilnya menuju ke suatu tempat.