
"itu yang aku lihat" ucap vino sendu.
"emmm,, gw gak bisa bantu banyak gw cuma bisa bantu sebisa gw saja" ucap freya.
"kau mau membantu ku kan?" tanya vino menghapus sisa air matanya.
"gw gak bisa bantu banyak" jawab freya.
"kalau gitu kita coba lacak titik terang keberadaan ica" ucap faro.
"ayo!!" teriak ke tiganya.
"hah,,, a-apa,, huammm" latah rian terbangun dari tidur.
mereka bertiga juga ikutan terkejut lalu saling menatap dan,,,
"HAHAHAHAHA" tawa ketiganya pecah.
ππππ
"boleh aku masuk bik?" tanya ica mengetuk kamar marissa.
"masuklah" jawab marissa.
"ada apa bibik memanggil ku?" tanya ica.
"duduklah,, bibik ingin menanyakan sesuatu kepada mu" ucap marissa.
ica pun duduk dan sedikit bingung dengan sikap bibik nya itu.
"bik,, aku ingin menanyakan sesuatu apa boleh?" tanya ica.
"boleh silahkan" ucap marissa duduk di hadapan ica.
"bang Rio udah lama gak nampak,, dia kemana?" tanya ica.
"rio sedang pergi dia akan kembali beberapa bulan lagi tapi tidak sendiri" jawab marissa.
"maksudnya?" tanya ica bingung.
"kau akan tau nanti di saat yang tepat" jawab marissa sambil tersenyum hangat.
"ohh ia bibik ingin mengatakan apa kepada ku?" tanya ica lagi.
"aku sampai lupa,, sekarang kau sudah dewasa dan bisa diberi tanggung jawaban jadi kau akan di lantik menjadi ratu baru di Kerajaan pegasus ini" ucap marissa membuat ica menganga.
"a-apa aku jadi ratu? kenapa aku bik?" tanya marissa.
"karena kau anak sulung dari adik ku,, jadi kaulah yang menggantikan posisinya" jawab marissa tersenyum manis.
"satu minggu lagi kau akan dilantik sebagai ratu secara resmi" ucap marissa lagi.
"kenapa mendadak sekali,, aku kan belum siap bik" terkejut ica.
"Amyra kan ada? aku tidak siapa memimpin Kerajaan sebesar ini bik" ucap ica mencoba membujuk bibik nya.
"tidak ada tapi tapian,, amyra masih kecil jadi aku belum yakin dia bisa memimpin Kerajaan sebesar ini" jawab marissa tegas.
"emmm,, baiklah bik" jawab ica mengalah.
ππππ
Hari demi hari berlalu, vino dan kawan kawan terus melakukan pencarian hingga tiba dimana hari ini mereka tau dimana letak ica, dan bisa melihat rupa ica.
"Cantik" vino
"So Seksi" faro
"menggiurkan" rian.
Plakkk
"jaga matamuπ" ucap freya melihat tiga tingkah buaya laut itu. bahkan buaya laut lebih mengerikan dari pada buaya daratπ.
"aduhhh,,, sakit njirrr" ucap rian mengelus kepalanya yang di geplak oleh freya.
"ingat istri sama anak dirumah" ucap faro memukul pundak rian.
"lo juga sama kali" ucap freya beralih menatap faro.
"gw gk ya,, cuma bilang So seksi" jawab faro mengelak.
"sama aja go*lok" ujar rian kesal.
"hehh,, yang jelas dia istri gw" ucap vino yang pandangannya tidak lepas dari ica yang sedang berenang mengitari terumbu karang yang indah.
mereka bertiga langsung menatap vino jengah dan malah tertawa setelahnya.
"awas ngiler mu tumpah" ucap rian mengerjai vino, vino yang reflek pun mengelap sudut bibirnya yang tidak ada apa apa.
karena kesal vino memberi tatapan tajam kepada rian.
"gw bunuh juga lu ya" ucap vino kesal tapi kesalnya hilang saat alat pendeteksi itu memberi sinyal keberadaan selain ica di layar.
"ehh,, ehh,, itu ada anak perempuan kecil,, imut banget" ucap rian antusias.
"kita tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan, dan sepertinya anak kecil itu dekat dengan ica,, apa mungkin dia,,,,
[ππππππ ππ¦π‘π ππππ, ππ πππ & ππ π₯π πͺπ,, ππππ£ ππ¦π₯ππ π£ πππππ π€πππππππ₯ π¦π‘ ππͺπ,, ππͺπ ππͺeπ]
...(RIAN)...
.......