
Rossa sangat takut untuk mengatakan hal itu lantaran ia begitu lancang menyuruh tuan agus pergi
"baiklah saya akan kembali nanti malam" agus lun pamit dan pulang ke rumahnya, rossa mengantar agus sampai depan teras rumahnya
"ma,, aku mau pergi bareng teman" izin ica sambil menyalim dan mengecup pipi mamanya itu
"ia berhati hatilah jangan pulang kemalaman karena tuan agus akan kembali lagi nanti malam" ucap mamanya sambil mengelus rambut ica
"kenapa tuan agus datang kesini ma, ini tidak biasanya" tanya ica
"entah,,, nanti malam kita akan tau apa tujuan tuan agus kemari" ucap Rossa juga ikut bingung
***Di dasar laut***\*
"bunda kenapa sampai sekarang adik adikku belum ditemukan?" tanya Rio yang sangat ingin bertemu dengan Alica/ica dan Amyra
"bunda juga tidak tau sayang" ucap Marissa ikut merasa sedih
"tapi kau tenang saja saat mereka berumur dua puluh tahun mereka akan tau siapa diri mereka sebenarnya" ucap Marissa lagi
Rio sekarang sudah berumur dua puluh lima tahun, Rio meninggalkan bundanya yang gelisah memikirkan gimana cara menemukan putri putri adik nya itu
\*\*\*
Matahari telah terbenam papa ica telah kembali bersamaan ica pulang dari pergi bersama sahabatnya, Rossa pun menceritakan tentang kejadian tadi siang saat pak agus datang kerumah ingin bicara dengan suaminya
**20:00**
Tok,,, tok,, tok
Ica membuka pintu rumahnya terlihat pak agus di balik pintu ica menyuruh pak agus masuk dan memanggil ke dua orang tuanya
"pa,, ma,, ada pak agus di luar" panggil ica
Agus menunggu di ruangan tamu dan tidak berapa lama Arya dan Rossa datang menemuinya, Arya duduk di depan pak agus dan bertanya apa yang ingin beliau sampaikan
sedangkan Rossa pergi ke dapur untuk mengambil teh dan makanan ringan
"kedatangan saya ke sini ingin membicarakan soal putri anda ica, terus terang saja saya menyukai putri anda itu" ucap agus tanpa basa basi
"(firasatku tidak enak)" batin Rossa saat baru saja keluar dari dapur
"emm,, jadi kedatangan anda kesini dalam rangka apa tuan" tanya pak arya
"saya menyukai putri anda ica jadi saya merencanakan ingin menjodohkan putri anda dengan anak saya vino"
**BRUUUUK**,,,
Ica terbentur dengan pintu setelah mendengar perkataan pak agus, ica berencana ingin keluar kamar untuk mengambil air minum tetapi karena mendengar itu dia terkejut dan terbentur pintu saat ingin membukanya
Arya dan Rossa yang melihat itu sontak kaget dan khawatir
"kau tidak apa apa sayang" tanya Rossa
"tidak ma,, aku baik baik aja" ucap ica sambil tersenyum kecut
Ica melirik kearah agus lalu kembali menatap orang tuanya, dia benar benar tidak menyukai anak pak agus itu karena sifat manja dan sombongnya itu membuat Ica jengkel dan kesal
"jadi karena Ica sudah ada di sini gimana jawabannya?" tanya agus tegas
"maaf tuan boleh beri kami sedikit waktu" tanya Rossa
terlihat pak agus menghela nafas dan meminta berbicara empat mata dengan Arya
akhirnya agus dan Arya pergi ke teras luar untuk berbicara sedangkan Rossa membawa Ica kedalam kamarnya, tampak Ica menangis tidak ingin dijodohkan
"ma,, aku tidak ingin dijodohkan dengan anak pak agus itu,, dia sangat sombong dan kasar terhadap wanita" ucap Ica sambil menangis
"nanti kita bicarakan ini dengan papamu" bujuk Rossa agar Ica tenang