I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Perusahaan)



"hah,,, sayang?bukannya dia pacaran sama vino ca?" tanya melda.


"ia,,, ada apa ini sebenarnya?" ica terus memantau hingga tara dan pria itu keluar.


"aku harus memberi tau vino" ucap ica bergegas ingin pulang.


"Tunggu" halang melda.


"apa lo pikir vino akan percaya,, dia lebih percaya sama pacarnya dibanding lo, nanti tara pasti akan berakting seolah olah difitnah" ucap melda lagi.


Ica terdiam sejenak memikirkan yang dikatakan melda, setelah lama berfikir ica kembali menatap melda.


"walaupun begitu vino berhak tau,, mau dia percaya maupun tidak" ucap ica lalu pergi meninggalkan melda dan lisa.


"dia sangat keras kepala" ucap melda


"ayok kita susul,, gw khawatir sama dia" ucap lisa sambil menarik tangan melda.


"ehh,,, kau ini sama saja dengan ica" kesal melda karena ditarik.


🍁🍁🍁🍁🍁


Vino Grup,,,,


"tuan,, ada nyonya" ucap sekretaris vino.


"ica? ngapain dia kesini?" batin vino.


"izinkan nyonya masuk" ucap vino.


saat ica masuk,, ada rasa sungkan karena untuk pertama kalinya dia ke perusahaan suaminya.


"duduklah,,ada apa kesini?" ucap vino sambil menuntun ica duduk di sofa.


melihat perhatian vino ada rasa ragu untuk mengatakan hal tentang tara,, ica tidak mau merusak mood vino hanya gara gara kecurigaannya.


"kenapa kau ke sini hmm?" tanya vino.


"emangnya aku gak bisa ke perusahaan suamiku sendiri? apa cuma tara yang bisa ke sini" ketus ica.


Vino hanya terkekeh melihat kecemburuan ica,, menurutnya itu sangat menggemaskan.


"kau cemburu hmmm?" tanya vino sambil menaikkan alisnya sebelah.


"a-ani aku ke sini hanya ingin melihat perusahaan saja" ucap ica ingin berdiri lupakan tujuannya untuk mengatakan tentang tara.


"no,, no,, tidak semudah itu" ucap vino.


Perlahan vino mendekatkan wajahnya dengan ica dan,,,


Tok,, Tok,, Tok,,,


"Tuan,,, ad,,, ehhh maaf kan ke lancangan saya tuan" ucap sekretaris nya itu.


Vino agak kesal tapi melihat tawa ica membuatnya menahan diri.


"ouh,, tidak apa apa kok,, saya permisi dulu" ucap ica berlalu dari sana.


"ck,, kau mengacaukan nya" ucap vino kesal.


"maaf kan saya tuan" ucap sekretaris nya itu.


"gak ada guna,,apa yang ingin kamu katakan tadi?" tanya vino.


"ada rapat 10 menit lagi tuan" ucap sekretaris itu sambil menunduk.


"hmmm pergilah" ucap vino dingin.


"yakkk,,, sampai lupa aku tujuan datang ke perusahaan" kesal ica di mansion.


Dretttt,,,,,,


"ya hallo"


"gw di rumah"


"siapa juga yang suruh"


"ck,, serasa mau pecah telinga gw"


"ia,, ia maap,, maap,, huhhfff" ucapnya sambil menghembuskan nafasnya pelan.


Tuttt,,,,,


"Gini amat gw punya beastie" ketus ica.


"hmmm,, bosan,, gw masak aja kali ya" ica berjalan menuju dapur.


Selesai dengan memasak ica menyajikannya di meja makan dengan teliti,,, saking teliti nya sampai tidak menyadari kepulangan vino.


"Apa yang sedang kau lakukan?"tanya vino.


"aghkkk,,, mengejutkan saja,, aku hanya memasak untuk makan malam" ucap ica sambil mengelus dadanya.


"hmmm,, aku ke atas dulu" ucap vino sambil membuka satu per satu kancing baju kemeja nya.


Setelah menunggu sekitaran 15 menit vino kembali turun dan duduk di kursi berhadapan dengan ica.


"bagaimana?" tanya ica.


"apanya?" tanya vino.


"ck,, gak peka banget sih,, makanannya gimana?" ucap ica ketus.


"ouh,,, lumayan" jawab vino enteng.


"lumayan apanya kau menghabiskan satu mangkuk sendiri" kesal ica tidak Terima dengan jawaban vino yang mengatakan (Lumayan) untuk masakannya.


"hmmm,,,, aku cuma terlalu lapar kali ini" elak vino.


"ck,,,malah tidak mau ngaku" balas ica.


Selesai makan mereka menuju ke kamar masing masing.



🌼🌼🌼🌼🌼


**plakkk,,,,,


.


.


.


.


.


[π•π•’π•Ÿπ•˜π•’π•Ÿ 𝕝𝕦𝕑𝕒 π•π•šπ•œπ•–, π•œπ• π•žπ•–π•Ÿ,&𝕧𝕠π•₯𝕖 π•ͺ𝕒 𝕓π•ͺ**]