
"ica!! buatkan aku makanan,, aku lapar"teriak vino dari dalam kamar.
(....)
" kemana dia?,, ca dimana lo,,, gw laper buatin makanan cepetan"teriak vino lagi dan melanjutkan aktifnya melihat file yang dikirim oleh sekretaris nya.
tapi tak kunjung ica menjawab, akhirnya vino menunggu dia fikir ica masih kesal kepadanya makanya tidak menjawab perkataannya.
25 menit kemudian,,,
sudah 25 menit vino menunggu tapi tidak ad tanda tanda keberadaan ica, akhirnya vino memutuskan untuk keluar, dia kembali memanggil ica tapi tetap tidak ad jawabannya. vino lumayan panik dia sampai menghubungi Rean dan Faro, bukannya lega dia sekarang menjadi marah besar dengan cepat dia mengambil jaket kulit berkilat nya itu dan menaiki motor besar kesayangannya.
"kau bermain main dengan ku ica,, kau tidak akan lepas dari ku walau satu centi pun dari ku setelah ini" ucap vino sambil ngebut menyelip semua kendaraan yang menghalanginya.
ππππ
(RS Abadie)
"rik,,, bangun maafin aku,,, seharusmya aku yang ada di sini" ucap ica sambil segugukan karena ternyata riko koma.
(....)
"waktu menjenguknya sudah selesai nona anda harus keluar pasien harus istirahat total" ucap suster yang menangani riko.
"hiks,, aku pergi tapi jangan sedih nanti aku balik lagi" ucap ica melangkahkan kakinya keluar dari ruangan VIP itu.
ceklek,,
"sudah selesai jenguk nya hmmm" suara bruton itu mengagetkan ica dan mematung di depan pintu ruangan riko.
"Vino,, kenap,,," baru saja ica ingin berbicara vino sudah duluan menariknya pergi dari situ.
"ck,,bos besar marah besar,, mampus lu ca,, siapa suruh lo bangunin iblis yang lagi tidur,,masih untung gak keluar tanduknya,, ih serem malah gw ngomong sendiri lagi,, kaburrrr" ucap faro melarikan diri dari situ dengan kocar kacir sambil merentangkan tangannya bak pesawat terbang.
ππππ
"naik" perintah vino.
"kita mau kemana?" tanya ica tidak mau naik.
"gw bilang naik!" vino sudah mengganti panggilannya yang berarti dia sedang menahan amarahnya.
"ck gw gak mau naik sebelum lo bilang kita kemana" ica tetap kekeh dengan keinginannya.
vino kesal dan menggendong ica menaikkan ica dibagian depan dan dirinya di belakang kemudi otomatis mereka seperti sedang belajar membawa motor, vino menghidupkan mesin dan melajukan motornya. sungguh romantis,, sosweet sekali,, hiks. begitulah kira kira bisikan orang yang melihat mereka.
mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang dimabuk cinta padahal karena kekerasan kepalanya membuat mereka harus berposisi begini,, hihihi.
πΈπΈπΈπΈ
"Freya!?" teriak varo memanggil asisten pribadinya.
"ck,, sebentar bawel" kesal wanita itu yang bernama Freya Aurelia yap dia wanita yang ditolong oleh varo, dia menjadi asisten pribadinya vino sebagai bayaran atas pertolongan vino menyelamatkan nyawanya dan kehormatan nya dari pria brengsek diluar sana.
"ini kopinya tuan" ucap freya sambil menyunggihkan senyuman manis walau sebenarnya terpaksa. lalu wajahnya kembali datar.
"hmmm" balas varo masih melihat kearah laptopnya.
freya ingin pergi dari sana tapi di hentikan oleh varo.
"mau kemana kau?" tanah varo sambil masih melihat ke laptopnya.
"mau mandi" jawab freya malas.
"kemarilah" ucap varo.
"hufff,, apa lagi" ucap freya memelas karena sudah lelah sambil berjalan kearah varo.
"duduk lah" ucap varo sambil menepuk pahanya.
"hahhh,,, dasar kau mesum ihhh" ucap freya kesal dan ingin pergi dari situ tapi hanya dengan satu tarikan freya tepat jatuh ke pangkuan varo.
"jangan membantah baby" ucap varo melingkarkan tangannya di perut freya.
"ck,,, kau menjijikkan" ucap freya menatap varo sinis.
sedangkan varo menjadi tuli tidak mendengarkan sumpah serapa yang dilontarka freya kepadanya.
[dasar varo 11 12 sama vino sama sama pemaksaπ]
.
.
.
.
.