I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Aku kembali)



"kita kembali ke topik pembicaraan" ucap ica melepaskan dekapan tangan vino.


"semua pertanyaan ku tadi ada hubungannya dengan tara" ucap ica, kali ini tatapannya benar benar serius.


"wae?" tanya vino.


"tara selingkuh" ucap ica terus terang.


(deg)


"apa yang kau katakan?" kesel vino.


"aku tidak bercanda vin,, aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri" jawab ica.


vino menurunkan ica dari pangkuannya dan beralih memakai pakaiannya, sekarang dia sedang tidak ingin bertengkar jadi dia mendiami ica siapa tidak berlaku kasar kepada ica.


"kau tidak percaya?"


"apa mau perlu bukti?"


"aku punya bukti" ucap ica terus menerus, sampai membuat vino jengkel.


"bisa diam tidak?โ„ucap vino.


"nada bicara vino sudah berubah tadinya yang lembut sekarang menjadi dingin. setelah menggunakan pakaiannya vino turun ke bawah dengan kesal karena ica terus berkata buruk tentang kekasihnya tara.


dan,,,,


plakkkk,,,,


"CK,, MUAK,, MUAK AKU MELIHAT MU,, PERGI KAU DARI HADAPAN KU SEKARANG!!!"Teriak Vino.


" hiks,,, Vino bukan kah sudah aku katakan saat itu kalau,,, "ucap ica terpotong oleh Vino.


" KALAU APA HUHHH,, KALAU TARA SELINGKUH GITU,,, KASIH BUKTI SUPAYA AKU PERCAYA!" Teriak Vino lagi sambil memegang dagu ica keras.


"Vino ini beneran aku gak bohong hiks,,, dan,, a-aku ada buktinya" ucap ica sambil ingin memberikan ponselnya tapi Vino menepis nya. dan ponsel itu jatuh tepat di depan Varo yang kaget melihat pertengkaran adik dan adik iparnya ini.


...flashback off...


"jadi gitu kak" gumam ica sambil menunduk dan menangis tersedu sedu.


"aku akan mencoba membantu mu sebisa ku,, jadi,,, " ucap varo.


Dretttt,,,,


"hallo"


"hmmm"


"tidak bisa ditunda?"


"ya baiklah"


Tut,,,(panggilan berakhir)


"maaf ca,,, kakak harus pergi" ucap varo tiba tiba.


"ia kakak,, pergilah" ucap ica sambil mencoba untuk tersenyum.


"jaga dirimu" ucap varo mengelus rambut ica.


Varo sudah keluar dari mansion vino sekarang sedang menelpon seseorang yang dia percaya


"siapkan tempat ku di sana dan penerbangan ku untuk sekarang" ucap varo kepada seseorang.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Bandara,,,


"bagaimana dengan tugas yang aku perintahkan"โ„ucap varo.


"semua sudah beres tuan" jawab pria itu yang berpakaian kantor, sepertinya dia asistennya varo.


"hemmm,, bagus"โ„jawab dingin vino.


Varo masuk ke dalam jet pribadinya dan menuju ke tempat tujuan.


**Skip,,,


Di mansion**,,,


Vino menuruni tangga dan melalui ica dengan pakaian yang sudah rapi sepertinya dia ingin pergi ke suatu tempat.


"kau mau kemana vino"tanya ica tapi tidak dijawab oleh vino.


Brakkkk,,,


"dia sangat marah kepadaku" gumam ica sedih.


"aku akan istirahat besok aku harus berangkat ngampus" ucap ica menaiki tangga dan masuk ke kamar awalnya, kamar vino adalah kamar utama sedangkan kamar ica di sebelah kamarnya vino.


Keesokan harinya,,,,


Ica sudah bersiap ke kampus tapi vino tak kunjung pulang, ica hanya menghela nafas dan yang tadinya berniat makan tiba tiba nafsunya itu hilang,, jadi dia berangkat ngampus tidak sarapan.


kampus,,,


"ca!!"


"emmm"


ica melihat kearah orang yang memanggilnya, dan ternyata itu sahabatnya.


"lo kenapa ca,, kayak gak ad semangat hidup"ucap lisa.


"gw gak kenapa napa,, gw gak pengen belajar hari ini gw ke perpus aja" ucap ica sambil berjalan ke arah perpus.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"aku kembali" batin vino.


"mari tuan,, mobilnya sudah saya siapkan" ucap sekretaris vino yang bernama Faris.


"hmmm,, baiklah Faris,, ayo kita berangkat" ucap vino.


.


.


.


.



[jangan lupa like, komen & vote ya๐Ÿ’œ]