
Pukul 23:15
Vino sudah menyuruh semua orang nya untuk mencari keberadaan ica, bahkan Vino juga menyewa orang orang yang berbakat dalam dunia pencarian orang hilang, Vino bertekat akan mencari ica sampai ke ujung dunia,, dia harus menemukan ica dan juga anaknya.
Varo dan freya sudah berada di sekitaran pantai dimana orang tua ica mengatakan kalau ica adalah mermaid,, cuma varo dan freya yang tau,, rossa dan arya meminta agar mereka menutup mulut.
freya benar benar frustasi, sedangkan varo pusing memikirkan adiknya yang kena amukan masal dari sang papa.
Freya frustasi? kenapa freya khawatir & mencemaskan ica?
...Flashback on*...
satu hari yang lalu,,,,
"kau jaga dirimu baik baik" ucap freya ingin pergi.
srekkk
"bolehkah kita bicara sebentar,, aku membutuhkan seorang pendengar,, hehehe, jika kau tidak keberatan kak" ucap ica tersenyum tulus.
lama freya menatap ica lalu menganggukkan kepalanya dan membalas senyum ica.
"tunggu sebentar,, aku kasih tau varo dulu"
"emm,, ok" balas ica.
freya berjalan keluar untuk memberi tau varo yang sedang melihat lihat isi mansion adiknya itu.
"WOIIII,,, GW BALIK NANTI LO DULUAN AJA,, GW ADA BISNIS BESAR BARENG NYONYA VINO ALEXANDER" teriak freya dari atas tangga.
"AGKHHHH,,, BISA LU GK TERIAK HAHH,, LU PUNYA KAKI KAN,,BISA LO BICARA GK PAKEK TENAGA DALAM,,lo simpan untuk malam pertama aja tenaga dalamnya" balas teriak varo tapi mengecilkan diakhir kalimatnya.
"SERAH,, GW MASUK DULU" balas freya lagi dan masuk ke dalam kamar ica lagi.
Varo dengan langkah kasar keluar mansion itu lalu melajukan mobilnya kembali ke mansion utama.
Di kamar ica,,,
"udah selesai?" tanya ica, karena dia bisa mendengar teriakan freya tadi.
"hehehe,, aku malas turun tangga jadi aku teriak aja deh" ucap freya merasa konyol sambil menggaruk tengkuk kepalanya yg tidak gatal.
ica hanya tersenyum tipis dan freya mendekati ica.
"apa yang ingin kau katakan?" tanya freya.
"freya,, mau gak jadi kakaknya aku? aku memerlukan seseorang yang dewasa" ucap ica berkaca kaca sambil memegang lembut tangan freya.
awalnya freya mematung,, tapi dia juga tidak pernah merasakan menjadi seorang kakak,, jadi freya mengangguk sambil tersenyum tulus.
"boleh kok,, lagian kamu adek yang baik" ucap freya mencubit pipi ica.
"makasih kakak" ucap ica sambil memeluk freya dan disambut hangat oleh freya sambil rambut ica di helus lembut.
"baiklah,,, mulai sekarang panggil aku kakak ok,," ucap freya tersenyum ramah.
"ok,, kakak" jawab freya bak anak kecil.
"hahahahaha" tawa keduanya pecah dan kembali berpelukan, tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang mengawasi mereka.
"lo memang orang yang selama ini gw cari cari" ucap seseorang itu, siapa lagi kalau bukan varo.
...Flashback off*...
πΊπΊπΊπΊ
Freya sedari tadi memandangi sekitar pantai itu, mungkin saja adiknya itu belum pergi jauh tapi sia sia saja karena ica sudah duluan menghilang dan pergi jauh.
"dimana kamu dek" ucap freya frustasi.
"bersabarlah,, kita pasti akan menemukannya" ucap varo menenangkan freya, tapi freya tidak peduli, dia memilih mencari akal untuk menemukan ica.
Tingπ‘
"gw punya ide" ucap freya dengan cepat pergi ke mobil dimana dia meletakkan laptopnya.
varo heran,, lalu mengejar freya dan melihat apa yang dilakukan oleh wanita itu. seperti sudah ahli freya mengotak ngatik tombol laptop dengan lincah. varo tersenyum nga nga dan kembali fokus ke layar laptop.
ππππ
"maaf,,, maafin gw ca,,, kembalilah,, kembalilah kepada ku,, kembalilah bersama anak kita,,gw mohon,, hikss,,, " ucap vino lirih dan menunduk karena tidak sanggup lagi menahan air matanya.
"gak ada guna lo nangis,, lebih baik lo bantu kita cari!!" teriak rian mendatangi vino yang berjongkok di samping pantai.
Poptttts,,, poptsss,,,
suara kapal laut akan berangkat, mata vino melirik kearah kapal itu, seperti ada panggilan untuknya ke arah kapal itu, tapi teriakan faro membuat pandangannya teralihkan.
"VINO,, KE MARILAH CEPAT!!!" teriak faro.
reflek vino langsung bangkit dan berlari ke arah faro.
"Ada apa?" tanya vino menatap intens mata faro.
"ini" faro menunjukkan sebuah gelang yang dikenal vino.
"ini,, ini gelangnya ica" ucap vino mengambil gelang itu dan kembali berkaca kaca.
faro hanya mengangguk dan mencari seseorang di sekitaran pantai lalu saat sudah melihatnya langsung dia berteriak.
"RIAN!!" teriak faro.
rian yang mendengar namanya dipanggil langsung berlari kencang sampai tidak melihat orang orang didepannya.
Bugkkkhh,,,
"aghkkk,, maaf maaf,," ucap rian langsung bangkit.
"kalau jalan pakek mata dong!" kesal seseorang itu.
rian berhenti dan membalikkan tubuhnya.
"nona,, saya sudah minta maaf,, dan lagian jalan itu pakek kaki bukannya mata,, mata untuk melihat" jawab rian.
"ck,, gak usah lu jelasin juga kali" ucap wanita itu, lalu ingin bangun.
"ahkkkk"
Saat ingin bangun tiba tiba kakinya kaku seperti terkilir membuatnya kembali jatuh ke pasir.
rian yang peka langsung menghampiri wanita itu dan menggendongnya lalu meletakkannya di batu besar pantai.
setelah melakukan itu rian langsung pergi menuju ke arah faro.
wanita itu melongo dan terus menatap rian sampai punggungnya tidak terlihat lagi. hingga suara seseorang membuatnya sadar.
"heh,, napa lo" ucap seseorang itu.
"gak ada" balas wanita itu.
"yaudah,, yok kita balik Lin" ajak seseorang itu yang memanggil wanita tadi dengan nama LINA.
"kaki gw keseleo,, gw gk bisa jalan ni" ucap
lina merintis.
"lah,, kok bisa?" tanya teman Lina.
"tadi ada pria buta nabrak gw" ucap Lina kesal setengah mati.
"siapa? kok gw gk lihat" tanya teman Lina sambil cengar cengir melihat kedepan.
"udah ah,, yok mending sekarang lo bantu gw jalan" ucap Lina meminta di papah.
dengan sigap temannya itu membantu Lina untuk berjalan.
ππππ
Di sisi vino,,,
"ada apa far?" tanya rian.
"coba lo kerahkan bodyguard untuk mencari di sekitar sini,, gw nemuin ini tadi" ucap faro memperlihatkan gelang yang dia temui tadi.
"ok" jawab rian singkat lalu mengerahkan bodyguard nya untuk mencari di sekitaran situ.