
Keesokan harinya
"Morning mom dad!?" seru celi yang baru turun.
"morning sayang" jawab ica dan vino bersamaan.
Celi langsung bergabung dengan daddy nya yang sudah duduk di meja makan sedangkan ica menghidangkan sarapan mereka.
"apa ini mom?" tanya celi yang tidak pernah melihat makanan itu.
Celi masih asing dengan makanan manusia soalnya saat lahir dia berada di laut, berada dengan ica yang dari kecil sudah di darat.
"ini hamburger sayang,,,pasti putri mommy bingung kan karena baru pertama kali lihat makan ini? " tanya ica tersenyum ke arah putrinya itu.
Celi hanya menganggu lalu beralih menatap vino yang sudah memakan burger itu, dengan ragu celi mengambil hamburger itu lalu memakannya.
"emmmm,,, lezat mom,, aku mau ini setiap hari" ucap celi yang makan dengan lahap.
"etssss,,, tidak bisa setiap hari,, ini tidak baik dikonsumsi setiap hari" telah ica.
"ayo dong mom,, ini lezat loh" bujuk celi memajukan bibir bawahnya.
"ehkmmm,, anak daddy mau sekolah tidak?" ucap vino tiba tiba mengalihkan pembicaraan ibu dan anak itu.
"sekolah? apa itu?" tanya celi yang tidak mengerti.
"itu tempat dimana kita menuntut ilmu sayang,, dan kau juga akan menjadi orang yang sukses jika bersekolah, nanti celi bisa membantu daddy di kantor" jelas vino panjang lebar tapi melihat reaksi putrinya itu sepertinya dia harus menjelaskan lebih detail lagi.
"hufff,, nanti pasti celi akan mengerti,, sekarang celi mau sekolah kan?" tanya vino.
"boleh dicoba dad" jawab celi lalu melanjutkan makannya, vino tersenyum melihat putrinya itu, sudah lama dia menanti momen ini, dimana keluarga kecilnya bersama.
Ica memasuki kamar dan melihat vino yang sedang mencari sesuatu dengan kebingungan.
"kau tidak kekantor?" tanya ica membuat vino terkejut.
"ck, berapa kali harus aku katakan panggil aku seperti celi memanggil ku,, sekarang kau sedang berbicara dengan suami mu sayang" bukannya menjawab vino malah memarahi ica.
"ia deh,, ia,," ucap ica jengah lalu kembali bertanya.
"apa yang sedang daddy cari hmmm" tanya ica dengan sedikit kesal saat menyebut kata daddy. vino tertawa geli melihat ekspresi ica saat itu.
"gk usah gitu deh,, jijik rasanya,, huekk" ica pura pura ingin muntah menanggapi panggilan itu.
"hahahahah" tawa vino pecah dan itu membuat ica tambah kesal.
"ok,,ok,,, sekarang apa kau melihat jam tangan ku sayang?" tanya vino sekali lagi kali ini dengan penuh keseriusan.
"bentar" jawab ica singkat padat jelas.
setelah mengatakan itu ica langsung kembali ke vino lalu memberi kan jam tangannya.
"kenapa bisa ada bersama mu?" tanya vino sambil memasang jam itu di tangannya.
"daddy nya celi terlalu ceroboh, jadi aku menyimpannya, agar nanti daddy tidak mengobrak abrik isi kamar" jawab ica sekarang mendekat ke arah vino.
"ada apa?" tanya vino melihat ica mendekat ke arah nya.
"dasi mu belum di pasang dad" jawab ica dan kemudian memasangkan dasi yang tergantung di leher vino.
"istri yang perhatian" ucap vino menatap wajah ica yang sedang memasangkan dasi dan tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya.
"selesai" ucap ica setelah menyelesaikan aktivitas nya.
Cup
"makasih mommy" ucap vino berlalu pergi kekantor setelah mengecup kening ica.
Ica mematung mendapat perlakuan itu, ica tersadar saat suara putri kecilnya memanggil namanya.
"mom,,, mommy kenapa kok melamun?"tanya celi menarik narik dress ica.
"mommy enggak kenapa napa sayang,, apa hemm?" ica menunduk menyetarakan tingginya dengan celi.
"mommy,, celi bosan" ucap celi mengerucutkan bibir nya.
"mau ke taman bersama mommy?" ajak ica tersenyum melihat putrinya itu.
"boleh mom,,,dari pada bosan" jawab celi.
"ayo bersiap siap,, kita ke taman" ucap ica lalu celi pergi menuju kamarnya.