
Hari pernikahan π°π
Selama satu minggu ini kedua belah pihak sangat sibuk vino dan ica diajak oleh Era ke sebuah butik yang sangat terkenal di kota, ica sangat dibuat lelah karena harus kontak kanti gaun sampai akhirnya era memilih dua buah gaun dan dua buah jas yang serasi saat mereka gunakan
Mereka membuat acara pernikahan ini sangat mewah dari pagi hingga malam hari, jadi mereka akan menggunakan dua gaun, satu gaun untuk pernikahan dan satu lagi untuk acara malam
Hari ini hari dimana vino dan ica mengikat janji suci dan mereka resmi menjadi suami istri, vino dari pertama melihat ica sampai sekarang tanpa berkedip dan melepas pandangannya. lagi lagi Era melihat hal itu dan tertawa sambil berlari kearah suami dan besannya, Mereka berempat hanya tersenyum geli sedangkan varo(abangnya vino) pergi menemui adiknya itu dengan ide jahilnya.
"ekhemm,,, secantik itukah adik ipar sampai adikku ini tidak berkedip saat melihatnya" ucap varo berhasil membuat vino salting dan ica yang tadinya hanya fokus ke depan menatap vino pandangan mereka bertemu dan kenapa jantung ica berdetak begitu cepat dan wajahnya memanas
"aku tau aku tampan, bisakah kau berhenti menatapku" ucap vino ketus dan membanggakan diri
("idih,, pd banget ini anak, mau mual gw") batin ica menatap kesal ke depan.
tidak berapa lama teman teman dekat ica dan vino datang, hanya para sahabat yg di undang karena mereka tidak ingin sampai hubungan mereka diketahui seluruh kota dan dirahasiakan dari publik bagi yg hadir pun di minta tutup mulut.
Varo, Rian,dan miko menghampiri kedua pengantin itu dan mengucapkan selamat kepada mereka.
"selamat bro,,, lo gak jadi sama mak Lampir itu gw dukung hubungan lo sama ica" ucap rian yang memang menjuluki tara sebagai mak Lampir
Dan sekarang giliran teman teman ica yaitu melda, lisa, dan naya mereka saling berpelukan memberi selamat dan dukungan
"siapa yang lo sebut mak lampir" kesal vino yang mengetahui siapa maksud rian
"ya pacar lo tara lah siapa lagi" ucap rian lagi
"heh,,, ada apa bawa bawa nama gw" ucap tara yang juga hadir di situ, tara berjalan menuju ke arah ica dan vino dengan sombongnya dia berkata kalau pernikahan ini hanya permainan, vino hanya milik nya dan yang lebih membuat ica sakit hati karena vino juga mengiakan, karena sudah tau akan kondisi ini varo, rian, dan miko pun pergi dari situ setelah memeluk sahabatnya vino.
ica terduduk di kursi pengantin dan berusaha menahan air matanya tetapi vino kurang peka ia memilih meninggalkan ica dan menemani kekasihnya tara menikmati hidangan yang ad di situ.
(gaun pernikahan ica)
(model rambut ica)
Malam harinya*
Ica dan vino sudah menggunakan gaun ke dua vino menggunakan kemeja hitam yang serasi dengan dress ica yg berwarna rose gold memperlihatkan belahan pahanya sebelah kiri dengan bagian belakang punggung agak terbuka.
lagi dan lagi vino melongo melihat penampilan ica seperti itu dengan gulungan rambut menjatuhkan poni sebelah kiri dan kanan sedangkan tara menggunakan dress yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, bagian depannya benar benar ketat belahan dadanya sangatlah menonjol membuat seluruh pria yang melihatnya akan tergiur, kecuali vino ia selalu mengatakan kepada tara agar tidak menggunakan pakaian minim seperti itu lagi karena itu membuat dia jijik.
Berbeda dengan pakaian yang ica pakaikan sekarang, itu benar benar membuatnya elegan dan vino benar benar terpukau akan hal itu walaupun masih menolak untuk mengakui tetapi terlihat jelas kalau dia sangat merasa terpesona.
(dress ica)
(model rambut ica)
(jas vino)
(dress Tara)
Sudah saatnya acara berdansa, MC meminta agar pasangan pengantin memulai terlebih dahulu, dengan tidak tahu malu tara datang dan menggandeng vino, jujur saja semua tamu merasa terkejut dengan apa yang terjadi kenapa tara yang mendampingi pengantin prianya.
ica yang sedang melihat vino dengan mata yang berkaca kaca faro dari jauh datang menghampiri ica dan mengajaknya berdansa
"maukah kau berdansa dengan ku nona?" ucap faro dengan senyuman terbaiknya
"baiklah" ica menerimanya uluran tangan faro dan berdansa, sambil berdansa mereka berbicara sesekali ica tersenyum dan tertawa, vino terus meliriknya ada kesan tidak suka saat melihat itu, tanpa sadar dia menggenggam tangan tara sangat kuat.
"akhg,,,apa yang terjadi kepadamu" ucap tara sambil melihat tangannya yang terasa sakit. da sekarang mereka akan bertukar pasangan dengan sigap vino langsung memegang pinggul ica dan membuat pandangan mereka saling bertemu vino semakin menguatkan dekapannya yang membuat ica kesal dan menyudahi dansanya, tapi sebelum ica benar benar pergi vino langsung kembali menarik tangan ica dan ica yang kaget pun masuk kembali kedalam dekapan vino.
Seluruh tamu yang melihat bertepuk tangan, terlihat kedua orang tua mereka tersenyum bahagia bahkan era sampai cekikikan karena melihat tindakan putranya itu. karena menyadari tara sudah marah dan kesal vino meninggalkan ica di tengah tempat berdansa dan mengejar tara yang sudah duluan pergi.
seluruh tamu melihat itu merasa aneh dan untung agus bisa mengurus itu