I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Iblis )



"kau!!" gerang pria itu ingin menampar ica kembali.


Brakkk,,,


"lepaskan ica!!" seseorang mendobrak pintu tempat ica di sekap.


"Riko!?" gumam ica terkejut.


Riko melirik ica sekilas lalu kembali melihat ke sasarannya.


"lepaskan dia atau,," ucap Riko ingin maju.


krekkk,,


Baru saja Riko maju dua langkah sudah ada suara pelatuk yang ditarik dari arah belakang kepalanya.


"Riko!!!" ica berteriak shok melihat ada senjata api mengarah ke arah kepala Riko.


"jika melangkah lagi maka peluru panas ini menembus otak mu" peringatan pria yang menculik ica.


ica sudah semakin shok dengan Riko yang keras kepala, perlahan mendekati ica dan dengan cepat ica menggelengkan kepalanya kuat supaya Riko tidak mendekatinya. Riko hanya membalas dengan senyuman tidak menghentikan langkah kakinya.


Dorrr


"Akghkkk,,, hiks,, hiks,, " teriak ica menutup kedua wajahnya dengan telapak tangannya yang berhasil dia buka saat pria yang menculiknya itu lengah, tubuh ica bergetar hebat seakan akan jiwanya ditarik paksa seseorang. ica tidak berani membuka telapak tangannya hingga salah satu bodyguard menyeretnya pergi dari situ.


ica bisa melihat Riko tergelatak tidak berdaya peluru itu mengenai lengan bahu Riko, yang awalnya mengarah ke otaknya karena berhasil mengelak yang terkena adalah bahu kanannya.


ica terpaku dengan diseret paksa oleh bodyguard itu, ica menangis histeris memberontak minta dilepaskan tetapi bodyguard itu malah menarik rambut ica kasar membuatnya berteriak kesakitan.hingga,,,


Dorrrr


Dorrrr


Dorrrr


Dorrrr


Brakk


Seseorang masuk dengan kemarahan bak iblis yang sedang murka, dipukul nya secara membabi buta setiap orang yang menghalanginya, mata merahnya itu sempat melihat tubuh Riko yang tergeletak tidak sadarkan diri. dan melirik ica yang mematung sambil gemetaran, bagaikan orang tanpa jiwa pucat dan tidak bergeming.


pria itu menghela nafas kasar dan memerintah bawahannya untuk membantu dan membawa Riko ke RS terdekat.


"Rian,, bawa dia ke RS terdekat"


Tanpa menjawab rian langsung membawa Riko dari sana, mendengar teriakan ica kembali membangkitkan iblis didalam dirinya.


"kau sudah ada disini,, maka kita akan lebih bersenang senang vino, dengan melihat istri mu aku tiduri bukan kah itu sangat menyenangkan" tanya pria itu menyeringai dan kembali menatap ica yang sudah pasrah dengan yang terjadi pada dirinya.


"sekali kau menyentuhnya maka kau akan membayar berkali kali lipat" ucap vino juga ikutan menyeringai.


"ooo,, aku takut sekali,, hahaha" ucap pria itu dengan nada mengejek.


perlahan pria itu mendekati ica dan menyentuh lengan mulus ica,, wanita itu hanya bisa memejamkan matanya tidak ingin memberontak takut vino juga akan seperti Riko.


"satu"


lalu pria itu menyentuh leher jenjang ica, dan vino sudah mengeraskan rahangnya.


"dua"


vino menatap tajam dan dingin bersamaan kearah pria itu, dan pria itu berhenti di bibir ica yang berwarna kemerahan ditambah di sudut bibirnya ada darah yang sudah mengering.


"tigaa"


"aku akan mencoba yang ini dulu" ucap pria itu tersenyum licik menatap wajah cantik ica.


brukkk,,,


satu pukulan keras mendarat di wajah pria itu,, vino tidak membiarkan pria itu bangkit dia memukul terus menerus tanpa ampun, bahkan ica sampai terbelalak kaget dan kembali tubuhnya bergetar hebat, ini untuk pertama kali dia melihat vino semarah itu.


"gila ini buka vino tapi iblis" batin bodyguard yang memegang ica lalu melepas ica perlahan dan ingin kabur tapi terlambat vino duluan mematahkan langkahnya.


Krekkk


plakkk


brukkk


bugkkk


"Aghkkk,,," semua yang ada di ruangan itu disapu bersih oleh vino,, ica melihat ke arah vino dengan gemetaran. vino melangkah perlahan kearah ica dan ica mundur perlahan dengan kaki yang bergetar.


ica sudah tidak bisa kemana mana lagi karena sudah kepentok dinding saat wajah vino sudah dekat dengannya, ica langsung menundukan wajahnya karena takut menatap wajah vino yang sangat kacau sekarang.


vino menghela nafas lalu mengangkat wajah ica supaya melihatnya, tapi ica tetap memejamkan matanya saat diangkat oleh vino, pria itu hanya terkekeh pelan melihat tingkah konyol ica. setakut itukah dia? tanya batin vino.


lalu perlahan menarik ica kedalam pelukannya ica membuka matanya kerena terkejut awalnya


ica sedikit terkejut tetapi pelukan itu membuatnya nyaman dan menikmati pelukan hangat itu sesaat.


5 menit kemudian,,,


"kau baik baik saja? apa ada yang terluka hem?" tanya vino lembut sambil melihat lihat tubuh ica.


ica terpaku hingga benaknya bertanya tanya, apakah dia tidak marah kenapa ku lagi? apa dia sangat mencemaskan ku? batin ica terus menerus bertanya dengan terus menatap wajah yang sangat terlihat kacau sekarang.


"kenapa kau malah menatap wajah ku?" ucap vino kembali mensejajarkan wajah mereka ica bisa merasakan deruan nafas vino yang sudah kembali normal.


tatapan vino berhenti di sudut bibir ica, ica yang menyadari itu menyentuh sudut bibirnya.


"ini hanya luka kecil" ucap ica tetapi vino langsung menarik ica keluar dari ruangan yang penuh dengan orang orang sekarat itu.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


"awww,, isshhh" ringis ica karena merasa perih di sudut bibirnya.


"tahan sedikit,, ini juga salahmu tidak menjaga diri,, ck menyusahkan saja" ucap vino ketus, ica cemberut baru saja tadi dia berlaku lembut kepadanya sekarang dia kembali ke sifat aslinya.


"ck,,, di culik bukannya khawatir malah dimarahi" batin ica kesal dan memalingkan wajahnya. vino tidak mengubris kekesalan ica dia hanya terus mengobati luka di bibir ica.


"dasar tidak peka,, aghkkk" batin ica kesal.


"sudah aku akan mengobatinya sendiri" ucap ica mengambil kapas di tangan vino dan ingin beranjak dari sana tapi vino langsung menarik tangan ica otomatis ica jatuh ke pangkuan vino.


Cup


ica terbelalak karena vino tiba tiba menciumnya, ica mencoba memberontak tapi vino semakin memperdalam ciumannya dan menggigit kasar bibir ica supaya membalas ciumannya.


15 menit kemudian,,,


pautan mereka pun terlepas nafas mereka berdua tersegal segal karena tidak sempat menarik nafasnya.


"ini hukuman untukmu,, kau harus membayar mahal jadi kau masih berhutang kepada ku" ucap vino pergi dari situ.


"aku berhutang apa?" tanya ica heran.


"nyawa,, kau berhutang dua nyawa kepada ku,, nyawamu dan pacarmu riko,, kau harus membayarnya kepada ku" ucap vino sambil meminum segelas air mineral.


"aku bayar menggunakan apa? uang? aku rasa kau tidak membutuhkannya" ucap ica.


"hmmm,,, nanti akan aku fikirkan kau harus membayar ku dengan cara apa" ucap vino lagi naik ke lantai dua menuju ke kamarnya.


ica terduduk di sofa dengan sedikit bingung, seketika dia teringat sesuatu.


"Riko!" ica pun bangkit ke kamarnya dan mengganti pakaiannya lalu menuju ke RS terdekat dari tempat dia diculik. cuma ada satu rumah sakit sekitaran situ jadi dia tidak akan kesulitan menemukan Riko.


lagi lagi ica pergi tanpa sepengetahuan vino,, sepertinya ica tidak takut dengan vino, author aja sampek merinding hehehe.


🍁🍁🍁


"ica!! buatkan aku makanan,, aku lapar"teriak vino dari dalam kamar.


.


.


.


.