I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Celi Ditemukan!!)



"Aaaaaaa,, hiks,, hiks,,, sakit,, huaaaaaa,, vero sakit,,, hiks,, mommy,,, hiks,,, hiks,,,, sakit hentikan hiks,,, vero aku mohon hiks,,, lepaskan" berontak celi saat merasakan kulit tangannya terbakar.


"tenang lah ini hanya sebentar,,nanti juga tidak sakit lagi" jawab santai vero.


"hikss,, tapi itu menyakitkan,, huaa,,, mommy,, hiks,, hiks" celi terus menangis dan meminta dihentikan tapi vero tidak mempedulikannya.


Brukkk


Celi yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit itu jatuh pingsan dan vero yang terkejut langsung membawanya kembali ke kamar.


"panggilkan dokter cepat!!" perintah vero.


"baik tuan" bodyguard itu langsung berlari terbirit birit takut tuan muda mereka marah dan mengamuk.


Prangggg


"Aghhhh" ica tersentak saat ponselnya jatuh dari tangannya dengan layar foto celi di dalamnya.


"firasat ku tidak tenang,, aku harus menemukan celi secepatnya" gumam ica lalu menghampiri vino.


mereka sedang berada di ruangan rahasia vino untuk membicarakan soal celi dengan orang kepercayaannya.


🌻🌻🌻🌻


Celi mulai sadar penglihatannya kabur karena masih merasa pusing di kepalanya, penglihatan celi memindai semua isi kamar, ada rasa kecewa di dalam dirinya, saat dia terbangun dari tidurnya atau tersadar dari kegiatannya, harapannya cuma satu 'seandainya saat aku bangun mommy berada di depan ku sambil memelukku' kata kata itu selalu yang ada di dalam pikirannya.


"kau sudah sadar" suara itu membuatnya terkejut dan mengingat yang terjadi padanya.


"aku membenci nya, kalau suatu saat aku berhasil kabur, akan aku pastikan kami tidak bertemu lagi" batin celi.


"kenapa diam saja hmm,, biasanya kau selalu banyak bicara, oh ya apa kau ingin melihat ukiran ku di tangan mu?" tanya vero sambil menghampiri celi yang berada di atas ranjang.


Celi melihat tangannya yang dibalut perban masih nyeri rasanya, entah apa yang anak itu lakukan padanya.


Srekkkk


Sebuah ukiran huruf yang sangat indah terpampang jelas di pergelangan tangan celi yang putih & mulus.


'οΌΆ&οΌ£'(tulisan tato itu)


"hiks,, kenapa kau melakukan ini kepada ku? apa salah ku,, siapa kau huhh!?aku bahkan tidak mengenal mu,, hiks,," ucap celi histeris.


"apa kau ingin membunuh ku? lakukan saja sekarang,, aku mohon jangan siksa aku seperti ini,, aku belum cukup dewasa untuk memahami semua ini,, hiks,, " ucap celi lagi menyatukan kedua telapak tangannya.


"kau tidak punya masalah dengan ku,, tapi aku ingin melakukan ini kepada mu,, kalau soal alasannya,, aku sendiri tidak tau" jawab vero mengangkat bahunya.


Celi sudah sangat kesal saat dia ingin bangun dan memukul vero sesuatu terjadi.


Dor


Dor


Dor


"aghkkkk,, hiks,, hiks,,, a-apa itu" celi menutup kedua telinganya dan matanya.


dengan tubuh yang masih bergetar vero menarik paksa celi untuk pergi dari situ.


"siapa di luar,, cepat periksa" perintah vero dengan masih menggenggam tanggan celi.


"kau dengar,, tetaplah di sini jangan berani untuk lari dari sini kalau tidak ingin sesuatu terjadi pada mu" ucap vero kepada celi.


celi tidak menjawab dia hanya terus menatap keluar apa yang sedang terjadi dia begitu penasaran.


karena celi tidak peduli membuat vero menarik kembali celi ke dalam ruangan tadi, lalu mengunci ruangan itu dari luar.


πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ 


"hallo tuan,, kami sudah menemukan lokasi putri anda, sekarang kami berada di depan bangunan itu, ternyata harus menyelusuri sebuah hutan yang lebat baru bisa menemukan lokasinya" lapor orang suruhan vino.


"baik kerja yang bagus,, kami akan menyusul" balas vino lalu mematikan secara sepihak.


"ica,, celi telah ditemukan" ucap vino kegirangan.


"benarkah? ayo kita kesana,, aku sangat merindukan putri ku itu" ica terlihat lebih kegirangan dari pada vino, lalu mereka langsung pergi ke tempat celi berada.