I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Ketahuan)




"jadi kita harus gimana?" tanya pria itu.


"ikuti saja dulu" ucap temannya itu.


"baiklah,, ayo,, " ucap pria itu menarik tangan temannya.


"ehh,, ehh,, gak sabaran banget sih" pekik temannya itu dengan kesalnya.


🌸🌸🌸🌸


"Apa kamu senang,, hmmm?" tanya riko menatap wajah Ica dalam.


"sangat sangat senang,, hehehehe" ucap Ica antusias saat melihat ikan yang sesekali memperlihatkan dirinya ke permukaan air.


"baiklah kalau begitu"ucap riko sambil mengusap rambut Ica lembut.


Di sisi lain,,,,


" tuh kan benar apa yang gw bilang,,, gw harus samperin nih"ucap pria itu ingin menghampiri Ica dan riko.


"lo beg* atau gimana sih,,, kita belum tau pasti kita lihatin dulu" ucap teman pria itu menarik kerah baju nya.


"gw lebih tua dari lo seharusnya lebih sopan ke gw" ucap pria itu sambil membenarkan kembali kemejanya.


"ck,,, kalau sama lo gak usah sopan mah,,, beda tiga bulan aja bangga" ucap temannya pria itu sewot.


"ya,, kan tetap tuaan gw" ucap pria itu gak mau kalah.


"ngaku tua,, tapi masih jomblo" ucap teman pria itu lagi.


"yakkk,, lo mau ngajak gelut hah,,, berani lo sama gw hah,, nantang ni anak" ucap pria itu yang sudah terbawa emosi.


"tua bangka" ucap temannya itu lagi dan berlalu dari sama kembali mengikuti gerak gerik Ica dan riko.


"kita cuma beda tiga bulan apanya yang tua bangka" ucap pria itu mengejar temannya yang sudah berlalu.


"serah lo aja lah" ucap temannya itu tanpa melepas tatapannya dari Ica.


******


Vino sedang duduk di sebuah cafe bersama kekasihnya tara,, tapi sepertinya kencan kali ini membosankan karena tara terlalu berkutik dengan ponselnya entah apa yang sedang dia lihat.


"apa yang sedang kamu lihat syg?dari tadi sibuk mulu" tanya vino.


"ini ni lihat,, bukan kah ini Ica?" tanya tara.


mendengar nama Ica vino langsung melihat ke arah ponsel tara,, seketika wajahnya memerah dan kupingnya memanas karena marah.


"beraninya kau!!" ucap vino murka dan pergi dari cafe itu,, tara mengejar vino setelah membayar pesanan mereka, baru kali ini tara melihat vino semarah itu, terlihat seperti iblis.


"vin,, perlahan lahan lah,, aku takut kalau begini" ucap tara sambil memegangi sabuk pengamannya erat erat.


"tidak ada waktu,,,tunggu saja kalian" ucap vino sambil sesekali memukul setir mobil.


🌴🌴🌴🌴🌴


"yak,,, kenapa kau mencium ku" teriak Ica tidak Terima.


"hehehe,,,kamu menggemaskan" ucap riko mencubit pipi Ica.


"ihhhs,,, lepasin,, kalau di lihat yang lain bisa gawat ini" gumam Ica.


"apa?" tanya riko.


"ti,, tidak ada" ucap Ica.


"hmmm,, lihat ini aku menaruhnya di situs media sosial ku,, banyak banget yang like"ucap riko sambil menunjukan foto dimana riko mencium pipi Ica yang sedang tersenyum.


" WHAT!!Ica benar benar gusar sekarang,, bagaimana kalau vino melihat itu,, bukankah satu kampus akan tau kalau dia pacarnya riko,, tidak,, tidak,, saat ini yang paling ditakutkannya adalah VINO!


Ica mulai menenangkan dirinya hingga suara teriakan seseorang kembali membuatnya bergetar.


"ICA!!!" suara teriakan itu sangat familiar bagi Ica.


"Vino?" gumam Ica.


vino berdiri tegap di pinggir pantai dengan tara di sebelahnya, semua pengunjung pantai berkumpul di sekitar vino. tiba tiba kapal yang membawa Ica bergerak memutar kembali ke pesisir pantai.


"gila,,, bisa mati aku" batin Ica.


Glekkkk,,,,


dua orang pria yang mengikuti Ica menelan kasar saliva nya, wajah vino saat ini benar benar tidak bersahabat.


"sebaiknya kita lets go dari sini" ucap pria itu.


"tidak,, kita harus mengatakan apa saja yang kita lihat tadi,,gw gak mau melewatkan ini"ucap temannya itu menahan langkah kaki nya.


"yakin?" tanya pria itu.


"wajahnya benar benar gak bersahabat nih" tambahnya lagi.


"yakin,,, tenang saja kita nikmati dulu drama suami istri ini" ucap temannya pria itu.


"yaudah lah serah" ucap pria itu ikut menyaksikan yang sedang terjadi di hadapan mereka.



[ Berkunjung ke karya author satu lagi ya,, jangan lupa like, komen & voteπŸ˜‰]