
"siapa nama mu, perkenalkan nama ku ICA" tanya ica sambil mengulurkan tangannya.
pria itu tersenyum mendengar nama itu.
"RIO" pria itu tersenyum lalu menerima uluran tangan ica.
"hmmm,, ok maaf ya aku buru buru jadi tidak bisa lama" ucap ica kembali melangkahkan kakinya.
"Dia mau kemana?" batin Rio menatap kepergian ica.
ππππ
"hahhh, huhfff,, gw capek banget,, mana mana dia?" tanya ica buru buru dengan nafas yang tersegal segal karena habis berlarian.
"itu,, sepertinya dia sudah mendapatkan mangsa baru, ck menjijikkan" ucap jijik lisa.
"ia,, makasih ya lis, ngomong ngomong kenapa lo sendiri biasanya selalu bareng melda?" tanya ica sambil merekam percakapan dan yang dilakukan tara, ya orang yang dimaksud ica adalah tara.
"siap!! kali ini gw gak boleh ceroboh kalau tidak vino akan dalam bahaya" ucap ica pelan lalu pergi dari situ bersama lisa.
"emang lo yakin vino bakal percaya dengan ini?" tanya ica.
"gw mau kumpulin bukti sebanyak banyaknya dulu,, baru deh gw kasih tau vino" ucap ica kepada lisa. lisa hanya mungut mungut mengerti lalu berpamitan untuk duluan pergi sama ica.
*****
"hehehe,,, sepertinya ada yang mabuk cinta ni,, sampai gak mau berpisah,, tapi karena takdir kalian akan berpisah, dan itu akan terjadi tidak lama lagi" ucap seseorang yang sedari tadi membuntuti ica.
πΈπΈπΈπΈ
Mansion vino & ica
Vino dan ica sedang sarapan bersama di atas meja makan, tidak ada yang berani membuka pembicaraan mereka hanya sesekali saling melirik tampa sepengetahuan si empu.
hingga makan malam itu selesai mereka masih tidak saling berbicara, karena risih akhirnya vino memilih membuka pembicaraan dengan ica.
"kita ke rumah mama besok, nanti berangkat ngampus dari sana aja" ucap vino dan ica hanya mengangguk lalu pergi ke dapur untuk mencuci piring. sedangkan vino sudah duluan ke kamar nya.
setelah selesai cuci piring ica masuk ke kamarnya, tubuhnya sangat lelah jadi ica memilih tidur, sebelum tidur dia menyempatkan diri untuk sikat gigi dan cuci muka walau dengan mata yang sudah sangat berat.
Saat masuk kedalam selimut berasa seperti ada yang berat menimpa pinggangnya, dengan perlahan ica membuka selimut dan melihat tangan kekar melingkar di pinggangnya. ica langsung melihat tangan siapa itu,, dan ternyata suaminya sendiri yang sudah terlelap.
"hampir saja aku teriak" ucap ica geleng gelang sambil mengelus rambut vino lalu ikutan tidur di samping vino, tidak lama kemudian ica terlelap dan dengkuran halus itu pun terdengar.
vino bangun ternyata sedari tadi dia mendengar semuanya, merasa ada getaran vino tersenyum lalu entah mendapat dorongan dari mana vino bangun dan mencium kening ica lalu membaringkan kepala ica di lengan kekar nya.
"good night girl" ucap vino lalu terlelap kembali.
πΌπΌπΌπΌ
Dretttt
"hmmm"
π²"kemarilah,, aku memerlukan mu"
"ck,,, bisakah,,, "
T**uttttt (π²off**)
"aghkkkk,,, kebiasaan kau varoooo!!" teriak freya frustasi dengan varo selalu memerintah nya sesuka hati.
Ting
π©(ke kantor sekarang atau kau akan tau akibatnya)
βοΈ(hmmm)
______
"ck,,, dasar kau varo, mau aku tau dimana kantornya" kesal freya dan ingin menghubungi varo tapi tiba tiba ada sebuah mobil yang mendekat ke arah freya.
Ting
π©(naik ke mobil yg menjemputmu)
_______
Freya masuk ke dalam mobil itu dibagian penumpang, dan mobil itu langsung berangkat.
ππππ
Sampailah freya ke tempat tujuan keluar dengan anggunnya menggunakan baju yang sedikit terbuka dan memakai kaca mata hitam.
Di lobi perusahan karyawan yang bekerja terpaku dengan kedatangan freya yang sangat cantik dan berbadan bak model, freya berjalan dengan anggunnya masuk kedalam.
Varo yang melihat kedatangan freya disambut dengan pandangan mesum dari karyawan pun berdekhem.
Karyawan yang melihat kedatangan atasannya menunduk dan pergi melanjutkan aktivitas masing masing.
"dia siapa tuan?" tanya wanita di sebelah varo dengan genit, freya bergidik ngeri melihat wanita itu seperti ja*ang, pakaian yang kekurangan bahan dan membentuk tubuhnya dengan gaya centilnya memegang bahu varo.
Varo menepis tangan wanita itu, freya nampak menahan tawanya dan wanita di sebelah varo bisa melihat itu.
freya menaikkan kacamata ke atas rambutnya, lalu bertanya kepada varo sambil menatap remeh wanita di samping varo.
"ada apa kau menyuruhku kemari?" tanya freya to the poin.
"heiiii,,, bisakah bicaranya sopan sedikit dia itu atasan di sini dan kau siapa huh?" jawab wanita yang di sebelah varo.
varo yang melihat itu hanya diam menikmati pertengkaran kecil di depannya dengan santai.
Freya tersenyum lalu mendekat ke arah wanita itu sambil menunjuk ke arah wanita itu dengan mata menyelusuri penampilan wanita itu dari atas sampai ke bawah.
"kau siapa berhak menanyai ku,, hmmm?" ucap freya dengan jari masih menunjuk ke arah wajah wanita itu.
"aku sekretarisnya tuan varo,, kau mau apa!?" jawab wanita itu dengan beraninya.
freya hanya terkekeh kecil lalu menunjukkan senyum mematikannya dan berbisik kepada wanita itu.
"aku adalah sugar baby tuan varo,, kau bisa apa,,aku lebih berhak" bisik freya sambil menaik turunkan alisnya.
varo yang bisa sedikit mendengar perkataan freya membulatkan matanya tapi langsung di buat biasa saja supaya tidak dilihat oleh karyawannya.
"kalau kau tidak percaya lihat saja nanti" ucap freya lalu kembali menatap varo dengan tatapan dingin.
varo mengangguk lalu melihat ke arah sekretarisnya itu.
"Bianca kau bisa pergi dari sini" perintah varo.
"ia kau pergilah dari sini aku ingin bersenang senang dengan tuan mu" ucap freya menatap genit ke arah varo dan menatap remeh ke arah sekretarisnya varo.
Varo geleng geleng dengan sikap freya terhadap sekretarisnya, sedangkan Bianca pergi dari situ dengan perasaan kesal.
...(TUAN VARO)...
...(VISUAL FREYA AURELIA)...