I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Minta tolong)



Flashback on*


Vino pergi menemui tara tiga hari sebelum dia dan ica menikah, Vino mengatakan semua mengenai orang tuanya yang ingin menjodohkan dia dan ica. awalnya tara benar benar marah bahkan ingin minta diputusin Vino, dengan menangis tara selalu mengulang kata "kau tidak mencintaiku lagi" ucapan tara terus menerus sambil menangis. Vino langsung memeluk kekasihnya itu sambil mencoba untuk menenangkan dan menjelaskan.


"Tara dengarkan aku, pernikahan ini tidak akan bertahan lama setelah kita lulus kuliah aku akan menceraikannya dan akan menikahi mu, kau dengar itu kan dan juga aku ingin punya lima anak dari kamu tiga perempuan dan dua laki laki. tetapi kalau tidak seperti itu juga tidak apa apa, asalkan anak itu berasal dari sini" ucap Vino sambil memegang dagu tara dan beralih menyentuh perut tara, ada senyuman nakal di wajah Vino, bukannya menghindar tara malah merayu Vino dan mengajak mereka melakukan itutu Vino menolak karena belum ada ikatan pernikahan jadi mereka hanya berciuman saja, setelah melepas tautan itu Vino mulai berbicara lagi.


"jadi kau tenang saja, aku tidak akan menyentuhnya yang ada aku akan membuatnya menyesal telah menikah denganku" ucap Vino


"aku percaya kepada mu sayang, tapi boleh kan aku datang ke acara pernikahan mu itu" ucap tara.


"tentu saja sayang, kalau kau datang aku bisa menghabiskan banyak waktu dengan mu" ucap Vino sambil mengelus lembut wajah tara


"aku ingin memberi hadiah kepada calon istri mu itu" ucap tara sambil tersenyum tipis


"bagaimana caranya?" tanya Vino


"kemarilah,,,, " ucap tara


flasback off*


Vino mengejar tara sampai ke taman belakang rumah mereka Vino menarik tangan tara dan tara hanya terdiam sambil menangis.


"tara,, tara dengerin aku dulu" ucap Vino ingin menjelaskan


"apa yang akan kau jelaskan huh,,sudah jelas aku melihat kalau kau marah saat melihat faro berdansa dan tertawa bersama ica" ucap tara masih mewek.


"aku hanya berpura pura agar tidak mempermalukan keluarga ku, saat kau menarik ku tadi semua pandangan mengarah kepada kita makanya aku harus berpura pura romantis agar tidak dimarahi papaku nanti, dan apa kau lupa dengan rencana kita" jelas Vino panjang lebar dan tara tersenyum lebar


"ia aku ingat" ucap tara tersenyum


Ting,,,,,,


satu pesan masuk ke ponsel tara, tiba tiba tara merasa gugup dan seperti terburu buru untuk pulang.


"sayang, aku pulang aja ya, aku sudah lelah" ucap tara memelas


"baiklah, biarkan aku yang antar" pinta Vino


"baiklah, biar aku yang antar" pinta Vino


"tidak perlu, bagaimana nanti jika papamu tau" balas tara cepat


"aku bisa pulang sendiri menggunakan taksi" ucap tara lagi yang melihat ada ketidak percayaan dia mata Vino


"baiklah berhati hati saat pulang" ucap Vino lalu pergi masuk ke dalam kembali dan tara bergegas untuk pulang.


Sedangkan ica sudah turun dari panggung dan duduk di sofa bersama teman temannya dan teman teman Vino, terlihat ica dan faro tertawa lepas dan saling bercanda.


"ternyata sangat menyenangkan berbicara bersamamu faro" ucap ica sambil terus tertawa


"siapapun yang berteman dengan ku pasti akan senang" ucap faro percaya diri.


"sudah selesai bicaranya"ucap Vino dingin yang baru saja datang seketika suasana menjadi hening dan faro hanya bisa manahan tawannya, sedangkan ica hanya berpaling sambil memperlihatkan wajah kesalnya. bagaimana tidak kesal terhadap Vino setelah menariknya berdansa malah meninggalkannya begitu saja.


Acara nya sudah selesai sekarang hanya tinggal pengantin baru dan kedua orang tua mereka, ica dan Vino di suruh langsung istirahat dan para orang tua masih di luar berbicara.


Dalam kamar,,,,


Vino duluan masuk ke kamar mandi dan membasuh seluruh tubuhnya yang lengket, setelah Vino selesai giliran ica yang membersihkan diri, saat dikamar mandi ica lupa membawa baju gantinya. tapi karena masih kesal dia enggan meminta bantuan kepada Vino ica terus berdiri di dalam kamar mandi, menyadari ica tidak keluar keluar dari kamar mandi Vino pun mengetuk pintu kamar mandi.


" hei kau ngapain aja di dalam,, kenapa lama sekali huh,,"ucap Vino sambil mengebor pintu


"a-anu,,, aku lupa mengambil baju piamaku" ucap ica dengan nada ketus, mau tidak mau dia harus meminta bantuan Vino mana mungkin dia keluar menggunakan handuk.


"ck,,,, menyusahkan saja" ucap Vino beralih ke koper ica.


Setelah membuka koper muncul ide nakal di pikiran Vino.


"hehehe,, akan aku kerjain dia"ucap Vino


Disisi lain*


"oh,,, bagaimana ini mana mungkin aku memintanya mengambil cd dan bra ku, yang tadi sudah lengket sekali, tidak mungkin ak menggunakannya lagi" batin ica sudah gusar. tidak berapa lama Vino mengetuk pintu kamar mandi dan memberikan baju piamanya


Setelah memberikan itu Vino terkekeh dan kembali duduk di sofa kamarnya.


"mengganggu nya sesekali kan tidak masalah" ucap Vino terkekeh


"aku tidak sabar ingin melihat ekspresi wajahnya nanti" ucap Vino lagi terkekeh geli


Beberapa saat kemudian ica kembali memanggil Vino dan meminta tolong sesuatu.


"Vino,, boleh aku minta tolong gak?" tanyak ica


Vino yang sudah tau apa yang akan diminta ica hanya tersenyum nakal


"apa yang kau inginkan" ucap Vino sambil tersenyum


"em,,, anu,,, itu,,, em,, " gugup ica tidak tau harus mulai dari mana.


"apa yang kau inginkan cepat katakan aku memiliki banyak waktu" ucap Vino yang sudah mulai ngakak


"em,,, bisa tolong ambilkan cd dan bra ku" ucap ica


setelah mengatakan itu ica menunduk malu, Vino tersenyum nakal dan mengambil yang diinginkan ica


("besar sekali cd dan bra wanita ini")batin Vino melotot dan pergi menuju pintu kamar mandi setelah mengetuk pintu, ica membuka sedikit pintunya dan mengeluarkan tangannya, bukannya memberi Vino malah ikutan masuk, ica yang terkejut pun berteriak dan menutup dadanya yg sedikit terlihat dengan cara menyilangkan kedua tangannya.


"aakhgg,,,, apa yang kau lakukan huh,,, " ica berteriak dan membalikan badannya membelakangi Vino yang sudah tersenyum penuh kemenangan. melihat lekut tubuh ica dari atas hingga bawah, karena masih basah jadi tambah saksi jika dilihat. Vino menelan Saliva nya karena yang dibawah sudah menegang.


("ada apa dengan aku, saat aku melihat tara menggunakan pakaian yg minim tidak pernah merasakan hal ini")