I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Kesedihan & Kekecewaan Ica)



Keesokan harinya,,,,


Ica terbangun awal dia menyiapkan sarapan pagi lalu menatanya di atas meja, setelah selesai menata sarapan ica naik ke atas untuk membersihkan diri, tidak berselang lama vino keluar dengan menggendong tara mendudukkan tara di atas kursi dengan perlahan.


"sepertinya ada yang begadang nih,, bangunnya sampai kesiangan" ucap ica sambil menuruni tangga. ica berpakaian rapi seperti ingin pergi saja,, vino bisa merasakan hal aneh itu tapi dia tidak peduli.


"gimana vin,,, enak belah durennya?atau udh duluan jebol?" ucap ica lagi dengan nada yang mengejek.


"lo gila!! gw masih perawan dan vino orang yang pertama mengambilnya,, hiks,, hiks" jawab tara dengan disela sela tangisan.


"kau jaga mulut mu,, j*lang sepertimu tidak pantas mengatai tara dengan mulut kotor mu itu!" ucap vino sedikit berteriak dan menghentikan aktifitas makannya.


"ck,, yang dipanggil j*lang siapa,, yang sebenarnya j*lang tidak mau ngaku" balas ica langsung duduk di kursi tempat tara duduk,, karena kursi itu memang tempatnya dan vino saat sarapan bersama.


Ica dengan mudah mendorong tara sampai dia menyingkir dari kursi itu, dengan santai ica menaruh satu per satu menu makanan. vino yang kesal dengan sikap ica yang kasar terhadap tara pun naik pitam dengan cepat vino melangkahkan kakinya.


Plakkk


"DASAR TIDAK TAU DI UNTUNG, MASIH BERUNTUNG KAU TIDAK KU USIR DARI SINI, TAPI TIDAK KALI INI,, KAU PERGI DARI SINI SEKARANG JUGA!! CEPATTT!!!" teriak vino dengan keras sampai membuat ruang itu berdengung, tara tersenyum menang dan dia pun mulai berakting.


"sudah vino,, biarkan saja dia,, aku baik baik saja kok, hiks" ucap tara berakting supaya vino mengasihani dirinya, dan terhindar dari ketahuan nya bahwa dirinya sudah tidak p*rawan.


"kau lihat,,, wanita yang kau katai j*lang ini,, menangisi mu dan meminta agar aku mengampuni mu!" ucap vino tegas sambil menunjuk tara.


"jijik gw nangis demi dia,, kalau bukan karena hartamu amit amit gw mau berakting gini" batin tara.


"HHAHAHAHAHAA!! PUJI!! AYO PUJI SEPUASMU,, PUJI J*LANG KESAYANGAN MU ITU SAMPAI KAU LUPA DUNIA, MATAMU TELAH DITUTUP DENGAN WAJAH POLOSNYA ITU, DAN KAU LUPA UNTUK MELIHAT KEBELAKANG DI BALIK KEPOLOSANNYA TERSEMBUNYI WANITA YANG EGOIS DAN HAUS HARTA, DIA MENDEKATI MU SEMATA MATA HANYA UNTUK HARTA KAU TAU VINO!!" teriak ica tidak kurang keras.


"DAN LAGI,, KAU BAKAL NYESAL KALAU KALI INI JUGA MEMPERCAYAINYA,, KAU TERLALU TERLENA DENGAN OMONGAN MANISNYA" ucap ica lagi dengan senyum gentir.


"AKU TIDAK MEMBENCIMU TAPI AKU KASIHAN KEPADAMU KARENA TERLAH DI MANFAATKAN OLEH J*LANG ITU" ucap ica berapi rapi sambil menunjuk lantang ke arah tara.


"AKU KECEWA KEPADAMU,,KAU AKAN MENYESAL,,, Aghkkk" ucap ica lesu lalu karena jambakan vino ica berteriak karena kesakitan.


"Sudah? sudah ceramahnya? kau membuat mood pagiku hilang sekarang kau tidak boleh kemana mana tunggu aku pulang dan kau akan mendapatkan hukuman mu,, sekarang aku akan mengantar CALON ISTRI KU" ucap vino menekan kata istriku di depan wajah ica lalu melepas jambakan itu dengan kasar membuat ica sedikit menahan perutnya agar tidak terbentur lantai.


ica hanya tersenyum gentir melihat kepergian vino dan tara dengan tara dirangkul mesra oleh vino.


"kau memberi pengalaman terindah bagi ku di pertemuan terakhir kita,, aku akan selalu mengingat kejadian hari ini" ucap ica menundukkan kepalanya dan menangis tersedu sedu.


"dan aku akan menjaganya sendiri,, kau akan tau bahwa kita memiliki seorang malaikat kecil yang sedang berkembang di rahim ku,, tapi kau tidak akan menemukannya dan aku tidak akan membiarkan kau bertemu dengannya" ucap ica lagi sambil mengelus perutnya yang masih rata.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


ica telah selesai berkemas dia berencana untuk pergi setelah menulis dan meletakkan semua bukti di lemari rias, ica merasa akan merindukan suasana rumah itu,, berkali kali ica menghapus air matanya.


Sebelum ica benar benar pergi dia telah memasak beberapa menu untuk vino makan saat pulang sore nanti. ica tidak membawa apapun yang vino berikan, hanya beberapa bajunya yang dia beli sendiri dengan uangnya.


Ica berniat pergi ke rumah orang tuanya dan sebelum itu ica menelpon Rio bahwa dia akan menginap satu malam sebelum dia benar benar pergi.


Sesampainya di rumah Arya dan Rossa....


"ma, pa!?" panggil ica yang melihat orang tuanya duduk berbincang di teras rumah mereka.


"ica!?" panggil Arya dan rossa bersamaan.


"Apa yang kau lakukan di sini nak,, dan dimana vino? apa dia tidak ikut?" tanya rossa.


bukannya menjawab ica melainkan memeluk erat ibu angkatnya itu sambil menangis keras.


"Bolehkan aku menginap disini untuk sehari saja ma pa? tanya ica setelah melepaskan pelukannya.


"kau kenapa nak?" tanya Arya kali ini.


"udah deh pa,, biarkan ica masuk dulu" ucap rossa menuntun ica masuk.


ica hanya terdiam dan orang tuanya hanya saling menatap dan tau kalau anak tunggalnya ini sedang ada masalah dengan suaminya.


Arya dan rossa memilih tidak menanyakan apapun dulu, membiarkan ica istirahat dulu.


ica memasuki kamar nya dulu,, masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah,, mama nya selalu membersihkan dan mengunci kamar itu agar kenangan ica selalu ada.


ica menatap keliling kamarnya,, dia akan melihat kamar itu untuk terakhir kalinya.


ica mendapatkan pesan dari teman temannya bahwa misi selesai dan ada kabar bahwa tara akan menghabiskan malam dengan om om yang menyewa nya.


(dasar mata duitan tara๐Ÿ˜‘)


...(pesan GC)...


"ca,, gw dapat kabar bahwa tara bakal habisin malam ini dengan salah satu om om yang menyewanya" ucap lisa


^^^"bagus,, kalian harus bantu gw sekali lagi"^^^


"kita bantu apa ca?" tanya melda.


..."kalian harus pancing supaya vino pergi ke tempat tara menghabiskan malam bersama om om itu" ucap ica....


"baik lah" jawab lisa dan melda.


...(GC OFF)...


"huhfff,,, melelahkan sekali" ucap ica merebahkan tubuhnya ke ranjang dan memejamkan matanya.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Waktu makan malam....