
*****
ica sudah sampai di depan pintu.
"semoga dia sudah tidur" ica memohon agar vino sudah tertidur.
tapi saat masuk terlihat semua ruangan gelap,, dan ini bagus untuk ica,, supaya tidak ketahuan.
baru juga beberapa langkah ica berjalan terdengar suara berat yg membuat langkahnya terhenti.
"baru pulang?"
"dari mana saja kau"
"bu,, bukan urusan mu" jawab ica gugup dan meneruskan jalannya menaiki tangga dan masuk ke kamarnya, vino yang merasa tidak berharga naik pitam dan masuk ke kamar ica. ica sedang membersihkan dirinya, saat ica ke luar terlihat vino sedang merebahkan diri di ranjang besarnya ica.
"apa yang kamu lakukan disini?" tanya ica,,, walaupun tidak dianggap istri tapi vino tetaplah suaminya jadi dia harus tetap menjaga tutur katanya.
"ini kediamanku jadi terserah dimana pun aku berada" jawab vino enteng.
ica mendengus dan berjalan ke ruangan ganti pakaian menggunakan piama malamnya setelah itu mengambil selimut dan menuju ke sofa, vino kesal dan menatap yang dilakukan ica.
"apa yang kau lakukan hemm,,?" tanya vino dengan tajam.
"aku tidak sudi tidur seranjang dengan mu,,," ucap ica.
"(karena kau tidak mencintaiku)" batin ica seperti di tebas padang sangat sakit dan perih.
vino mengerang dan maju ke arah ica,,, karena menyadari pergerakan vino ica perlahan lahan juga ikut mundur.
"a,, apa yang kau lakukan,, huh,, " tanya ica.
ujung bibirnya terangkat dan dia terus mendekat hingga ica tidak bisa kemana mana lagi,,
"ck*** " umpat ica.
ica ingin lari tapi dengan gerakan cepat vino menarik tangan ica dan kembali menyudutkan nya ke dinding,, jarak mereka benar benar sangat dekat.
"mau kemana huh,,, aku akan mengambilnya malam ini" ucap vino,, sambil tangan kanannya mengelus tangan mulus ica di balik piama panjangnya itu,,
ica melotot dan mencoba memberontak tapi tenaganya kalah jauh dari vino,,
"kau tidak mau seranjang dengan ku buka?,, maka malam ini akan menjadi malam dimana kau akan menjadi milik ku seutuhnya,, jadi kau tidak bisa mengelak dari ku lagi,, hehehe" ucap vino sambil tertawa iblis.
ica benar benar sudah ketakutan,, badannya bergetar karena tangan vino sidah menjamah tubuh atasnya,,, entah mendapat kekuatan dari mana ica dengan sekuat tenaga mendorong vino mungkin karena vino lengah dengan permainannya hingga ica bisa terlepas,,, ica ingin keluar tapi sayang pintunya otomatis,, dan pengendalinya ada pada vino. vino tersenyum sambil menunjukkan pengendali pintu di tangannya.
"buka pintunya!!" teriak ica. dia benar benar sangat kesal dengan vino.
"setelah kita membuat malaikat kecil untuk mama" ucap vino lagi dengan cepat menyerang ica,,, men*is*p kasar b*bir ica dan turun ke leher je*jan* ica memberi ta*da kepemiki*an dia sana,, ica menegerang dan sesekali men*es*h karena permainan vino sangat hebat.
sampai membuat perutnya geli,,, perasaan apa ini?,, begitulah pertanyaan yg ada di pikiran ica sekarang.
dengan sekali gerakan vino mengangkat tubuh mungil ica dan menjatuhkannya di atas ranjang,, ica kembali ingin lari tetapi sia sia saja karena sudah duluan di kunci oleh vino,,,
dan di malam itu ica kehilangan mahkotanya,, hartanya yg paling berharga.
*****
"begitulah kenapa tanda ini ada,, aku lupa untuk memakaikannya salap karena terburu buru,, bahkan ****** masih sangat sakit,, aku coba sebisa mungkin untuk berjalan normal tetapi nyarinya akan tetap ada.
" ja,, jadi sekarang kau sudah tidak pa*awa*?"tanya melda.
"hemm,, begitulah" jawab ica sedangkan lisa sama Mia masih mematung hingga gertakan meja mengejutkan mereka.
"baj*ng*n kau!!" pekik lisa karena terkejut
"eh kodok tampan" latah Mia karena ikutan kaget,, ica dan melda hanya mengelus dadanya karena jaget.
"sayang,, kalian sedang membicarakan apa? sebentar lagi masuk,, ayok bubar" ajak riko,, ya siapa lagi kalau bukan riko.
"hufff,,, ok" ica hanya membuang nafas dan bangun dari kursinya. begitu juga dengan teman tamannya.
tapi saat setengah perjalanan ica tiba tiba kebelet dan menyuruh mereka duluan sedangkan ica ke toilet dulu.
________
setelah selesai ica ingin kembali ke kelas tapi dia melihat seseorang berdiri tepat di depannya.
"aakhgg,,," pekik ica karena terkejut.
"kau!!" ucap ica lagi sambil menunjuk seseorang itu.
"ia,, ini aku suami sah mu,,," jawabnya,,, siapa lagi kalau bukan vino.
"apa lagi sih kenapa kau tidak bersama dengan kekasihmu tara saja huh,,, kenapa kau selalu mengganggu ku" kesal ica sampai ngosngosan.
"apa kau cemburu?" tanya vino sambil menyungihkan senyum nakalnya.
"ck,, kepedean sekali" ucap ica sambil menerobos dari depan vino tapi vino kembali menarik ica dan membawanya ke pelukannya setelah itu berbisik.
"jika kau masih dekat dengan pria itu akan aku pastikan besok kau tidak bisa berjalan" bisik riko membuat bulu kuduk ica merinding.
"ck,, dasar mesum" ucap ica dan pergi dari situ
"aku tidak bercanda dengan perkataan ku,,,, baby!?" ucap vino dengan menekan kata kata baby nya.
"huh,,, menyebalkan" gumam ica dan berlalu hilang dari sana.
.
.
.
.
[author up 2 bab hari ini,, mungkin besok author gak up ya,, jangan lupa like, komen & vote]