I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Kemarahan Vino)



"yakin?" tanya pria itu.


"wajahnya benar benar gak bersahabat ni" tambahnya lagi.


"yakin,,, tenang saja kita nikmati dulu drama suami istri ini" ucap temannya pria itu.


"yaudah lah serah" ucap pria itu ikut menyaksikan yang sedang terjadi di depan mereka.


Kapal pun sudah sampai di pesisir pantai, jelas terlihat vino dan teman temannya Ica sudah berkumpul.


"mati lo ca,,, lo sih pergi gak izin suami" batin lisa degdegan.


"nah kan gimana ini,, mampuss dah Ica sekarang" batin melda geleng geleng.


Ica sudah turun dari kapal dan berlalu melewati vino tapi suara vino menghentikan langkahnya, vino pun berbalik menatap punggung Ica yang membelakangi nya, dan berjalan menghadap ke arah Ica.


Seketika Ica melotot dan panik, sekarang apa yang harus dia lakukan riko masih berada di sini, dengan cepat Ica melirik teman temannya memberi isyarat untuk membuat riko tidak menyaksikan perdebatan dirinya dengan vino.


Dengan mudah melda dan lisa pergi membuat riko untuk sibuk dengan mereka, sedangkan Mia berjaga jaga supaya tidak dicurigai oleh riko.


"rik,,apa yang ada di kaki lu" ucap lisa tiba tiba dan riko langsung melihat ke bawah.


"hemmm,, bukan apa apa,, emangnya ada apa?" tanya riko sambil menaikkan sebelah alisnya.


"hehehehe,, gak ada kok gw cuma canda" ucap lisa sambil cengengesan.


"gila,, susah banget sih buat naklukin hati si es batu ini,, cuma Ica yang bisa buat mencair" batin melda kesal.


"emmm,, rik ayo kit,,, " ucap lisa terpotong karena riko sudah menuju ke arah Ica dan vino berada.


"yak,, yak,,, rik,,, woiiii tungguin gw, main kabur kabur aja lo" teriak lisa mengejar riko.


Sesampainya di sana Ica melotot saat melihat riko sudah berada di sebelahnya.


"apa yang terjadi,, kenapa kau marah sekali" tanya riko dingin+ sambil melihat ke arah vino.


Sekarang Ica berada di belakangnya riko dan vino berhadapan dengan riko. Ica memohon dengan isyarat supaya tidak mengatakan yang sebenarnya.


"aku mohon,,, jangan kasih tau yang sebenarnya,, aku mohon vin" batin Ica memohon sambil menyatukan tangannya di depan dadanya dan mengangguk anggukkan kepalanya pelan.


Awalnya vino ingin mengatakan yang sebenarnya tapi tiba tiba terbesit ide yang sangat bagus sehingga dia menyetujuinya.


"buku gw ketinggalan sama Ica" jawab vino.


"ck,, kan bisa lo tunggu besok,, apa sepenting itu sampai menyuruh kapal putar balik,, ganggu kencan orang saja" jawab riko sambil memicingkan matanya.


Rahang vino sudah mengeras dan ingin sekali menonjok wajah di depannya sekarang tapi lagi lagi Ica memohon agar tetap bersabar.


"kau akan membayar mahal atas semua ini Ica" batin vino menahan kemarahannya.


"gw perlu sekarang,, mau gak mau dia harus mengambilnya" ucap vino dingin.


"siapa kau berani beraninya memerintah pacar gw huh,," ucap riko agak memajukan langkahnya.


"gw suaminya!? lo bisa apa huhh!!" batin vino lagi lagi menahan amarahnya.


"terserah lah,,,yang penting gw mau buku gw" ucap vino sambil melihat Ica yang berada di belakang riko.


Ica menelan saliva nya dan menunduk karena tidak berani menatap wajah vino,,ica tau tatapan itu akan berdampak buruk baginya nanti.


"huh,,, gw terima saja lah apa yang akan terjadi memang ini kesalahan gwπŸ₯²" batin ica pasrah.


"jangan lo tatap ica gitu,,,kalau lo mau sekarang bukunya,, baiklah tunggu di sini" ucap riko ingin menarik tangan ica tapi dengan cepat Ica menjauh karena melihat tatapan tajam vino.


"gak perlu deh rik,, aku bisa pulang sendiri,, emmm,, kalian lanjutin aja mainnya, nanti gw balik" ucap Ica kepada teman temannya.


"ck,, mau balik lagi,, jangan mimpi" batin vino mengerang.


"kau tidak apa apa pergi sendiri by?" tanya riko.


"BY!!!" batin vino kesal.


"gak apa apa kok" ucap Ica sambil tersenyum manis.


Dan dengan mudah riko mengangguk dan mengelus lembut rambut Ica.


🌴🌴🌴🌴🌴


"oh my god,,,, ini gila,, benar benar gila" ucap seseorang,, siapa lagi kalau bukan pria tadi yang bersembunyi di balik bebatuan laut.


"hussstt,,," temannya malah membungkam mulutnya.


"ck,, apa apaan sih,, jangan berisik kenapa" ucap temannya itu.


"biasa aja kali gak usah main nutup mulut orang juga,, mana bauk ******' lagi" ucap pria itu sambil menatap temannya itu jijik.


"enak aja,, tangan gw wangi ya,,, sembarangan banget kalau ngomong ihh" ucap temannya itu tidak mau kalah.


Akhirnya pertengkaran mereka malah mengalihkan pandangan semua orang termasuk vino, ica dan temannya.


"RIAN, FARO? " Panggil vino.


"kenapa kalian bisa ada di sini?" tanya vino lagi.


"ehh,, vino,, gk kok kita cuma sedang berlibur disini,, dan tiba tiba kita lihat lo sama isss,, eh maksudnya ica lagi bertengkar,, hehehe,, ada masalah apa emangnya?" jawab Rian cengengesan.


"hemmm,,,gak ada masalah apa apa" jawab vino. dan kembali berhadapan dengan ica dan riko.


"ayoo,," ucap vino mempersilahkan ica jalan duluan.


"hemm,, ia,, gw duluan ya teman teman nanti gw balik" teriak ica mencoba untuk bersikap biasa saja.


"gw yakin lu gk balik,, hahahaha" batin lisa tertawa.


"yakin banget lu ca diizinin ke sini lagi sama singa itu" batin melda.


"hadeh,,, ica terlalu percaya diri" batin Mia gelang gelang sambil tersenyum.


"bukannya ica terlalu yakin ya?" tanya Rian sambil melihat ke arah faro begitu juga dengan faro yang melihat ke arah Rian.


"hahahahahaha!!!" tidak beberapa saat kemudian tawa mereka pecah, membuat semua pengunjung terkejut begitu juga dengan teman teman ica, riko hanya menatap mereka dingin.


"kalian kenapa?" tanya lisa.