I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Bertemu dengan keluarga asli)



Pukul 00.00


di sisi lain,,,,


Duarrrr⚡⚡⚡


petir berlomba lomba menyambar lautan semua kapal yang berada di lautan menjadi panik dan berusaha agar terhindar dari bencana itu.


jika semua orang panik tapi tidak dengan seorang wanita yang duduk di sebuah box penyimpanan barang penumpang kapal, ya wanita itu adalah Ica, ica kecewa dan menangis didalam sana tanpa bersuara.


sebelum sempat ica menaiki kapal ica sempat melihat mama dan papanya yang berada di sekitar pantai tempat dia berada dan yang lebih parahnya di sana juga ada varo dan freya, tapi tidak beberapa lama ica melihat keberadaan vino yang berantakan dengan baju yang compang camping.


Melihat kondisi vino ica hanya tersenyum gentir dan meneruskan langkahnya kedalam kapal pencari ikan itu.


ica kecewa dengan orang tuanya yang memberitahukan keberadaannya dan juga soal dia harus kembali bertemu dengan Riko, untung dia bisa pergi dengan cepat membuatnya tidak harus bertemu dengan pria yang masih berstatus pacarnya itu, mereka belum sempat putus ica kehilangan kontak dengan Riko sejak insiden dia diculik.(yg gk ingat buka kembali episode diculik)


"hiks,, hiks,, aku pergi untuk selama lamanya, aku akan menjaga kandungan ini, untuk itu aku akan menjelaskan semuanya kepada ratu nantinya" tangis ica sambil mengelus perutnya.


"aku harap bg Rio sudah berada ditempatnya" batin ica.


ica sedikit terkejut lantaran box yang dia masuki ter ombang ambing hingga membuatnya berteriak histeris dan,,,,,


Byurrrrrr


Box yang ica masuki jatuh ke laut dengan kapal itu juga ikut terbalik diterjang ombak.


ica membuka sedikit matanya dengan remang remang ia melihat kapal yang tenggelam beserta penumpangnya.


ica sudah hilang harapan saat tubuhnya perlahan tenggelam, ica menangis memikirkan dia akan kehilangan nyawanya beserta anaknya.


"maaf kan mama sayang, mama tidak bisa melindungi mu, bg Rio dimana, kenapa gk nolong aku" batin ica mulai memejamkan matanya.


Grepppp,,,


"kau baik baik saja adik ku?"


suara itu membuat ica kembali membuka matanya tapi masih tidak menjawab hingga Rio memasangkan sebuah kalung ke leher ica membuat ica seperti di sengat listrik.


permata kalung yang tadinya berwarna putih berubah menjadi ungu gelap, seketika ica bisa bernafas di dalam air dan kakinya berubah menjadi setengah ikan(mermaid) rambutnya menjadi ungu ekor kuda, dan matanya berubah menjadi ungu cerah, pakaian dan aksesoris tubuhnya berubah seperti seorang putri.


ica menatap dirinya terkejut dengan sirip yang indah dan mahkota kecil yang berada di kepalanya. tapi yang membuatnya lebih terkejut kalung itu terus bersinar dan perlahan cahayanya meredup dan terukir lah huruf A ditengah tengah batu berlian itu.


ica masih kaku dengan ekornya dan kesudahan untuk bergerak, Rio yang melihat itu terkekeh dan menjulurkan tangannya.


"butuh bantuan?" tanya Rio.


ica hanya tersenyum kikuk dan menerima uluran tangan Rio, setelah itu ica dibawa ke istana berhadapan dengan ratu rossa.


Begitu sampai ica berbinar melihat indahnya istana bawah laut,, bahkan ini lebih indah dari buku dongeng yang pernah dia baca.


"Ayo" ajak Rio memimpin.


ica hanya mengangguk dan belajar membiasakan dirinya untuk berenang menggunakan sirip.


Crekkkk


pintu aula istana terbuka memperlihatkan semua orang yang berada di sana, marissa menghampiri Rio dan ica memeluknya erat dan menangis melepas rindu dengan keponakan nya itu.


"kau kembali Alica, aku merasa lega setelah melihat mu" ucap marissa menghapus air matanya.


"kau terlihat cantik seperti ibumu" ucap marissa lagi membelai pipi alica.


ica hanya tersenyum dan matanya berhenti melihat seorang mermaid perempuan yang menatapnya berbinar dan jika dilihat mereka sedikit mirip.


Marissa yang melihat pandangan ica pun tersenyum dan memperkenalkan mermaid itu.


"Dia Amyra, adik mu" ucap marissa menjelaskan. dan amyra yang sudah tidak sabar ingin memeluk kakaknya itu pun menghampiri ica lalu ikut menangis seperti yang dilakukan marissa.


"aku merindukan mu,, bahkan aku tidak melihat wajahmu, tapi sekarang aku sudah melihatnya, dan aku sangat bahagia kakak" ucap amyra terus memeluk ica, ica membalas pelukan itu dan tersenyum menatap adiknya itu.


"aku juga senang bisa bertemu dengan mu" ucap ica tersenyum.


"Alica, kau sudah genap 20thn kan, dan sekarang kau akan tinggal disini bersama kami" ucap marissa memecah keheningan diantara mereka.


"ia ratu,, aku akan tinggal disini mulai sekarang,, tapi ada yang ingin aku katakan,, bolehkan aku mengatakannya yang mulia?" ucap ica sedikit membungkuk.


"kau tidak perlu terlalu formal aku ini bibik mu, kau panggil saja aku bibik, dan kau dipersilahkan untuk mengatakan yg ingin kau katakan itu" jawab marissa.


"baik yang, eh bibik maksudnya,,, aku cuma mau mengatakan kalau aku membawa malaikat kecil disini" ucap ica sedikit gugup untuk menatap marissa.


tapi tidak ada tanda tanda kemarahan marissa, lalu ica mendongak dan melihat marissa sedang menangis dan ica sedikit bingung.


"kenapa bik?" tanya ica mulai khawatir.


"aku cuma terharu karena sebentar lagi akan menjadi nenek,, hiks" ucap marissa.


ica hanya tersenyum tipis dan menatap Rio, Rio hanya mengangkat bahu dan terkekeh melihat ekspresi bingung ica.



**Jangan lupa like, komentar & vote ya,, udh lama kalian gk komen author🥺kasih author semangat biar semangat up nya.


mksh yang udh baca cerita "I MERRIED A MERMAID" bye bye😘👋**