
...🏚️Mansion Rahadiningrat...
"Hah?! Ap apa maksud bos?"
"Iya gue akuin gue emang putus dari Bianca tapi bukan berarti gue single setelahnya gue masih bertunangan dengan gadis lain Lo Tor?"
"Wow bagaimana bisa bos?"
"Yah begitulah gue udah ngelurusin semua kesalahpahaman yang terjadi diantara kami Tor, jadi sebaiknya kamu tidak usah terlalu menanggapi pertanyaan pertanyaan perihal masalah pribadiku, tanggapi permintaan kerjasama tanpa ada unsur lain yang di campur aduk dengan masalah pribadi Tor."
"Lalu apakah calon nyonya besar kita apa benar Kimberly bos?"
"Dari kejauhan mungkin kamu sudah melihat gerak-gerikku yang Aneh jika didekatnya."
"Terimakasih pada karyawan baru itu kalo begitu, karenanya boss kita bisa kembali bijak dan bisa tersenyum dengan manis pada bawahannya lagi ya nggak?"
...Heh tersenyum ta i kucing dari dulu tuh si boss nggak pernah sama sekali tersenyum dengan siapa pun. Mungkin dengan bersatunya kembali boss dengan mantan kekasihnya bisa membuat suasana kantor menjadi lebih hiduplah seperti mempunyai boss manusia normal dan bukan robot...
"Ya udah terusin dulu kerjaan kamu kalau ada apa-apa kabari lagi aku ya soalnya Kimberly lagi ada di mansionku jadi aku juga nggak tega ninggalin dia sendiri."
"Upss maaf mengganggu waktu Bos bermesraan kalau gitu Bos sok atuh lanjutkan Bos saya pamit undur diri dulu Selamat siang bos selamat berkencan dengan leluasa."
Call Ended..
...Torry Torry ada-ada aja Masa sih gue ini nggak pernah tersenyum sama sekali ah mungkin ini hanya perasaan para karyawan gue aja gimana bisa gue nggak bisa tersenyum, kan emang dari dulu muka gue begini emang gue juga nggak suka diam-diam senyum-senyum nggak jelas kan Terus apa Gue disuruh tiba-tiba tersenyum dengan Gigi gue terlihat malah matiin aneh jadinya bisa-bisa kayak orang gila gue hiiii.....
Gumam Jeremy pelan dalam hatinya sambil berjalan melewati para maid menuju ke kamarnya di lantai 2.
"Selamat sore tuan muda."
"Selamat sore Lukas Bagaimana keadaan Kimberly Apakah dia baik-baik aja? Apa dia sudah bisa berjalan? Apa dia sudah makan? Apa dia sudah mandi? Apa dia sudah bangun dari tidurnya? atau apakah dia sakit? Lalu bagaimana baju gantinya Apakah kamu sudah memberikan bajuku untuk dia ganti?"
"Maaf tuan muda Apakah saya boleh tertawa lebih dulu?"
"Yah tertawalah Lukas kamu bebas, tertawa itu adalah salah satu hak kamu Lukas, silakan tertawa dulu."
"Pffttt hahahhaha, Maaf tapi Baru kali ini saya melihat tuan muda bertingkah seantusias ini sebelumnya tuan muda selalu merenung cemberut murung dan tidak pernah sama sekali menyapa kami para maid di Mansion ini, Baiklah saya akan menjawab pertanyaan tuan muda satu persatu."
"Maka dari itu Nona kami jaga supaya tidak usah turun untuk makan dan kami mengiriminya makanan baik sarapan dan juga tadi saat makan siang. Setelah itu nona terlihat sibuk menelpon seseorang mungkin temannya kemudian juga mengabarkan kepada orang tuanya mengapa Nona masih belum juga bisa pulang. Selanjutnya Nona tidur kembali dan kami juga memberikan vitamin untuknya agar bisa lebih segar setelah itu ya begitu deh tuan muda kami memberi vitamin untuk "itu" Tuan, agar stamina Nona tetap terjaga dan lebih segar juga lebih fresh."
...BLUSH...
Semburat pink kemerahan di wajah tampan Jeremy pun terlihat oleh Lukas karena Jeremy mulai salah tingkah dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya Jeremy pun mulai mengalihkan pembicaraan lagi dengan luka saat luka sudah mulai tahu bahwa Jeremy terlihat sudah menemukan cintanya yang hilang kembali.
"Untuk baju yang dikenakan Nona Kimberly ada sepasang piyama baru yang belum dipakai oleh nyonya besar ya kami paramit berinisiatif untuk memberikannya kepada Nona Kimberly saya pastikan nyonya besar tidak mengetahui tentang hal ini karena setelan piyama baru milik nyonya besar begitu banyak sehingga pastinya beliau tidak akan keberatan Kalau salah satunya dipakai untuk tamu kesayangan tuan muda."
"Yah bagus-bagus kali kalau begitu." sambil masih berbicara dan juga mengangguk-anggukan kepalanya Jeremy pun berjalan menuju ke kamarnya setelah berbicara dengan Lukas di depan lift di lantai 2 tadi.
"Baik silakan melanjutkan kegiatan saya permisi dulu ke lantai 1 Kalau tuan muda nanti membutuhkan saya hidupkan saja loncengnya saya akan segera datang."
"Baik Lukas kamu boleh pergi selamat bekerja kembali."
Kemudian dengan senyum malu-malunya Jeremy pun melesat menuju ke kamarnya untuk melihat sang pujaan hatinya sedang apakah gerangan gadis cantik itu sekarang? dengan kekhawatiran yang begitu memuncak Jeremy pun perlahan-lahan membuka pintu kamarnya tanpa memberi tahu Kimberly terlebih dahulu karena takut Kimberly nanti malah terjaga dan tidak bisa beristirahat dengan nyaman.
Sambil perlahan lahan dilihatnya sang kekasih hati sang tunangan diam-diamnya sedang tertidur dengan nyaman lalu di peluknya hangat dari belakang dan di dekapnya erat. Jeremy pun melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Kekasih cantiknya itu sampai si empunya tubuh mungil pun bereaksi saat tubuhnya di beri kehangatan lewat dekapan hangat dari arah belakang.
"Hmmm Jeje kah?" Ily langsung memutar tubuhnya untuk mencari tahu siapa gerangan tubuh kekar yang sudah mendekapnya dan memberikan dekapan hangat dari belakangnya ini.
"Iya Mok, udah makan? masih sakit ya?"
"Iya tadi aku nanya-nanya gitu Ama si Jumi perihal mantan peraw an tu gimana rasanya, apa memang sebegini dahsyatnya sampai nggak bisa bangun dan keluar darah?"
"Terus dia jawab, dulu malah si Jumi nggak bisa ngapa-ngapain cuma di tempat tidur seharian dan dia bilang obat mujarabnya ya ber cinta lagi dan lagi sampai tubuh aku terbiasa dengan serangan nikmat itu."
"Ehem ehem kode ya?" Jeremy pun tersenyum penuh arti dengan mencium bi bir menggoda kekasih cantiknya yang sudah berhadap-hadapan dengannya tanpa jarak sedikitpun. Kemudian Jeremy pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk memberikan se sapan demi se sapan juga beradu lidah sampai Kimberly pun mengaitkan dan membentuk simpul kedua tangannya ke leher bidang tunangan tampannya itu agar posisi ci uman itu bisa sedalam dan senyaman serta bisa berlangsung dengan durasi yang lama.
To be continued
...Berharap Readers ippiiieee mau komen di bab ini, Ayoo kritik deh cerita ippiiieee sampe menjurus gpapa kok, ippiiieee harap bisa komunikasi 2 arah dengan readers ippiiieee semua, untuk cerita ippiiieee di masa yang akan datang agar tidak monoton dan ngebosenin juga. Kalian suka nggak suka atau benci, boleh juga deh request mau dibikinin cerita yang kaya gimana, sok Kaka semua silahkan request, asal ceritanya lagi viral dan ramai di mana-mana yang genrenya kaya gitu. Berharap Readers semua selalu suka dengan alur yang ippie buat. Kedepannya ippiie pengen Kaka semua lebih kritis lagi dengan cerita yang ippie buat Lo. Ippi ikhlas di caci dan di maki demi kemajuan cerita ippiiieee ke depannya....
...Ini semua bukan untuk ippiiieee untuk kalian para Readers yang selalu setia ngikutin cerita ippiiieee dari awal sampai akhir, jangan segan segan untuk memberi koment yang pedas juga silakan. Ippie buka lebar pintu koment di setiap Novel yang ippi buat atau kirim pesan pribadi silahkan aja ippi malah makin bersemangat untuk berkarya jika kalian semakin mengkoreksi karya yang ippiiieee buat hati kalian berbunga-bunga karena seolah-olah masuk ke dalam ceritanya ke kehidupan kalian sehari-hari. For last but not least i hope u guys can stay put in my story forever mmmuuajh😘😘😘...