
Permisi...
Seorang perawat membuyarkan adegan romantis kami, kami pun seperti orang yang terpergok selingkuh.
"Maafkan saya tiba-tiba mengganggu aktivitas mas dan mbak saya hanya mau memberikan obat untuk malam ini kepada mbak Naima."
Lalu Arsen pun dengan wajahnya yang putih kemerahan seperti tomat busuk celingukan tak karuan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Oh yah silakan silakan."
Tapi berbeda denganku. Aku yang merasa tidak gerogi sama sekali aku malah senang menunjukkan ke semua orang bahwa aku juga patut dicintai Aku juga ingin memiliki kekasih Lalu aku pun mengusap saja bibirnya karena belepotan terkena saliva kita berdua aku ustaz bibirnya dengan jariku agar dia tidak merasa malu bahwa aku juga mendukungnya aku masih berada di sini bersamanya.
"Silakan diminum mbak obatnya dan juga ini makan malamnya, permisi silakan dilanjutkan lagi aktivitas yang tertunda." perawat itu pun tersenyum penuh arti karena sudah menginterupsi romantisme pasangan muda muda mudi tak tahu tempat itu.
"Terima kasih."
"Apa kamu nggak lapar Kamu bisa memakan makananku ini karena aku sudah kenyang Aku hanya meminum obatnya saja."
"Lalu bagaimana denganmu Apa kamu tidak lapar?"
Lalu aku pun menawarinya..
"Apa kamu mau kita makan sepiring berdua?” aku pun menggodanya dengan menawarinya makan sepiring berdua toh kita juga sudah bertukar saliva kita bisa makan sepiring berdua di sini. Lalu dia pun tersenyum penuh arti.
"Boleh."
Dia lalu mengambilkan ku sendok untuk makan kita berdua sayangnya sendoknya hanya satu dan garpunya juga hanya satu jadi kita pun bergantian saling menyuapi satu sama lain. Arsen yang menyuapiku makan tapi rasanya terlalu kaku jadi sendoknya pun aku ambil dan aku suapkan kepadanya.
Kita pun saling suap menyuapi tapi aku hanya butuh 3 sendok saja karena perutku yang kecil tidak bisa memakan begitu banyak makanan.
"Aku sudah kenyang teruskan saja habiskan."
"Maaf mungkin sebaiknya setelah ini kalau kamu sudah sembuh aku akan memesankan makanan online karena rasa makanan di rumah sakit sangat hambar sekali."
"Oh ya aku lupa kalau kamu terbiasa dengan makanan mewah tapi kalau aku sangat bersyukur makanan rumah sakit seperti ini merupakan makanan yang terenak bagiku Karena tiap harinya aku beli makanan di warung dan uang sakuku tiap bulan harus diirit banget. kadang kadang pun kalau uang bulanan sudah kehabisan aku harus beli Indomie untukku bertahan hidup sampai 1 bulan.
Arsen pun terenyuh dengan keterangan yang aku sampaikan. Dia tiba-tiba memelukku erat dan mencium rambutku lalu mencium keningku aku tidak tahu apa yang dia rasakan tapi aku merasa dia sudah menyukaiku saat itu.
Lalu dia berkata..
"Maafkan aku, aku tidak tahu kalau kamu mengalami begitu berat beban di kehidupan ini bolehkah aku sedikit lebih dekat denganmu memperhatikanmu mulai sekarang?"
"Hah hahaha hahaha kamu lucu sekali kak, kamu yakin hahaha kamu nggak tahu ya aku ini adalah murid yang paling dikucilkan di sekolah karena aku satu-satunya murid miskin yang bersekolah di sana.
Tanpa itu semua, aku mungkin tidak bisa bertahan hidup. Orang tuaku hanya mengirimiku seadanya saja selebihnya untuk mereka bertahan hidup di negeri orang.
Aku tidak terlalu ambil pusing dan memikirkan bagaimana aku nanti harus bertahan hidup.
"Jadi memang benar pertanyaan waktu itu kamu di-bully oleh mereka dan kamu didorong sampai tersungkur kan kalau aku tidak mengangkatmu mungkin kamu luka kamu akan lebih parah dari ini.
Yah aku sudah terbiasa dengan itu semua mereka tidak menginginkanku berada di kelas Itu karena setiap setiap nilaiku diumumkan dan aku menjadi terbaik di kelas. Saat itu pula aku akan terluka lagi. Mereka lelah dengan prestasi yang selalu didapat oleh siswa miskin sepertiku."
Lalu arsen pun mulai mengotak-atik ponselnya dan menelpon seseorang.
"Carilah beberapa orang yang suka membully Namia di kelas 12 E catat nama-namanya dan laporkan kepadaku kalau perlu yang mendengar dan yang ikut memprovokasi catat semua namanya cepat kamu harus segera mengirimkan nama-nama itu kepadaku!"
"Baik bos laksanakan!"
****
"Tapi Kak jangan sampai kakak terlibat kekacauan karena aku. Aku tidak mau karena hidupku sudah sulit aku tidak mau mereka tahu kalau Kakak mengenalku dan mereka bisa melaporkanku lalu beasiswa aku akan ditutup dan.."
"Cukup! Namia hentikan kekhawatiranmu itu tidak akan terjadi, tenanglah aku akan membereskan semuanya! Kemarilah jangan khawatir dan jangan stress ingat kamu tidak boleh stress dokter sudah mengingatkannya tadi jangan terlalu berpikiran yang tidak-tidak. Niscaya Tuhan akan selalu ada untuk umatnya yang baik., kemarilah tidurlah tenanglah aku akan memelukmu sampai tertidur!"
Lalu aku pun masuk ke dalam dekapannya yang hangat dan dia pun mengaitkan tanganku untuk memeluk perut sixpacknya lagi dan dadaku pun ditidurkan di dadanya hingga kami menempel alat dan herannya aku aku bisa tertidur pulas tanpa harus khawatir memikirkan besok aku harus dibully siapa lagi.
bersamanya aku tenang bersamanya aku nyaman aku sangat nyaman aku merasa aku ada yang melindungi. Wanita lemah sepertiku ke mana-mana dikejar oleh ranjau darat. Aku tertidur pulas dalam pelukannya, sampai tak terasa pagi pun menjelang dan aku lihat Arsen sudah tidak ada di sampingku saat itu.
Waktu menunjukkan jam 08.00 pagi
Aku lihat sudah ada sarapan di sebelah tempat tidurku minuman dan juga buah-buahan serta buah-buahan serta obat-obatan yang sudah siap aku minum.
Setelah itu perawat pun masuk dan memintaku untuk segera memakan sarapan yang sudah disediakan dan meminum obat untuk hari ini.
...Tit tit tit tit ...
New Message just Now
❤️MY ARSEN❤️
Sudah bangun?
DEG
To be continued..