I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Jeremy Sungguh Terlalu!



"Dem beresin Tiara, gue mau lihat yayang gue dulu!" perintah Jeremy pada Demian, yang membuat semua orang disana tidak jadi meleleh karena ternyata Jeremy tetap pada pendiriannya untuk melihat kekasih cantiknya yang katanya telah melukai Tiara.


Jeremy pun tidak memperhatikan sekitarnya lagi. Jeremy sangat panik takut terjadi apa-apa dengan kekasih cantiknya itu, lalu Jeremy pun segera melesat ke kelas 10 A untuk melihat keadaannya.


10 menit kemudian Jeremy yang sudah ngos-ngosan dan berkeringat membuatnya semakin se dan menggoda lalu membuka saja satu kancingnya di depan kelas Kimberly tanpa di sadarinya berpuluh pasang mata siswi disana yang adalah adik kelasnya sampai terkesima melihat penampakan indah salah satu artis K pop mampir dan terdampar di kelas mereka.


"Hey Kimberlynya ada?"


"Hah, oh Kimberly tadi ke UKS kak?" siswi itu pun terpesona melihat betapa ketampanan paripurna bisa di miliki oleh kakak kelasnya yang juga adalah mantan ketua OSIS disana dan juga siswa teladan yang berprestasi.


"Ceritakan bagaimana kejadiannya?"


"Oh tadi kak Tiara dan rombongannya kemari marah-marah dan tiba-tiba adu mulut dengan Kimberly lalu Kak Tiara ngejambak rambut Kimberly tapi kemudian Kimberly lebih keras membalas jambakannya dan kak Tiara pun kesakitan lalu pergi."


"Oohh makasih siapa namamu?" tanya Jeremy lagi.


"Caroline kak."


"Oohh thanks ya!"


Betapa senangnya hati Caroline saat Jeremy menanyakan namanya terlebih dahulu dan mengucapkan terimakasih karena sudah menceritakan kejadian sebenarnya kepada Jeremy. Terrnyata bukanlah semok yang menyerang Tiara terlebih dahulu melainkan sebaliknya.


Jeremy pun berlari lagi ke arah UKS untuk melihat keadaan kekasih cantiknya yang saat ini membuatnya sangat khawatir.


*****


Kelas 12 C


"Tiara sayang apa yang bisa Abang lakukan untuk mengobati lukamu emm?" tanya Demian pada Tiara karena perintah dari Jeremy yang tidak bisa diganggu gugat.


"Yacchh najis pergi Lo dari sini! gue nggak butuh perhatian dari loh, jijik gue!" Demian pun di usir oleh Tiara karena bukanlah perhatian dari Demian yang dia inginkan melainkan dari pangeran tampan yang di puja-pujanya sedari kelas 10.


"Iya tuhh pergi sono, Tiara udah ngisor elo kan?"


"Ehh yang benar aja gue kan mengikuti instruksi dari pujaan hati Lo, itu berarti Jeremy pun memiliki simpati atas luka kulit kepala Lo yang sampai meninggalkan beekas merah dan ngeluarin darah kan?'


"Heh bener juga nek, nih Betadine bening olesin di kulit kepala Tiara siapa tahu dengan tangan Lo yang mewakili kehadiran Jeremy untuk ngobatin luka kulit kepala Tiara sekaligus luka hatinya bisa terobati segera."


"Heh! dasar gila udah ah mending gue pergi aja dari sini! kalian semua udah sakit jiwa sih emang!" Tiara pun semakin marah lalu melesat ke UKS untuk mengobati luka.kulit kepalanya.


10 menit kemudian pun Tiara sudah sampai di UKS Lalu di dengarnya dari luar bilik.. suara desa han siapa yang sangat mengusik sekali telinganya


"Sshh Je je sakit a a a hh aww a a ahh pelan Je a a a hh pelan sakit banget."


Sreeeeeeek


Terlihatlah Jeremy yang berdiri mengobati luka di.kulit kepala Kimberly dengan meniup-niup luka itu lalu Kimberly yang duduk sambil nyengir karena kesakitan pun dan memegangi pinggang Jeremy yang tegap dan menahan kesakitanya dengan memejamkan matanya saking sakitnya.


"Apa-apaan ini ngapain Lo nemplok gitu di perut Jeremy, Jeremy itu milikku seorang!"


"Jeje mending aku balik ke kelas, aku nggak mau balik pulang ke appartment kamu kalo kamu masih belum menuntaskan masalah kamu dengan cewek tercantik di sekolah ini kata mereka, heh masih cantikan juga gue kemana-mana!" Ily pun pergi dari hadapan Jeremy dan Tiara untuk memberi kesempatan pada Jeremy agar segera menuntaskan persoalannya dan memberi ketegasan pada Tiara untuk tidak lagi mengganggunya dan pasangannya kelak.


"Semok, denger dulu Mok Mok!" Jeremy hendak menahan


"Dengar Tiara, gue udah punya cewek dan kimberly adalah cewek gue, elo sebaiknya jangan lagi-lagi ngedeketin gue ataupun cewek gue lagi, kalau tidak gue akan ngelaporin tingkah kekanak Kanakan Lo ini ke kepala sekolah ngerti loh!"


"Hiks hiks kamu tega ya Jer hiks.. aku udah nungguin kamu selama ini eh kamu malah seenaknya sendiri bermesraan dengan cewek lain di depan mataku. Aku nggak terima Jer hiks."


"Itu salah Lo sendiri sih, selama ini seingat gue, gue nggak pernah kok Nerima perasaan Lo, sorry tapi gue emang nggak pernah punya perasaan apa-apa ke elo, Lo liat kan tadi cewek gue sampe marah ke gue gara-gara elo , puas Lo sekarang? mulai detik ini jangan lagi ngedeketin gue karena dari dulu sampe sekarang gue cuma nganggep Lo sebagai temen nggak lebih! permisi!"


"Jeremy Jeremy perih kulit kepala gue hiks hiks kenapa cewek secantik gue nggak elo terima aja sih Jer padahal di luar sana cowok-cowok pada berlomba-lomba mengemis cinta gue kenapa elo satu satunya cowok yang sudah sekali gue dapetin elo tuh jahat banget Jer hiks hiks." Tiara pun mengomel dan mengais sendiri tak karuan karena cinta yang bertepuk sebelah tangan sejatinya sangat menyakitkan tidak ada obat yang bisa mengobati luka itu.


Sungguh kejam memang perlakuan Jeremy padanya yang ternyata perasannya sudah berlabuh ke gadis lain..


Sedangkan Kimberly yang sudah terlanjur sakit hati dengan sikap Tiara yang sepertinya terus-menerus mengejar Jeremy yang menurut Kimberly sepertinya Jeremy kurang tegas dengan sedikit memberi harapan di karenakan Tiara dengan semangat berkobar memakai Kimberly walau di depan Jeremy tanpa takut Jeremy marah dan lain sebagainya.


Sekarang giliran Jeremy yang harus meluruskan semuanya agar kekasih cantiknya itu tidak lagi ngambek padanya. Kimberly beranggapan bahwa kekasih tampannya itu mungkin pernah memberi Tiara harapan hingga Tiara dengan percaya diri yang tinggi menyerang dan memaki Kimberly di depan mata dan kepala kekasih tampannya itu.


*****


Kelas 12 C


"Lo terus cewek Lo gimana?"


"Yah dia sewot lagi gara-gara Tiara tiba-tiba maki-maki dia dengan pedenya di depan gue jadi salah paham lagi deh."


"Mungkin Cewek Lo emang pengen elo teges men, dengan elo diem si Tiara bakal terus menerus ngegoda dan jadi penghalang hubungan kalian."


"Tapi emang kenapa sih dulu Lo nggak bisa balas perasaan Tiara yang emang dari kelas 10 udah ngefans berat Ama Lo. Biarpun nembak 10 kali dan Lo makin menolaknya 11 kali juga, Lo sungguh terlalu Jer, cewek cantik cantik begitu Lo sakitin terus menerus!"


"Ya udah sana Tiara buat Lo, pedekate sonoh!" pinta Jeremy agar segera tersesat dari penderitaannya selama ini yang terus-menerus di kejar kejar oleh ambisi Tiara.


...To be continued ...