I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Pink Kemerahan



...🏚️Mansion Tejakusuma...


"Mang dia dia udah lebih dulu datang? dia memegang kata-katanya."


"Kalau begitu mamang ucapkan selamat non Ya sudah sana buruan nanti dianya malah ngambek lagi kalau non kelamaan."


Lalu ily pun membuka pintu mobil mewahnya dan berlarian ke arah pemuda tampan yang sudah menunggunya di ruang tamu mansion mewah itu.


"Sudah lama?" Ily pun tersenyum sambil tidak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya saking senangnya dan malu-malu melihat sang kekasih yang datang bertamu ke Mansionnya dan membuktikan kata-katanya tadi.


"Nona Ily sebaiknya langsung kita mulai saja sesi ber cinta kita." Jerry pun membisikkan kata ber cinta tepat di kepala Ily yang hanya setinggi dadanya.


"Isshhh selalu."


...Plakk...


Ily pun memukul saja tangan kekar kekasih tampannya itu tapi tak terasa sama sekali di kulit tangan kekasih tampannya itu hingga Jeremy bereaksi dengan hanya nyengir-nyengir kuda saja. Lalu Jeremy pun mengangkat tangan mulus seputih su su itu dan menciumnya lalu memberi tanda cinta di sekujur kulit tangan iLy hingga membekas merah keunguan saking mulusnya.


"Ssshh a a a hh emm ayo ikuti aku." mata Ily pun seketika berubah menjadi sayu karena tak tahan dengan godaan yang sudah di lakukan oleh Jeremy hingga merasakan menghangat di sekujur tubuhnya.


Cek.. klek..


"Masuk kak."


BLAMM


Jeremy pun menutup saja kamar ily karena sudah ingin sekali membuat Ily me nde sah hebat dalam kungkungannya.


"Aww hmmppffhh." Jeremy pun menggendong saja tubuh mungil itu dan membaringkannya ke atas tempat tidur berukuran king size milik gadis cantik itu dan menin dihnya hingga tak bisa bergerak bebas lagi.


"Ini hukuman karena suka bersenda gurau dengan lelaki lain di depan mataku! hmmppfffhh."


Slu rp Slur p Slu rp


Jeremy lalu membantu Ily untuk melepaskan kaosnya dan br a nya dan melemparkannya sembarang ke lantai hingga buah pepaya imut pun di e mutnya pucuknya sampai si empunya pu ting pink itu pun mende sah hebat karena lu matan dan se sapan dari kekasih tampannya yang membuatnya sukses keenakan.


"Ssshhh sayang apa ini ada cairan yang keluar si ce lana dalamku hmm, kenapa ini?"


"Itu kamu terang sang sayang itu normal, sini coba aku lihat."


"Aww nggak aku malu ja ngan a a a hh." Ily pun pasrah saat Jeremy sudah masuk ke dalam rok ily dan menurunkan ce la na dalam gadis cantik itu dengan melihat penampakan ce la na dalamnya yang benar benar basah kuyup akibat sengatan di pucuk pink pu ting imut milik Ily.


"Permisi sayang akan aku buat kamu semakin basah ya?"


"Jangan! a aku malu kenapa di lebarkan kaya gitu."


"Yah karena milikmu sangat cantik, pink kemerahan semerah bibir kamu yang alami tanpa lipstik sekali pun.


"Oh ya benarkah bibir bawahku seindah bibir atasku?"


"Nggak bahkan yang bawah lebih cantik hingga aku ingin menci umnya juga sayang?"


"Yah sssshh emmm aww jangan digigit geli emmm."


"Enak kan? suka?"


"Rasanya aneh."


"Jika kamu mengeluarkan cai ran c inta ini berarti kamu menikmatinya sayang kamu saja yang belum terbiasa."


"Hmm aa hh aaaa hh."


"Iya kan kamu mau tau rasanya bi bir bawah kamu ini hmmmpphhhff hmmppff." Jeremy lalu menyerang saja bi bir atas Ily dan melesatkan lagi li dahnya lagi agar ily juga merasakan apa yang Jeremy rasakan di bawah sana.


"Sayang! ini rasanya seenak bibir kamu emmm emmm aku udah bugil tapi kamu tetap dengan pakaian lengkap."


"Nggak semok nakal kamu masih dibawah umur cukup tau saja bahwa kita sedang melakukan pra berci nta sayang, ini adalah salah satu pelajaran bercinta dariku untuk menambah pengetahuan kamu."


"Hhmm hmmppffhh." lalu sambil masih men ci um bibir atas dan bawah gadis cantik itu tangan Jeremy pun bergerak lagi ke arah kli t ily yang sudah tera ng sang dan menegang hingga jari Jeremy dengan mudah menggosoknya dengan jari telunjuknya.


"A hhh…" Ily pun dibuatnya menengadah ke atas langit-langit plafon kamar mewahnya itu karena kenikmatan yang tiada tara yang baru di rasakannya sekarang.


Lalu..


"Sayang emm aku pengen pip is." Ily pun dengan tidak malu-malu mengatakan bahwa seperti ada cairan seperti air ken cing yang keluar dari dalam dirinya.


"Yah keluarkanlah jangan ditahan nanti tubuhmu akan menghangat setelah kamu mengeluarkannya."


"Aaaa hh kenapa enak sekali rasanya sepertinya aku sudah sedikit melupakan masalahku setelah mengeluarkan cai ran tadi."


"Lega ya?"


"Emmm."


"Ya udah nih aku pakaikan lagi sayang, kamu sudah puas kan? sekarang mandilah, aku pulang dulu ya sudah malam nanti kita bisa ber video call sambil aku ingin melihat wajah cantik kekasihku yang menggemaskan ini."


"Emm katanya mau ngajarin les dulu?


"Nggak sayang ini sudah jam 9.30 sebelum aku diusir oleh mama kamu sebaiknya aku kabur dulu Hmmm cup cup." Jeremy pun memberi saja kecupan basah di sekujur wajah cantik Ily dan cium an lama saat bertemu dengan bibir kekasih tampannya yang tidak bisa di interupsi.


"Baiklah. huff hufff." sebenarnya ili masih tidak rela untuk melepas kepergian kekasih tampannya itu untuk pulang namun jam sudah menunjukkan pukul 09.30 malam waktunya Ily untuk segera tidur karena besok pagi-pagi sekali harus berangkat sekolah kembali.


"Bye sayang." berat sekali melepas ili sendiri di sana karena Jeremy sebenarnya masih kangen dan rindu untuk menggoda gadis cantik itu lagi. Jeremy masih ingin sekali merengkuhnya membawanya ke dalam dekapannya tidur dengannya sehari semalaman.


"Bye juga kamu.. aku antar yuk."


"Nggak nggak perlu kamu di kamar aja, nanti kamu capek apalagi Mansion sebesar ini juga."


"Hmmm nggak mau lepas deh kalo begitu."


ily pun langsung nemplok saja ke dada kekasih tampannya itu karena berat melepasnya pergi untuk pulang ke rumahnya.


"Hahaha sayang Ayo aku harus segera pergi keburu Mama kamu datang bisa-bisa Aku dicurigai macam-macam biasanya kan kalau mengajar les jam 08.00 malam aku udah pergi dari sini. sedangkan ini sudah over time satu jam setengah sayang. Bisa-bisa nanti aku dihajarnya dan dilarangnya untuk tidak mengajarmu lagi"


Kemudian Jeremy pun dengan langkah kaki gontainya karena malas untuk pulang meninggalkan kekasih cantiknya sendiri di Mansion besar itu. Setelah sampai ruang keluarga kemudian ruang tamu Jeremy pun dengan lancar membuka saja pintu ruang tamu tempat masuknya Jeremy tadi..


"Siapa kamu? kenapa malam-malam main kemari?"


...DEG...


To be continued