
...🏚️Mansion Rahadiningrat...
"Tunggu dulu!" tiba-tiba ada tangan kekar yang menahan langkah kaki Kimberly untuk keluar dari kamar mewah milik Jeremy dengan menarik tangan lentiknya sambil kepalanya menoleh ke arah pemilik tangan kekar tersebut.
"Kamu tidak mau memastikan sesuatu?" tanya Jeremy pada gadis cantik itu yang hendak bergegas pergi dari Mansion itu secepatnya.
"Apalagi yang harus aku pastikan, pria yang kutunggu ternyata sudah dimiliki oleh gadis baik-baik yang tidak suka main ke rumah cowoknya, itu semua cukup untuk aku simpulkan menjadi sebuah jawaban dari pertanyaanku selama ini, saya permisi dulu pak, besok pagi saya akan kembali seperti perintah bapak." Kimberly segera merubah nada bicara informalnya menjadi formal setelah tersadar bahwa teman bicaranya sekarang bukanlah Jeremy dari masalalu yang selalu bisa membuatnya bahagia melainkan Jeremy versi baru yang sudah memiliki tunangan.
Jeremy pun gemas dan menarik saja tubuh ramping mungil yang selalu berhasil membuatnya semakin tergila gila itu. Lalu mengangkat saja tubuh itu. Alhasil Kimberly pun berteriak sambil membawa sepatunya di tangan kanannya Jeremy pun mengangkatnya seperti karung beras.
"Argghh! turunkan aku sekarang, aku benci kamu, aku benci hiks hiks, turunkan! aku mau pulang."
Kemudian Jeremy dengan lembut membaringkan tubuh mulus nan mungil itu ke atas tempat tidur mewahnya yang betul king size dan mendekatkan wajah tampannya ke wajah Kimberly lekat lalu menye sap bibir mungil tipis itu dengan penuh kelembutan dan has rat membara.
"Hmmmpphhhff, apa-apaan ini?" Kimberly pun menutup mulut Jeremy dengan kedua tangannya agar doi tidak melanjutkan cum buannya selama belum memperjelas hubungan keduanya ke jenjang yang serius dan berjanji memutuskan hubungan dengan tunangannya yang notabene adalah wanita baik-baik tadi.
Kimberly dengan cekatan mengambil ponselnya dan menyalakan voice recorder (perekam suara) untuk mendengarkan keterangan dari Jeremy tentang apa tujuannya melakukan hal nekat yakni mencumb bunya tiba-tiba tanpa permisi terlebih dahulu.
"Sekarang katakan apa maksud bapak mencium saya sekarang?" sambil menyalakan voice recorder untuk mendengar pernyataan apa yang akan dikatakan Jeremy setelah terbawa suasana dengan menciumnya secara paksa tadi.
"Ini kan yang ingin kamu dengar? Hmmm?
...Outgoing Call...
Bianca
"Hai sayangkuuu tumben malam-malam kamu menelpon apa kamu udah kangen lagi? kan kita baru aja berpisah?"
"Kita putus aja, aku nggak bisa melanjutkan pertunangan kita, aku akan mempertanggungjawabkan keputusan ini pada Om Sonny secepatnya."
"Apa?! apa maksud kamu? apa ini karena sekretaris barumu itu? breng sek! laki-laki di dunia ini sama saja! hanya ingin mempermainkan aku saja! aku nggak terima ya?!"
Klek..
Call Ended..
Jeremy tiba-tiba memutuskan sepihak panggilan telpon itu sebelum kemarahan Bianca merembet kemana-mana.
Kimberly seketika terkejut dan membelalakkan matanya serta membuka mulutnya seraya tak percaya lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang hampir tidak bisa berkata-kata atas tindakan Jeremy yang begitu nekat memutuskan pertunangannya di depan mata dan kepala Kimberly sampai Kimberly pun menggeleng-gelengkan kepalanya lalu meneteskan air matanya.
"Kamu jahat banget bukankah dia wanita baik-baik yang kamu idam-idamkan selahmmmpf hmmppffhh."
Jeremy sudah tidak bisa lagi menahan has ratnya untuk mengambil haknya selama ini atas tu buh menggoda kekasihnya yang sekarang sudah berhasil di rengkuhnya lagi ke dalam pelukannya. Sambil masih marah Kimberly pun tak bisa lagi menolak serangan nikmat ciu man membara dari kekasih tampannya yang kini sudah berhasil di rebutnya lagi menjadi miliknya.
Sambil masih di se sap dengan pertarungan lid ah yang kali ini Kimberly tidak akan mampu untuk mengelaknya lagi, Kimberly pun mematikan voice recorder yang berisi bukti kuat yang tak di sangka-sangkanya akan terjadi setelah Jeremy dengan terang-terangan memuji Bianca di depannya.
Rasa bahagia sedih tawa dan tangis campur aduk seperti nano nano yakni permen berbagai rasa yang membuat suasana menjadi semakin panas.
"Tunggu! hmmppffhh Je pintunya udah di kunci?" tanya Kimberly sambil matanya yang sudah berubah menjadi sayu melontarkan pertanyaan yang tak penting pada Jeremy hingga membuat Jeremy pun terpaksa menjawabnya.
"Ehemm baiklah pak, saya pamit sekarang juga."
Sent Message Just Now
Mom aku menginap di kediaman Rahadiningrat, oh iya aku juga diterima bekerja di JJ corp, karenanya aku nggak bisa pulang, malam ini saja mom?
Mama
Iy sayang, sampaikan salam mommy pada Jeremy
Me
Iya mam, salam kembali katanya.
*****
"Ehemm lanjut Hmmppffhh hmmppff." selanjutnya Kimberly pun mematikan ponselnya lalu mengaitkan kedua tangannya ke leher kekar Jeremy dan melanjutkan lagi ci uman penuh ga irah hingga membuat baju yang mereka kenakan terlucuti satu persatu hingga tak sehelai benangpun menempel di tu buh keduanya.
"Benarkah? apakah kamu masih perawan Mok? apa selepas kamu ninggalin aku tanpa kabar kamu akhirnya menyerahkan keperawananmu pada lelaki lain?"
"Buktikan sendiri silahkan kalau memang aku udah nggak perawan kamu boleh ninggalin aku Je."
Sambil membuka kedua kaki jenjangnya lebar-lebar Kimberly mempersilahkan sang pujaan hati untuk melesatkan Rudalnya agar tidak lagi sangsi atas penjelasan yang di katakannya tadi.
Lid ah yang tadinya bermain di bibir atas pun kini sudah dengan kelihaiannya bermain di bi bir bawahnya agar akses untuk rudal nanti tidak teluka karena ukuran rudalnya yang berada jauh diatas rata-rata.
Ji latan se sapan hi sapan nikmat seolah tanpa henti Jeremy lakukan pada akhirnya juga membuat kl it dan vag ina Ily yang sudah basah sempurna siap di hujam oleh rudal jumbo sekarang juga.
...Jle bb...
"Aa a hh aww sa kit Je sakit banget."
"Hmm sabar ya bentar lagi nggak kok, kamu akan merasa nik matnya setelah ini sayang." Jeremy pun memaju mundurkan pinggulnya serta menghisap pu ting pink kemerahan yang sudah menegang meminta pertanggungjawaban dari si empunya rudal jumbo sampai Kimberly akhirnya juga merasakan nikmat hingga ke surga walau sakit awalnya kini berganti menjadi kenikmatan tiada tara hingga tak bisa berkata-kata lagi.
"Iya ini hmm aasshh e e e e naknya haa haa a aa hh."
Mereka pun berperang peluh menuntaskan kerinduan yang selama enam tahun sama-sama berada di dalam keputusaan cinta dan harus terbayarkan saat ini juga.
"Ssshhh, i love youu Jeje i always do." Kimberly pun menembakkan dan memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa cintanya yang tidak bisa lagi di tunda.
"Hmm I love you too semok cantik aa hh haaa aa aaa hh."
BLUSH
To be continued
...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...