I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Bersama Kembali..



"Hmmm jadi nyesel udah nyium gue? nyesel ya nyium semok?" Kimberly yang datang tepat di belakang punggung Jeremy yang sedang menghadap ke ke arah balkon dengan memegangi pinggiran tangga sambil merokok dan terlihat sangat stress memikirkan, Betapa bocil cantiknya sudah berhasil menggoyahkan imannya yang menjaga image-nya agar tetap menjadi Jeremy yang jual mahal kepada Kimberly.



Anggap saja malam.


Outfit Kimberly saat melihat pujaan hatinya sedang merokok karena stress dan juga pusing tujuh keliling memikirkan tingkah pola gadis cantik yang sudah diusirnya dari hatinya tetapi masih saja terngiang-ngiang di sudut hatinya yang terdalam saat melihatnya bercengkrama dengan pemuda lain yang notabene adalah Arsen Nasyaka a.k.a calon tunangannya.


...DEG...


Jeremy yang tak sadar membelalakkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depan matanya gadis cantik yang sudah berhasil mengobrak hatinya tiba-tiba muncul di depan matanya. gadis kecil yang sudah berhasil membuat dirinya jatuh cinta itu pun kini berada tepat di depan matanya Lalu apakah yang akan dilakukan oleh Jeremy Apakah Jeremy akan mengusirnya ataukah Jeremy akan memeluknya erat dan mengungkapkan rasa cintanya kepada Kimberly saat itu juga?


"Semok kok kamu bishmmmmpffhh." Kimberly tidak banyak bicara langsung saja menyerang bibir merah menggoda pemuda tampan yang seharian sudah dipusingkan dengan persoalan Kimberly yang menggodanya terus-menerus itu. serangan itu sontak membuat jantung Jeremy berdegup kencang seakan mau melompat. seakan tahu apa yang dirasa oleh Jeremy saat ini inginnya Jeremy mengungkapkan saja perasaannya terhadap Kimberly namun Kimberly sangatlah tahu dan bisa membaca bahwa Jeremy adalah orang yang sangat susah untuk berterus terang apalagi saat dirinya harus memperjuangkan cintanya sendiri.


Sehingga apa boleh buat Kimberly pun harus bergerak cepat sehingga pemuda itu tidak lagi berkelit dan mau mengakui perasaannya yang sebenarnya terhadapnya.


Bibir keduanya pun bertaut semakin dalam dan lama hingga pertukaran saliva pun tidak dapat dihindari. Luka Tan Sesa pan pun saling diberikan keduanya sambil kedua tangan Jeremy sudah memegangi wajah gadis cantik itu lalu kedua tangan Kimberly pun sudah melingkar membentuk simpul di leher tegap Jeremy.


Mata keduanya pun saling terpejam dan meresapi sesuatu yang sudah ditahan keduanya selama mereka dipisahkan oleh ego masing-masing.


"Ambil nafas Mok." ucap Jeremy saat melihat wajah gadis cantik itu memerah dan kesulitan bernafas.


"Ha a a hh Ingin sekali aku menamparmu menendangmu membuangmu ke jurang kesal sekali hatiku ini harus ya dibuat panas seperti itu supaya mau mengakui perasaan kamu yang sebenarnya kepadaku? harus kah aku merayu lelaki lain dulu sehingga hatimu terbuka dan menyadari perasaanmu yang sebenarnya terhadapku? atau haruskah aku berlari ke pelukan pria lain agar kamu menyadari perasaanmu yang sebenarnya?"


"Hmmm Im sorry my semok, Im very sorry, please forgive me." Tanpa memberi aba-aba bahwa Kimberly memaafkannya atau tidak? Jeremy langsung saja memeluk tubuh mungil gadis cantik itu hingga tubuh Kimberly terasa remuk redam.


Melihat Betapa cantiknya Gadis itu di depan Jeremy yang tidak luput dari pandangan para gadis yang memang sengaja datang ke Cafe itu untuk mendapatkan perhatian dari Jeremy.


Mereka pun melihat adegan romantis yang terjadi di atas Cafe Rooftop tadi yang begitu romantis hingga ada beberapa gadis yang mengabadikan momen romantis antara Jeremy dan Kimberly ke dalam ponsel mereka.


Cemburukah mereka? irikah mereka? dengan keberuntungan ily karena berhasil menaklukkan pemuda dengan julukan bongkahan gunung es itu.


Jawabannya adalah mereka tidak cemburu karena rival mereka sangatlah berkelas bisa dilihat dari cara berpakaian Kimberly yang begitu cantik dengan wajah yang secantik dan semulus itu rambut panjangnya hidung mancungnya tubuhnya yang mungil dan ramping yang cukup untuk menaklukkan bongkahan gunung es setinggi Himalaya itu.


Para Gadis itu pun rela jika rival mereka adalah setinggi kualitas yang dimiliki oleh Kimberly. mereka hanya bisa memandang dari kejauhan bahwa sang idola mereka ternyata sudah memiliki tambatan Hati yang begitu cantik dan sangat cocok menjadi pasangan Jeremy kelak.



"Hmm aku kangen, pengen gigit seluruh tubuh kamu, pengen milikin kamu seutuhnya agar kamu nggak di sentuh Arsen ba ji ngan itu."


"Berani siapa takut bahkan di Mansion kamu pun aku berani."


"Baiklah aku pulang aku tunggu di rumah ini masih jam 07.00 malam masih cukup waktu untukmu bertamu sebagai guru lesku lagi, aku nggak bisa lama-lama karena Mang Ujang sudah menungguku di bawah! bye." Kimberly pun bergegas pergi Untuk kembali ke mobilnya yang sudah ditunggu oleh Mang Ujang di sana. Kimberly yang tidak bisa keluar lama-lama ini pun akhirnya menantang balik kenekatan Jeremy untuk mendatanginya ke Mansion Kimberly.


"Eh buru-buru sekali tunggu dulu tunggu dulu!" Jeremy akhirnya harus memakan umpannya sendiri karena telah mengatakan bahwa dirinya ingin sekali mencum bu Kimberly di Mansion Tejakusuma seperti yang terucap dari bibirnya tadi. Lalu Kimberly pun meraih saja umpan itu, dan segera bergegas pulang kembali ke Mansionnya.


Kimberly akan mengukur seberapa besar keberanian Jeremy untuk mendatanginya dan melakukan apa saja dengan gadis cantik itu di Mansion Kimberly.





"Gimana non reaksi dan Jeremy pasti dia sangat panik dan kalau dia non?"


"Pfffttt hahahaha iya mamang benar mukanya seperti keluar asap mengepul saking kesalnya kepadaku tadi."


"Oh iya Non mamang sudah mengumpulkan bukti bahwa den arsen ternyata sudah mempunyai kekasih yang bernama Namia dia adalah siswa kelas XI e."


Jadi hubungan antara Den Arsen den Namia itu sudah terjalin lama non. Hubungan mereka yang terlampau in tim hingga membuat den Arsen tidak bisa jauh darinya. Namun setelah mendengar kabar bahwa Arsen sudah dijodohkan dari orok oleh orangtua non dan Arseen yang notabene seorang konglomerat turun menurun.


"Oh ya?? wow ini kabar baik yang sangat sangat sangat aku nantikan mang, Jadi sebenarnya Arsen itu tidak memiliki perasaan apa-apa kepadaku mungkin dia hanya akting agar orang tuanya yang memantau gerak-geriknya percaya padanya bahwa aku selalu dijaga olehnya saat di sekolah maupun di luar sekolah.


Semoga apa yang aku firasakan ini benar kalau memang dia hanya ingin semata-mata melindungiku saja tanpa punya perasaan kepadaku. karena apabila ia benar dia memiliki perasaan kepadaku alangkah sakitnya hati Namia bila Arsen berkhianat."


"Yah non itu adalah PR kita selanjutnya yakni menyatukan dan arsen dengan Namia tanpa harus ada salah paham. di saat seperti ini paling tepat adalah non segera menghampiri namiya untuk meluruskan dan mengungkapkan fakta yang sesungguhnya."


"Yah mamang benar kita harus segera bertindak Mang besok ya benar besok aku akan menemui Namia dan mengungkapkan semua yang terjadi di antara aku dan Arsen."


Setelah 45 menit mobil rolls-royce yang dikendarai oleh Mang Ujang pun terparkir di halaman Mansion Tejakusuma. dan alangkah terkejutnya ily saat dilihatnya di depan parkiran mobilnya sudah teronggok motor sport milik pemuda tampan pujaan hatinya yaitu Jeremy Surya Wijaya.


...DEG...


To be continued