I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
First Kiss



...🏥RS Harapan Jaya...


...Blush...


"Aku seperti maling maaf tapi aku tidak bisa menahannya, akulah yang membuat tanda cinta itu. Maafkan aku apakah sakit sepertinya tanda cinta dariku akan susah hilangnya. Apa kamu terganggu dengan semua itu apa kamu tidak memiliki kaos yang panjang hingga menutupi bagian lehermu."


"Tidak aku tidak marah tapi kemarilah aku ingin mengatakan sesuatu."


Saat Arsan mendekatiku di tempat tidur aku pun langsung menghukumnya dengan mencubit pinggangnya keras.


"Aawww sakit miii iyaa ampuuunn."


"Rasakan rasaakann ini, hmmm apa maksudmu dengan memberiku gigitan nyamuk seperti itu?”


"Bukan gigitan nyamuk itu tanda cinta agar tidak ada laki-laki lain yang melihatmu dengan tatapan lapar, kamu hanya milikku?"


"Enak saja memangnya aku siapamu?!"


"Namia maukah kamu menjadi kekasihku?"


"Apa?! Lalu bagaimana dengan Tiara Bagaimana dengan Sherly Bagaimana dengan Sonya?"


BLUSH


"Katakan Apa hubungan mereka dengan mu kak?"


"Hmmm ah aku memang mengejar mereka tapi sepertinya mereka tidak menyukaiku jadi ya sudah lagian aku hanya iseng-iseng saja?"


"Halo kamu kira aku mau menerimamu bagaimana kalau saat kamu berdekatan denganku tiba-tiba aku ditampar oleh wanita-wanita itu yang sudah kamu sakiti hatinya mengingat kamu sebagai penguasa sekolah dan juga playboy. Apakah kamu tega melihatku disakiti oleh wanita lain yang tidak terima jika kamu bersanding dengan yang lain?"


"Tidak aku tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka lagi pula sudah ada seseorang di hatiku sekarang?"


"Oh ya apakah karena itu tiba-tiba ponselku kamu otak-atik dan kamu beri emoticon love di namamu."


Arsen pun menggaruk tengkuk yang tak gatal dan melirik lirikannya ke kanan dan ke kiri karena malu seperti terpergok mencuri.


”Baiklah enggak usah seperti itu ayo aku mau jadi kekasihmu."


"Yeeeeeyy benarkah? Apakah berarti aku bisa menciu mu sekarang?"


"Enak saja berangkat sana! emangnya pasangan kekasih melulu tentang itu tentang berciuman tentang bermesraan? sudah pergi sana!"


"Kamu nggak kangen sama aku ya?"


"Enggak emangnya pasangan kekasih itu harus selalu kangen?"


"Ya tuhan Namia aku suka sama kamu aku ingin dekat dengan mu terus hmmmm."


"Tidak aku tidak mau dekat-dekat denganmu, sudah pergi sekolah sana! sekolah yang pintar belajar yang rajin dan jangan lupa kembali lagi kemari nanti, lagi pula kenapa sih cium saja kok pakai izin?"


"Ahahahah baiklah aku akan langsung nyosor kalo begitu hmmmpphhhff."


"Tapi aku belum belum sikat gigi aku malu."


"Udah terlanjur aku akan menyikat gigimu dengan lidahku."


"Hmmppffhh a a hh aaa hh kaka sssshh udah sekolah sanah! nanti kamu nggak bisa berhenti kamu nggak akan berhenti sampai di sini kan? pasti ada lanjutan dari semua ini sudah berangkat sana!"


"Daaahhh.. bye bye sayang."


"Bye kak, nanti jam berapa kemari?"


"Udah kangen ya belum juga pergi udah dikangenin jadi seneng deh, apa aku nggak sekolah aja ya? aku bolos ya hari ini? agar bisa menemanimu di sini, lagipula mungkin kamu besok sudah bisa pulang?"


Yah memang aku sangat ingin sekali kamu menemaniku disini tapi aku tidak mau membuatmu membolos gara2 aku."


"Nggak pergilah kamu harus sekolah bye."


"Cium dulu dong."


"Ku bilang nggak perlu ijin hmmmpphhhff."


"Aku nggak mau pergi gimana dong."


Mata Arsen pun sayu melihatku yang tidak memakai b ra apalagi. aku pun mendorong dadanya agar menjauh dan pergi sekolah.


"Pergilah nanti kita lanjutkan kembali aku janji sekolah dulu."


"Yah kamu bisa meminta lebih sekarang ke sekolah lah bye."


"Byee." Aku pun mengucapkan selamat tinggal padanya dan menggigit bibir bawahku sendiri karena aku pun merasakan hal yang sama kami istri kita begitu panas seperti sengatan listrik yang menyengat membakar jiwa muda kita.


Dari bawah sana seakan-akan seperti ada cairan yang akan meledak keluar dari dalam diriku. Apakah aku harus senang sekarang? setelah memiliki kekasih dan kekasihku seorang penguasa sekolah, seorang playboy seorang bad boy segala keburukan ada padanya tapi di samping itu dia kaya dia tajir dan dia tidak meminta balasan atas apa yang dia keluarkan.


Aku tidak tahu berapa biaya yang di keluarkannya. Sejak pertama kali aku menempati kamar ini, sampai hari ini, pasti jumlahnya sangat fantastis. Bahkan jika aku bekerja sampai setahun pun mungkin belum bisa membayar seluruh pengobatanku di sini.


A h aku tidak mau ambil pusing sekarang aku hanya ingin beristirahat dan memulihkan tubuhku kembali.


Aku pun tidur kembali dan masuk ke dalam alam mimpi setelah makan makanan rumah sakit lagi, di pagi itu dan aku terbangun lagi di saat siang menjelang. Di sana sudah ada sekotak makan siang yang bertuliskan pesan di dalam sebuah amplop di atasnya, lalu aku pun membaca pesan di dalam amplop itu.


...Sent Message...


To : ❤️My Arsen❤️


"Trimakasih makan siangnya."


❤️My Arsen❤️


Suka makanannya?


Me


Hmmmm


❤️My Arsen❤️


Kok Hmmmm? lebih suka mana makan makanan sebenarnya atau makan aku?


Me


Apaan sih?🥵


❤️My Arsen❤️


Nanti akan aku kabulkan sayang?


Mengapa kata-katanya itu terlihat sekali seperti Playboy bre ngsek baji Ngan Mata keranjang, tapi mengapa hatiku senang jika dia menggombal seperti itu


Me


Emmm


❤️My Arsen❤️


kok emmm lagi sih?


Me


suka suka aku dong!


❤️My Arsen❤️


mau di beri tanda cinta lagi ya?


Me


Issshhh kamu tuh! 😪


❤️My Arsen❤️


Suka nggak? nanti di tambah lagi deh tanda nya di tempat tersembunyi.


Me


Nggak! nanti aku pakai baju besi.


❤️My Arsen❤️


Ahahahaha akan ku buka paksa


DEG


To be continued