
...🏚️Mansion Tejakusuma...
"Semok?"
"Jadi ini rencana kamu aku udah curiga sih dari awal kalau nggak mungkin lah tiba-tiba Ada orang ngasih gue flyer untuk ngajarin les Nona mudanya."
"Maaf maaf banget Maaf banget Kak Aku nggak bermaksud seperti itu tapi memang aku kesulitan dengan pelajaran-pelajaran ini jadi aku ingin sekali yang mengajar nanti adalah kamu swear deh Aku nggak bermaksud apa-apa aku hanya ingin kamu yang ngajarin aku? sorry banget kalau aku nggak menyamar seperti ini mungkin kamu nggak akan pernah mau ngajarin aku ya kan?
Apalagi setelah kejadian tempo hari kamu tiba-tiba memutuskan ku secara sepihak terus terang aku sangat sakit hati tapi ya sudahlah aku tidak akan memaksa kalau memang kamu nggak berkenan karena cinta itu tidak dapat dipaksa seperti aku yang nggak mau dipaksa untuk di jodohkan. Jadi ini gimana yang nomor dua Apa benar jawabanku?"
"Tunggu Mok! aku masih merasa dibohongin kamu harus meminta maaf dengan tulus sampai aku memaafkanmu baru aku akan melanjutkan sesi pelajaran ini?"
"Lalu kakak ingin aku melakukan apa supaya Kakak mau memaafkanku?"
"Sebenarnya jujur katakan Apa tujuanmu yang sebenarnya membawaku ke rumah kamu?"
"Aku ingin belajar karena aku sangat kesulitan dengan pelajaran IPA apapun itu fisika kimia." ini pun menjawabnya langsung sejujurnya karena ini ingin meluruskan segala hal tentang hubungan mereka berdua dan ingin dekat lagi dengan Jeremy. namun lidahnya seakan kelu tidak berani memberitahu kan tujuan yang sebenarnya mengapa Ili ingin bertemu dengan Jeremy di rumahnya sebagai guru les ily takut nanti Jeremy akan keberatan Dan menolak tidak mau menjadi guru lesnya lagi.
"Aku tidak melihat ketulusan Di matamu Mok katakan yang sebenarnya?"
"Emmmm baiklah aku selalu saja kalah kalau berhadapan denganmu lalu misalnya aku katakan yang sebenarnya alasanku mengapa aku ingin sekali bertemu denganmu lagi? apakah kamu masih mau menjadi guru lesku ataukah kamu akan pergi lagi seperti waktu itu? lebih baik aku tidak mengatakan yang sebenarnya jika harus berpisah lagi denganmu?"
...DEG...
Outfit ily dengan topi kelincinya yang sangat menggoda Jeremy tetapi Jeremy menepis perasaan tergodanya kepada Ili karena gengsinya yang begitu tinggi.
"Baiklah Ayo kita kerjakan yang nomor 2 tadi coba aku lihat apakah kamu sudah bisa mengerti dengan soal ini?"
"Ya lumayan apa sudah benar?
"Ya sudah benar tapi untuk memantapkan lagi aku beri satu soal cerita baru yang serupa seperti nomor 2."
Jeremy pun mengalihkan pembicaraan tentang kesalahpahaman yang terjadi di masa lalu dan segera menggantinya dengan pembahasan tentang pelajaran yang sulit dicerna oleh ily.
"Ya oke baiklah untuk selanjutnya aku beri rumus-rumusnya saja Lalu kamu sendiri yang mengerjakannya."
ini pun akhirnya dapat mengerjakan soal-soal yang rumit dan susah tersebut dengan sangat mudah karena guru lesnya yang sangat canggih yang memberikan rumus-rumus yang mudah dipahami oleh Ili.
"Oh no tidak tidak tidak sekarang tunggu guru kamu memberikan nilai sempurna kepadamu setelah itu baru laporkan kepada mami untuk hasil-hasil sempurnanya."
"Sambil diminum kak minuman dan snack nya."
"Ehmmm." Jeremy pun menganggukkan kepalanya seraya mengikuti perintah ily untuk meminum minuman yang sudah disuguhkan kepadanya yaitu jus jeruk dan juga air putih.
"Baiklah aku rasa pelajarannya sudah cukup tak terasa tadi kita sudah belajar selama 1 jam lebih 30 menit. untuk pertemuan selanjutnya aku yang akan menentukan hari dan jam berapanya?"
"Nggak bisa gitu dong kak? kan nanti lesnya harus berdasarkan tugas yang udah diberikan oleh guru kalau misalnya pas ada tugas terus Kakak masih belum menghubungiku untuk les selanjutnya bagaimana jangan sampai pas waktunya mengerjakan dan mengumpulkan aku masih belum bisa mengerjakannya Kak."
"Baiklah ini tambahkan nomor ponselku di ponsel kamu kita bertukar nomor whatsApp dan kamu bisa mengabariku kalau misalnya ada PR yang susah jadi aku tidak perlu ke sini aku hanya akan memberikan rumus-rumus singkat dan mudah lewat WhatsApp karena di kelas 12 tugas dan PR ku juga begitu banyak jadi kalau tidak weekend seperti ini aku sangat susah sekali untuk menyesuaikan jadwal sekolah dan juga jadwal kerja part time ku di cafe.
"Ingat isi chat nanti harus berhubungan dengan pelajaran selebihnya Aku tidak akan mau jawab! Oke saya mau selamat belajar aku permisi dulu." Jeremy dengan tegas membatasi ini agar tidak melangkah terlalu jauh Jeremy masih dengan gengsi tingginya untuk tidak mendekati Ili lagi untuk kesekian kalinya. Jeremy tidak mau melewati batas dan merasa sakit hati lagi seperti waktu itu. Jeremy harus rela menjadi yang kedua dengan melihat dengan mata dan kepalanya sendiri ily dikecup keningnya oleh calon tunangannya yang sah.
Maka dari itu Jeremy tidak mau lagi berhubungan lebih jauh dengan Ili.
"Emmm." Ily pun menjawab dengan sekenanya dengan malas dia pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Jeremy yang sudah berpamitan lebih dulu kepadanya.
Jeremy kemudian keluar dari kamar ily dengan memantapkan langkahnya bahwa ini bukanlah tercipta untuknya ily sudah ditakdirkan mempunyai pasangan semenjak dia masih di kandungan. namun ada sedikit rasa senang di dalam lubuk hatinya Yang terdalam bahwa ini baik-baik saja dan tetap cantik dan menggemaskan seperti semula.
Jeremy dengan senyum simpulnya senang bisa bertemu lagi dengan Eli di rumahnya walau hanya sebagai guru les dan muridnya. sementara itu dari kejauhan mang Ujang pun melihat Jeremy yang keluar dari halaman Mansion mewah milik keluarga tejakusuma itu kemudian mang Ujang pun bergegas untuk menemui Nona mudanya di kamarnya.
...Tok.. tok.. tok.....
"Nona bagaimana berhasil tidak ceritakan ke mamang apa yang sudah terjadi kok wajah nona tetap cemberut dan malah semakin sedih?"
"iya mang akhirnya aku tertangkap basah penyamaranku akhirnya terbongkar juga jadi dia pun menanyakan alasan mengapa aku ingin sekali menjadikannya sebagai guru lesku, yah semuanya terbongkar sebelum waktunya apa boleh buat mang nasi sudah menjadi bubur dia tetap akan mengajarku sebagai guru lesku dan tidak ada hubungan yang lebih dari itu mengingat Jeremy tahu batas-batasannya bahwa aku sudah tercipta untuk orang lain bukannya untuknya."
"Lalu apakah Aden kasep tadi mengatakan akan mengajari non ke mention ini lagi atau pertemuan kalian berakhir sampai hari ini?"
"Ya dia bilang untuk pertemuan selanjutnya dia yang akan menentukan karena jadwal dia sangatlah padat belum lagi dia ada part time job gitu di cafe jadi kalau misalnya aku ada PR yang aku sangat tidak bisa mengerjakan Aku diperbolehkan mengirim pesan kepadanya dengan syarat bahwa isi pesan itu tidak boleh melenceng dari pelajaran kalau aku melanggarnya maka dia akan dia tidak akan pernah mau lagi jadi guru lesku!"
...DEG...
To be continued