
...🏚️Mansion Rahadiningrat...
"Mau aku bantu?" Tanya Kimberly yang sudah tidak lagi memanggilnya pak karena pikirnya sudah berada di luar kantor selepas jam kerja lagipula Kimberly memang sengaja menantang Jeremy kali ini, Kimberly ingin memastikan bagaimana sebenarnya perasaan Jeremy padanya sekarang. Kimberly ingin sekali mendengar bahwa Jeremy tidak lagi mencintainya dari mulutnya sendiri tanpa perantara dari orang lain hingga menimbulkan asumsi yang tidak tidak.
"Ehem emang bisa?" tanya Jeremy saat dilihatnya penampakan gadis cantik yang semakin menggoda saja karena sekarang sudah menjadi wanita dewasa yang siap untuk di ambil madunya.
Kimberly dengan gerakan penuh sensasi menggoda mendekati Jeremy yang hanya memakai bathrobe lalu mengambil pisau cukur di tangan kirinya dan mulai memberi waxcream di sekitar bibir merah muda Jeremy sampai merata dan siap untuk dilakukan sesi waxing bulu-bulu halusnya yang tersebar ke seluruh wajahnya.
"Duduklah di atas closet itu." Pinta Ily yang langsung di turuti oleh pemuda tampan itu dengan senyum penuh arti yang hanya di tujukan untuk Kimberly seorang.
"Ehhmm begini, kalau posisiku seperti ini kamu sudah siap dengan segala resikonya?" pertanyaan Jeremy yang sedikit menjurus seakan memancing ikan di air bening yang sudah barang tentu "iya" lah jawabannya. Kimberly tidak akan menolak apa pun yang akan dilakukan oleh Jeremy padanya. Kimberly pasrah jika dibunuh pun Kimberly rela. Karena Kimberly sadar kesalahan Kimberly begitu besar padanya.
"Maafkan aku Je, maaf aku sudah salah paham selama ini, maaf aku juga tidak bisa meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di masa lalu karena hiks hiks.."
"Sudah teruskan dulu mencukurnyal tanggung nih, nanti saja nangisnya di sambung lagi!" senyum penuh arti sambil matanya terpejam pun menghiasi tangisan Ily yang sedikit demi sedikit berubah menjadi tawa bahagia.
"Hmmm bahkan saat ini jika kamu ingin membunuhku pun aku rela Je, kamu masih berhak atas diriku dan tubuhku seperti dulu hiks.." Kimberly pun tak kuasa menahan tangis di matanya yang luruh tak terbendung hingga berderai lalu kegiatan mencukur tadi pun tak jadi dilakukannya karen kesedihan yang begitu mendalam.
Tangan Jeremy sekarang mulai naik hingga memegangi kedua pinggang mungil nan ramping milik Kimberly sambil meresapi sentuhan dari tangan mungil Ily yang dengan lembut mencukur bersih semburat bulu-bulu halus yang tadinya sudah tampak memenuhi wajah tampannya. Namun tetap tidak mengurangi pesona ketampanannya yang semakin bertambah saja di usia dewasanya.
10 menit kemudian bulu-bulu halus itu pun sudah nampak hilang dan wajah tampan Jeremy sudah halus kembali tanpa sedikitpun tersisa bulu yang seharian tadi membuat wajahnya sedikit terlihat tidak terawat.
Kemudian Kimberly pun memberi handuk dan menepuk-nepuk wajah tampan Jeremy dengan handuk wajah itu agar tidak ada bulu-bulu yang tertinggal sisa pisau cukur yang tadi dia gunakan itu. lalu Jeremy membuka matanya perlahan dengan melihat penampakan gadis cantik kekasih di masa lalunya yang tidak pernah diputuskannya itu sekarang sedang berada di ujung pelupuk matanya yang sudah sangat ingin sekali dia makan hidup-hidup sakit sakitnya saking tercabik-cabiknya hati Jeremy selama ini oleh kelakuan Bocil cantiknya.
"Kamu tahu betapa aku ingin membunuhmu saat kamu berkencan dengan lelaki lain di cafe Demian Ingin sekali aku tembakan rudal untuk menghancurkan seluruh isi kafe itu terutama kamu dan lelaki itu!"
Kimberly semakin menundukkan kepalanya setelah yang merasa bersalah atas tindakannya yang terlalu kekanak-kanakan tanpa meminta penjelasan dengan gamblang terlebih dahulu kepada kekasihnya tetapi dengan tergesa-gesa dan sangat gegabah tiba-tiba meninggalkan apartemen Jeremy yang berada di sekitar New York di dekat Universitas Columbia tanpa sepatah kata pun.
"Hiks sama tadinya aku juga ingin membunuhmu dengan wanita itu wanita yang sudah membuat aku salah paham wanita yang aku kira dia adalah kekasihmu Aku pun merasakan yang hal yang sama denganmu mungkin karena usiaku yang belum begitu matang sehingga aku gegabah dan aku tiba-tiba memutuskan sepihak hubungan kita maka dari itu aku ingin meminta maaf padamu sekarang walaupun kamu sudah tidak mempunyai perasaan yang sama denganku tapi asal kamu tahu sejak saat itu aku tidak pernah lagi menerima ajakan kencan dari lelaki lain hatiku hanya untukmu sampai kini Dan nanti aku pun pasrah jika memang kita tidak dipertemukan kembali karena maaf aku harus membuka semuanya sekarang Kak Alona melarangku untuk menyusulmu saat itu untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi karena salahku."
"Jangan dikira aku bisa melupakanmu begitu mudah Aku tidak akan pernah bisa melupakanmu cinta pertamaku walau menyakitkan tapi setidaknya aku tidak sakit hati karena kamu mengirimkuhiku tetapi karena jarak yang tidak memungkinkan kita untuk bersama. sekarang aku sadar walau kita dipertemukan kembali tetapi kamu bukanlah untukku lagi kamu sudah bertunangan dan sepertinya kalian sangat bahagia sekali aku ucapkan selamat atas hal itu." Kimberly pun reflek dan sontak melepaskan tangan Jeremy yang masih memegang pinggang ramping dan mungil miliknya.
"Kamu terlambat Kimberly karena aku sudah bertunangan dengan wanita lain terima kasih karena sudah mencukurkan kumis dan jenggot ku yang sudah awut-awutan ini."
"Ehem baiklah apa apa ini yang kamu minta yaitu ritual menemanimu mandi Apakah aku bisa pulang sekarang karena aku sangat lelah Aku sangat mengantuk maafkan Aku karena baru kali ini aku bekerja dan hari sudah menunjukkan jam 10.00 malam."
"Oh tidak tidak masih ada lagi tugas untukmu pilihkan baju untukku tidur lalu kamu boleh pulang."
"Bukankah permintaan seperti ini bisa disalahpahami oleh tunanganmu kalau dia kemari dan memergoki aku berada di kamar mandimu seperti ini?"
"Heh tunanganku adalah gadis baik-baik yang tidak pernah sama sekali menyambangi tempat tinggal tunangannya jadi kamu tidak perlu khawatir karena posisimu aman."
...DEG...
...Mengapa dari nada bicaranya terlihat sekali kalau dia sangat membenciku dari tadi dia selalu memuji kebaikan demi kebaikan yang diberikan oleh tunangannya. pakai memuji tunangannya adalah gadis baik-baik segala! heh picik sekali kamu Jeremy. kalau gitu selamat deh untuk pertunanganmu dengan gadis baik-baik itu....
Gerutu di dalam hati Kimberly yang membuat sekujur tubuh Kimberly merasakan ilfil berlebihan saat mendengar bahwa Jeremy sangat mengagumi tunangannya itu mengingat Dia adalah gadis baik-baik katanya.
"Baiklah ini pakaian tidurmu dan juga aku akan pamit pulang sekarang, selamat malam Pak CEO Selamat tidur dan mimpi indah."
Dengan langkah gontai dan hati kecewa Kimberly pun melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kamar mewah milik Jeremy tersebut dan mengenakan jasnya kembali lalu membuka pintu kamar Jeremy, tetapi saat langkah kakinya hendak keluar dari kamar itu sebuah tangan kekar menahannya.
"Tunggu dulu!"
DEG
To be continued
...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...