
...Johansson Grup...
"Kira-kira di masa yang akan datang Mas Jeremy akan bos serahi salah satu perusahaan begitu?" tanya Arman sambil masih menata berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh sang Bos besarnya perihal pembangunan Baru mall dan juga real estate 1000 hektar di Kalimantan.
"Yah tentu saja karena cabang perusahaanku di bidang IT yang masih kurang perhatian dariku kamu sih terfokus terus sama pembangunan Real Estate dan juga apartemen lalu mall sehingga perusahaan it-ku jadi aku anak tirikan. aku yakin Jeremy mampu mengemban amanah dariku untuk memimpin perusahaan itu di masa yang akan datang.
"Jadi kedepannya Mas Jeremy akan mengambil jurusan informatika begitukah Bos?"
"Sebaiknya begitu, nanti aku akan menyuruhnya untuk mengambil jurusan informatika dan juga manajemen bisnis sehingga anak itu akan memiliki modal yang kuat untuk memimpin perusahaan ini kelak. apalagi kalau dia sampai bisa berkuliah di universitas bergengsi di luar negeri aku akan senang sangat senang sekali dan sangat bangga memiliki calon yang kuat untuk memimpin perusahaanku."
"Kalau saya lihat dari nilai-nilai sangat sempurna seperti ini sepertinya dia akan sangat mudah untuk kuliah di Universitas bergengsi di luar negeri Bos bahkan nilai seperti ini tentunya bisa mendapatkan beasiswa dan universitas-universitas di luar negeri itu akan berlomba-lomba untuk melamarnya agar mau berkuliah di Universitas mereka."
"Dia lolos aja masuk ke salah satu universitas bergengsi di luar negeri seperti Columbia university di New York misalnya aku tidak segan-segan untuk merogoh kocek ku untuk membiayainya berkuliah di sana sekaligus tempat tinggalnya. Aku tidak mengharapkan lebih apalagi sampai mengharapkannya mendapatkan beasiswa itu tidak ada dalam kamusku Man."
"Saya bilang misalnya di Bos Mas Jeremy mendapat beasiswa di Columbia University di jurusan yang Bos inginkan maka apa yang akan Bos berikan sebagai hadiah atas prestasi gemilangnya itu?" lagi-lagi pertanyaan Arman itu begitu memprovokasi keinginan Johan untuk memberikan salah satu asetnya untuk dikelola oleh adik iparnya yang sangat membanggakan dan berprestasi itu.
"undanglah Aditya Sentani pengacaraku untuk menuliskan wasiat dan menurunkan satu perusahaanku dan mengganti namanya menjadi nama Jeremy sebagai pemiliknya yang sah dan pemimpin dari perusahaan Itu nantinya camkan itu Arman kalau memang Jeremy benar-benar mendapatkan beasiswa 6 bulan lagi saat mobil yang aku berikan juga sudah datang maka kesempurnaan lah yang akan dia dapatkan sebagai hadiah dan itu tugasmu untuk membuatnya menerima semua pemberian dariku karena aku tidak mau dia merasa terbebani saat aku sendiri yang mengatakannya padanya.
"Bujuk dia dengan kata-kata mutiaramu aku yakin kamu mampu untuk meyakinkannya agar mau menerima hadiah dariku yakni mobil dan juga perusahaan yang menunggu untuknya memimpin perusahaan itu nanti di masa yang akan datang aku yakin dengan pilihanku karena aku tidak pernah salah saat aku membaca dari sudut pandangku Jeremy adalah pria yang bertanggung jawab pria pekerja keras mandiri selalu fokus dan tidak mudah tergoda dengan wanita, sosok seperti jeremilah ciri-ciri pemimpin di masa yang akan datang yang patut dicontoh oleh para generasi muda saat ini."
Prok.. prok..prokk
"Wow ternyata Bos sungguh mengagumi sosok Mas Jeremy Ya bos diam-diam bos memperhatikan seluk beluk gerak-gerik dan tingkah laku serta sifat dari Mas Jeremy selama ini."
"Yah aku sudah membaca potensi yang berkualitas dari anak itu ya sudah catat semua pesan dariku jangan sampai meleset segeralah memesan satu unit mobil itu walau dengan harga yang fantastis aku akan membayarnya aku pulang dulu Man."
"Baik bos hati-hati di jalan Bos akan saya bereskan semuanya."
Flashback Off
✨
✨
✨
...Mansion Tejakusuma...
"Hiks hiks bisa-bisanya dia diam saja padahal dia mau kuliah di luar negeri begitu tega dia diam saja tidak membagi berita itu kepadaku Aku benci Jeremy Aku benci dia Aku benci!"
Lalu Jeremy pun tidur di tepat di belakang Ily yang sedang mengumpat tak karuan saking marahnya pada kekasih tampannya yang diam-diam menyembunyikan kabar baik sekaligus kabar buruk tersebut. Jeremy melingkarkan saja tangan panjang dan kekarnya di perut dan pinggang Ily lalu membenamkan kepalanya ke ceruk leher bagian belakang Ily dengan keharuman khasnya setelah mandi membuat Jeremy semakin betah berada di posisi itu.
"Emm.. kalo marah gitu kamu makin cantik Lo Mok." sambil masih terbenam di ceruk lehernya, Ily pun tersenyum sedikit saking senangnya ternyata sang kekasih tampannya itu datang ke rumahnya sesuai janjinya.
"Ini bunga untuk gadisku yang paling cantik dan paling se xy, apalagi kalau men de sah sungguh cantik aku sampai tidak bisa berkata-kata, apalagi saat aku ji lat belahan daging di bawah sana yang berwarna pink kemerahan sangat menggugah selera.
Kimberly pun memutar badannya hingga kepala dan wajah keduanya sekarang saling berhadapan ta berjarak.
"Sekarang katakan Je kenapa kamu nggak cerita kalo mendapatkan beasiswa keluar negeri?"
"Sayang dengar, aku masih menyembunyikan hal ini dari kak Ronald dan juga kak Lona pasti mereka berdua akan melepasku untuk menuntut ilmu di negeri orang tapi aku masih menyimpan rahasia ini rapat-rapat aku tidak mau mereka mengetahui tentang hal ini selama hubunganku dan gadis cantik ini terganggu."
"Ya iyalah pasti aku terganggu, aku bisa mati berdiri jika kamu tidak pamit dan tiba-tiba ninggalin aku sendiri di Indonesia, tapi aku juga nggak boleh egois aku hanya ingin kejujuran kamu saja, cobalah untuk berterus terang dan terbuka pada kekasihmu yang tak pernah kamu anggap ini bisakah sedikit saja kamu cerita masalah terburukmu padaku? hingga akh merasa dilibatkan dalam setiap inch kesusahan hidupmu jangan hanya manisnya saja yang kamu bagi denganku melainkan juga tentang pahitnya jadi pahit manis dipikul berdua.
"Sayang boleh aku menci ummu?"
"Enak saja aku belum memaafkanmu ya! walau kita tidak berjarak seperti sekarang aku nggak mau di ciu m."
ili pun beranjak dari tempat tidurnya yang berukuran king size itu.
"Mau kemana sih?" tanya Jeremy sambil memasang tampang seperti anakan kucing kampung yang membutuhkan kasih sayang.
"Mau mengunci pintu?"
"Hmmm ya hehe maaf tapi aku udah mengunci pintu kamar kamu tadi ini kuncinya sayang."
"Igh mes umnya!"
"Plak!"
Ily memukul lengan tegap nan kekar kekasih tampannya itu sampai Jeremy gemas lalu memberikan cumb uan dan menggendong kekasih cantiknya yang sudah berdiri dari tadi.
"Baiklah aku hanya menggendongmu saja untuk kembali ke tempat tidurmu, aku ingin memelukmu sampai kamu tertidur okay?"
"Emmm janji nggak ngapa-ngapain aku karena aku nggak ngasih ijin."
"Nggak bisa sayang salahnya sendiri kamu memakai baju untuk pesta tetapi kamu gunakan untuk tidur sayang, aku sangat tergoda gimana dong? aku ne nen saja deh janji, aku hanya akan menge nyot pu ting pink milikmu saja."
DEG
To be continued
...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...