I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Kadar Cinta



"Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Charles pun datang membawa kelima merk Test pack yang diminta oleh majikannya tadi."


"Ini tuan muda test packnya dengan 5 merek yang berbeda."


"Charles tolong rahasiakan ini pada mami dan Dedi."


"Baik tuan muda saya akan simpan rahasia ini rapat-rapat, mari tuan muda Nona saya permisi dulu."


"Baiklah Charles kamu boleh melanjutkan pekerjaanmu. Ayo Sayang lebih baik kita sekarang kembali ke apartemen saja aku sudah tidak bisa berdiri lagi darahku rasanya habis, aku tidak kuat mengemban beban berat hidupku saat kamu mengatakan bahwa kamu telat datang bulan."


"Oh no jangan dulu please Arsen Not now! aku kan masih pingin di sini Aku ingin melihat sekitar Mansion kamu ini."


"Baiklah sepertinya kamu benar-benar hamil sayang karena kamu semakin cantik dan semakin banyak permintaan."


"Oh ya apakah benar seperti itu memangnya ciri-ciri orang hamil selalu banyak meminta dan selalu menjadi cantik ya? Lalu apa sebelum-sebelumnya aku tidak secantik ini mungkin karena dress baru yang kamu berikan dan juga hari ini kan hari yang spesial bertemu dengan calon mertua."


"Sayang mengapa kamu santai sekali dan Kamu sepertinya bahagia sekali kamu tidak nervous sama sekali."


"Bagaimana aku tidak bahagia melihat orang tuamu begitu meriah menyambutku dan menerimaku dengan lapang dada. Itu sudah di luar ekspektasiku karena aku sudah membayangkan bahwa mereka akan memberiku setumpuk uang yang dilempar ke mukaku dan mengusirku dari hidupmu.


Padahal kebahagiaan itu tidak melulu tentang uang tapi memang kehidupan itu harus di sokong dengan uang kalau tidak ada uang maka kita tidak bisa mencukupi kehidupan kita kita sehari-hari.


Namun cinta dan kasih sayang lah yang utama ada uang tapi tak ada cinta buat apa? Sebaliknya kasih sayang, cinta meskipun uang pas-pasan kita masih bisa hidup bahagia dan tersenyum walau hanya makan sepiring berdua."


"Sayang kamu kok jadi cerewet dan banyak omong gitu sih, terus suka ngegombal lagi apa bener ibu hamil itu bisa berubah menjadi seperti ini bisa menjadi se menggemaskan ini hmm?"


"A h Arsen aku nggak tahu yang pasti aku bahagia banget hari ini sangat bahagia!"


"Ya sudah ayo kita jalan-jalan dulu aku akan mengajakmu berkeliling, marilah kita lupakan sejenak tentang benih cinta kita lagi, kita akan membahasnya lagi nanti karena dadaku terasa sesak dan aku belum siap menghadapi semua ini."


"Hahaha baiklah Ayo berkeliling." Namia pun langsung digenggamkan ke jari jemari tangan arsen mereka saling bergandengan tangan berjalan beriringan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri menunjukkan setiap sudut bagian di mansion mewah itu.


"Sayang memang kamarmu ada di lantai berapa?"


"Kamarku ada di lantai 2 dan kamar mami dan Dedi kamar utama ada di lantai 4 kita bisa naik lewat lift."


"Ya Tuhan rumah saja begini besar lalu kakakmu?"


"Kakak kan kuliah di luar negeri jadi jarang banget datangnya paling 3 bulan sekali.


"Ya sepertinya begitu karena dia jarang pulang kalau disuruh pulang suka ogah-ogahan dan susah banget. Dia kan mewarisi perusahaan daddy dan harus fokus sama pendidikannya sih. Setelah dia lulus nanti kan dia harus langsung memegang cabang perusahaan Daddy yang satunya."


"Lalu apakah orang tuamu juga tahu dan juga mengenalkan kekasih kakakmu ke orang tuamu? pasti dia cantik dan berasal dari keluarga kaya pula tidak sepertiku." Namia pun mulai murung dan merasa insecure lagi.


"A h aku tidak tahu soal itu karena kalau udah di luar negeri kan mereka selalu bertemu sih paling ya sudah dikenalkan begitu? mereka tidak pernah menceritakannya kepadaku karena kesibukan kali ya? Dan aku pun juga kan jarang pulang, paling pulang malam habis balapan liar, sebelum bertemu kamu tentunya."


"Iya setelah bertemu aku kan kamu jadi jinak, lucu banget pas kamu pendekatan, Aku kan nggak pernah peduliin kamu sebelumnya, kamunya yang sampai meninggalkan semua jadwal balapan liar kamu demi aku dari situlah aku terenyuh dan mulai melihatmu. Apalagi para biang ke onaran yang suka membullyku takluk tunduk semua dan sekarang malah memanggil ku nyonya besar. Lucu banget sih kalau inget itu semua pengen aku senyum-senyum sendiri jadi salah tingkah sendiri."


"Oh ya berarti kamu bangga dong jadi nyonya Arsen di dreamy International High School?"


"Nggak tuh siapa yang bangga biasa aja tuh, malah beban berat nih jadi nyonya Arsen kemana-mana diawasin kemana-mana ditakutin. Mereka pun nunduk apalagi yang pernah menyiksa aku habis-habisan di toilet si geng lemes kecentilan yang suka godain kamu itu. Ya sudahlah semua udah berlalu aku udah ngelupain itu semua yang pasti sekarang kita bahagia.


"Benarkah langkah kita masih jauh apabila memang benar-benar ada anak di dalam kandunganmu pasti kita akan menikah lalu aku kan belum belum punya penghasilan paling cuma bisa ngandelin tabunganku."


"Sudahlah nggak usah dipikirin kalau memang ada benih dalam kandunganku semua pasti ada jalan keluar walaupun kamu diusir pun oleh orang tuamu rejeki selalu ada jalan untuk dicari asalkan kita mau berusaha bekerja keras selalu ada jalan rizki untuk kita mencukupi kehidupan kita walau ada bayi diantara kita."


"Aduh sayang kamu jadi dewasa sekali kamu jadi bijaksana sekali sih atau karena memang kamu benar-benar hamil ya Kok aku jadinya nervous nih sumpah jujur aku belum siap jadi bapak."


"Ya sayang siapa sih yang siap? siapapun nggak akan siap kalau sedini ini sudah memiliki anak sudah jangan dulu berprasangka kita lihat saja besok pagi Bagaimana kenyataan yang terjadi kalau memang ada bayi dalam kandunganku pasti itulah anugerah dari Tuhan Yang dipercayakan untuk kita jaga dan jangan sampai kita sia-siakan oke?"


"Sayang tapi misalnya kalau memang tidak ada anak di antara kita kamu nggak akan pergi ninggalin aku kan." sekarang giliran arsen yang merasa insecure.


"Yah dia mulai lagi deh udah nggak usah dibahas kamu selalu saja membahas tentang aku ninggalin kamu aku nggak cinta kamu aku nggak sayang kamu Aku benci kamu kamu nggak yakin ya sama aku?"


"Oh ya sayang Ini adalah kamar tamu kamar tamu ada 25 kamar." asen mulai mengalihkan pembicaraan agar tidak lagi membahas tentang seberapa besar kadar cinta Namia kepadanya.


"Wow Apakah kamar sebanyak ini kepakai Apakah nggak buang-buang uang listrik air segala macam kan belum tentu juga ke isi."


"Nggak tahu lah sayang aku kan lahir sudah ada di sini aku nggak tahu proses pembuatannya kalau memang aku sudah lahir pastinya aku juga protes ngapain bikin rumah gede banget padahal kita hanya berempat."


"Eh tuh tuan muda bawa ceweknya kemari kok aku denger-denger belum-belum udah hamidun Ya Tuhan bagaimana nanti perasaan Nyonya jika baru saja mengenalkan kekasihnya kemarin sudah bikin malapetaka."


...DEG...


"Sssttt..sayang diem pelan jangan sampai ketahuan kita menguping."


To be continued