I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Sembunyi dari Kakak..



...Ting.. tong.. Ting.. tong.....


Cekk.. klek..


"Ihh lama banget ngebukainnya, ngapain aja sih lo?"


"Sabar Napa kak!"


"Aahhh gue tahu kenapa Lo lama bukain pintu, itu siapa yang gigit leher Lo hah? Lo nyembunyiin cewek di dalem ya!"


"Jangan sampai gadis itu menghancurkan Jeremy lagi!"


"Sudah sayang dengar, percaya padaku Jeremy tadi bicara jujur aku tidak merasakan adanya kehadiran tamu di appartmentnya yakinlah akan hal itu!"


Johan meyakinkan Lona agar tidak buru-buru menyimpulkan yang tidak-tidak nanti ditakutkan kalo kemarahan Lona akan mempengaruhi janin dalam kandungannya. Johan pun memeluk erat tubuh mungil kekasih cantiknya itu dan mencium lembut keningnya serta tidak lupa menggodanya dengan me re mas pan tat mungil milik Lona.


"Sayang! isshh ya udah aku percaya kamu jangan sampai kamu sekongkol ya dengan si Jerry bisa aku bejek-bejek kalian berdua nanti, nggak akan aku kasih jatah be cin ta selamanya."


"Siap grak! ampun nggak berani." ucap Johan meyakinkan dengan penuh penegasan.


"Ya udah yuk!" selanjutnya keduanya pun saing barboncengan untuk membeli seblak bersama-sama."


*****


...Johanson Appartment Residence...


"Sayang udah tidur?"


"Jer aku takut, takut kak Lona akan memergoki kita."


"Hmmm kak Ronald udah tau tentang hubungan kita dan kak Ronald juga akan bantu supaya hubungan kita nggak terekspos terutama pada kak Lona."


"Jadi kita bisa melanjutkan apa yang kita mau sayang hmmppff hmmppffhh." Jerry yang sudah tidak tahan karena tak mampu lagi untuk menunda kegiatan ran jang yang membuatnya bersemangat di masa puber yang berharga di masa SMAnya itu.


"Ya Jer hmmppffhh." keduanya pun sudah diselimuti oleh kabut gai rah saat Kimberly tiba-tiba membuka kemejanya dan melemparkannya ke sembarang tempat.


"Sayang aku ingin ne nen boleh?" Jeremy pun mulai menurunkan kain penutup pa yu da ra Ily dan melihat dua buah pepaya gantung berwarna putih mulus dengan pu ting nya yang sudah menegang ingin di se sap dan hi sap dengan rakusnya tanpa menunggu si empunya pa yu da ra mengiyakan permintaannya.


"Tapi aku janji akan menghentikannya jika kau ijinkan aku untuk melihat lagi sesuatu di balik ce la na da lam kamu itu sayang, please."


"A hh Jer, Hmmm baiklah tapi janji nggak kamu apa-apakan nanti? bilang dulu sayang?" ucap Ily dengan tingkah manjanya yang menjadi semakin manja sejak hari ini.


"Nggak i promise you, aku nggak akan macam-macam aku hanya ingin men Ji lat nya saja hmmppffhh." mereka pun ber ci uman lama lagi hingga Sesa pan pun terjadi di pucuk pink Cherry buah da da meng kal Ily yang hanya seukuran kepalan tangan Jerry. Jerry pun memberi se sapan lu matan serta tanda cinta di sekeliling buah da da yang berukuran kecil namun tetap menggemaskan di mata Jeremy karena sejatinya Jerremy tidak suka bila melihat gadis cantik dengan buah da da yang terlalu berlebihan sehingga tegak berdirilah senjata kanuragan Jeremy yang ada di balik celana piyama yang selalu di kenakannya saat akan menjelang tidur.


Lalu Jerry pun semakin melancarkan aksinya dengan membuka lebar-lebar kaki jenjang kekasih cantiknya itu hingga terbukalah sudah hidangan utama yang sudah ditunggu tunggu oleh Jeremy sejak tadi. Ily pun menutup wajahnya karena malu mengapa Jeremy suka sekali melihat penampakan dibalik kaki jenjangnya itu.


Di dekatkannya kepala Jeremy ke apem cantiknya di mulailah kegiatan me sum berbuntut berciu man dengan bibir bawah Kimberly dengan membabi buta. Lid ah Jeremy yang sudah membuat ba sah kl it gadis cantik itu, naik turun sampai ke va gi nanya menye sap me lu mat meng hunuskan li dahnya keluar masuk ke dalam lubang kenikmatan sampai ily mende sah hebat dengan menengadahkan kepalanya sampai terlihat plafon kamar mewah yang dulu di tempati Lona kini di tempati olehnya. Jeremy pun masih betah ber ci uman dengan bi bir bawah ily tanpa mendapatkan balasan. Lalu Jeremy pun ingin melanjutkan aktivitasnya dengan menaikkan sedikit level setelah membuat ba sah maka next stepnya yaitu mema sukkan senjata pamungkasnya ke dalam liang kenikmatan berupa va gi na ba sah nan ketat yang belum terjamah siapa pun juga.


"A hh sayang a hhh aku malu ini sangat menj ijikkan kenapa kamu suka sekali bermain di antara kaki jenjangku aww kenapa di gigit a hh hmmm haa u gh, aa hh aku pen pi pis Jer, perasaan apa ini?" de sah an yang membuat mata Lona berubah sayu kala Jeremy dengan gemas mengi git saja semua yang berkumpul didalam apem cantik nan lezat yang dapat membuat gelora mudanya semakin merekah. Jeremy lah cowok pertama yang mendapatkan ijin untuk menyen tuh semua yang ada pada diri Ily sampai ke titik paling sensitif.


"Yah keluarkanlah sayang, kamu sudah merasakan kli maks lepaskan jangan ditahan, kamu akan merasakan kenikmatan yang tidak akan pernah kamu rasakan sebelumnya sayang."


"A a a a a a hhh, Jerry please enough i know this feelings is so damn amazing but jangan di lanjutkan sekarang im not ready yet." teriak ily sampai berteriak dan berkeringat. Lalu Jerry pun mengurungkan niatnya untuk ber cin ta dengan gadis cantik itu karena melihat kekasih cantiknya sepertinya ketakutan setengah mati dan berucap belum siap melakukan hal itu karena usianya yang masih di bawah umur. Kemudian Jeremy mendekap erat kekasih cantiknya itu.


"Maaf aku nggak akan ngulangin lagi, maaf aku khilaf." ucap Jerry dengan penyesalan yang mendalam. Bagaimana tidak karena bidadarinya yang memang belum cukup umur jangan sampai kehilangan kevir ginannya sedini ini.


"Trimakasih sayang ya udah yuk tidur?" Ily yang sudah mengantuk pun mengajak Jerry untuk masuk ke alam mimpi karena besok pagi mereka berdua harus berangkat bersama-sama ke sekolah. Ily yang lega akhirnya bisa tidur dalam dekapan kekasih tampannya itu dengan tenang mengingat keinginan Jerry tadi yang ingin sekali ber cin ta dengan Ily akhirnya di urungkan sendiri.


...Incoming Video Call...


DEMIAN


"Halo."


"Jer ngapain Lo gimana kabar Lo udah lama nih kita nggak ngobrol sejak Lo udah nggak kerja di cafe lagi?"


"Syukurlah gue udah nggak sesibuk itu, gimana keadaan Lo dem?" tanya Jerry sambil tak sengaja sedikit menurunkan ponselnya dan nampaklah Jeremy sedang tidur bersama seorang gadis putih cantik dan mulus.


"Tunggu tunggu siapa tuh? elo abis ber cinta dengan siapa tuh mulus bener?"


DEG


To be continued