I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Saran Demian..



...🌁 Rooftop Cafe...


19.00 WIB


"Elo tuh nggak pernah percaya kalau gue omongin sih! Nih cewek-cewek nih bocil-bocil centil pada pengen nyamperin lo pengen minta nomor ponsel Lo tau nggak sih. apa jangan-jangan lo sengaja ya mau jumpa fans?" akhirnya Demian pun bisa bicara empat mata dengan Jeremy saat Jeremy mengambil break Karena kelelahan.


"Minta rokoknya dong." keduanya pun mengobrol sambil bersantai di Rooftop cafe yang bernama Rooftop itu.


"Tumben lo mau merokok? masih mikirin Bocil cantik lagi ya? udahlah men telepon aja kan lo punya nomor handphonenya? Apa susahnya sih tinggal telepon doang daripada elo nya gila tau nggak lo? gue nih yang susah kalau lo gila? tuh para cabe-cabean tuh sebanyak itu bakalan protes ke gue bro kalau lo gila!" Demian meyakinkan Jeremy agar membuang jauh-jauh rasa gengsinya.


"Eh lo tau nggak gengsi itu seperti penyakit bro dia bakalan ngerogotin hati lo grogotin pikiran lo grogotin jantung loh sampai lo akhirnya benar-benar mati dan apa yang terjadi selanjutnya si Bocil cantik bakalan jadi milik arsen selamanya lo mau? kalau lu mau sok atuh makan tuh gengsi!"


"Iya Iya bawel!" lalu dengan Masih menyesap sisa puntung rokoknya Jeremy memberanikan diri untuk menghubungi Si semok kesayangannya.


...Outgoing Call...


Bocil semok


"Halo"


"Halooo lagi ngapain?"


"Siapa nih?"


"Kok nggak di simpen sih, nomor ponsel guru lesnya sendiri?"


DEG


Detak jantung ily terasa menembus ke dalam ponsel milik Jeremy mereka berdua tidak tahu detak jantung siapakah yang berbunyi lebih keras seakan-akan keduanya saling mendengar detak jantung masing-masing yang begitu berisik. ini pun bergeming di dalam hatinya..


"Yess yess yess akhirnya Tuhan mendengar doaku, akhirnya cowok jual mahal ini meleleh juga kan?" sambil memegang ponselnya ini pun menutup mulutnya agar tidak terdengar sukacitanya ingin sekali ini berteriak kencang saking senangnya menerima telepon dari sang pujaan Hati Yang ternyata juga memiliki perasaan yang sama dengan ily.


"Oohh," ily hanya menjawab Oh saja karena saking nervousnya.


"Pr-nya udah dibahas belum ada kesulitan nggak?"


"Yah pr-nya aku dapat nilai sempurna makasih ya kak?"


"Hmmm Ya sudah kalau begitu istirahatlah aku cuman ingin menanyakan itu." Jeremy masih dengan kegengsiannya berbeda dengan niatnya untuk menelpon Ili tadi untuk menuntaskan beban di hatinya agar tidak kebingungan lagi.


"Kakak lagi di mana?" tanya ily agar membuka hati Jeremy yang masih saja gengsi ini pun ingin melanjutkan percakapannya di ponsel tadi agar lebih lama mengobrol dengan sang pujaan hati.


Namun rasa gengsi yang begitu besar menutup semua keinginan hatinya untuk berterus terang kepada Bocil cantik itu.


"Nggak Nggak apa-apa cuma nanya aja met kerja deh."


"Oh.."


...Call Ended...


"Idih main tutup aja kenapa lo cuman jawab oh Lalu lo tutup ponsel lo."


"Males aja, males ngomong lama ama dia nggak peka."


"Ya elu dong yang bilang, mana dia tahu kalau lu punya perasaan yang sama ke dia gimana sih lo?" Demian pun semakin gemas melihat sahabatnya itu masih saja gengsi dengan perasaannya kepada Ili. Bagaimana bisa Ili disuruh peka terhadap perasaan Jeremy yang sebenarnya saat Jeremy sama sekali tidak pernah menunjukkan sedikit petunjuk pun kalau Jeremy ada rasa suka pada gadis cantik itu.


Sungguh lucu sekali tingkah Jeremy yang seperti salah salah tingkah saking gengsinya sangat tinggi untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya terhadap ily terlebih dahulu. Padahal Jeremy itu bukanlah pemuda yang suka dikejar-kejar oleh wanita, Jeremy sangat benci pada gadis yang sangat agresif dan terus terang mengungkapkan perasaannya kepada Jeremy. Seperti yang terjadi pada Tiara, Tiara terlalu percaya diri dan terlalu merasa bahwa dirinya yang paling cantik di sekolah.


Sehingga siapapun tidak akan bisa menolak apabila terkena bujuk rayu Tiara. Namun sayangnya tebakan Tiara itu sangat salah besar saat yang dihadapi adalah pemuda seperti Jeremy. Jeremy tidak akan mempan dengan rayuan wanita manapun secantik apapun dia kalau Jeremy tidak merasakan suka sedikit pun terhadap gadis itu.


Walau berjuta rayuan dan godaan mencoba untuk iman Jeremy dalam menahan hawa nafsunya saat para gadis cantik mencoba untuk mendekatinya dengan berbagai cara. senjata ampuh Jeremy saat mendapatkan serangan rayuan maut dari para Gadis itu adalah:


"Kalian adalah pelajar, pelajar yang baik sebaiknya patuh terhadap perintah guru untuk selalu menuntut ilmu sesuai dengan yang diharapkan oleh orang tua kalian. jangan sampai niat kalian berangkat ke sekolah tadi adalah untuk menggoda para pria yang kalian suka. bayangkan pasti orang tua kalian malu melihat anaknya yang ternyata berangkat ke sekolah bukan untuk belajar melainkan menggoda teman pria kalian. jadi sebaiknya urungkan niat kalian untuk menggodaku karena aku berangkat ke sekolah ini dengan niat untuk belajar untuk meraih cita-citaku yang setinggi langit.


""Udah ah gue mau buang jauh-jauh nama dia di hati gue sakit tau nggak?"


Jeremy yang masih mengomel ke sana ke mari nggak jelas saking sakit hatinya kepada Ili tidak menyadari kalau keberadaan Demian sudah tidak ada di sampingnya. seorang gadis telah mengusir Demian dan perlahan-lahan Demian pun pergi dari sana. Gadis itu pun akhirnya mendengar semua keluh kesah Jeremy yang sakit hati kepadanya.


Betapa senangnya Gadis itu karena resah gelisah hatinya pertanyaan-pertanyaan yang muncul di dalam benaknya kini terjawablah sudah.


"Pusing gue udah 3 jam gue ngeluarin semua unek-unek gue di dalam UKS tapi ternyata masih aja nih beban di hati gue nih sakit banget kenapa sih gue harus berurusan sama Bocil itu. Bocil yang tiba-tiba nyeruduk gue dari belakang yang bikin gue nyesek sekarang kenapa juga gue harus nyium dia waktu itu nyesel gue!"


"Hmmm jadi nyesel udah nyium gue? nyesel ya nyium semok?"


DEG


Jeremy yang tak sadar membelalakkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depan matanya gadis cantik yang sudah berhasil mengobrak hatinya tiba-tiba muncul di depan matanya. gadis kecil yang sudah berhasil membuat dirinya jatuh cinta itu pun kini berada tepat di depan matanya Lalu apakah yang akan dilakukan oleh Jeremy Apakah Jeremy akan mengusirnya ataukah Jeremy akan memeluknya erat dan mengungkapkan rasa cintanya kepada Kimberly saat itu juga?


To be continued