
...🏚️Mansion Rahadiningrat...
Setelah bergulat sekian jam hingga dinginnya suhu kamar mewah Jeremy yang tadinya sangat sejuk dan dingin seketika berubah menjadi menghangat bahkan memanas membuat keringat bercampur peluh keduanya seakan semakin membuat keduanya menjadi bersemangat untuk menuntaskan kerinduan selama bertahun-tahun berpisah. Nampak Jeremy masih rajin memberikan tanda cinta di sekujur leher sampai dada hingga punggung Kimberly sampai bentol-bentol merah kebiruan menghiasi tubuhnya yang mulus.
"Je je aku nggak kuat berdiri deh kayanya, milikku sakit banget perihh, rasanya seperti sobek." sambil masih memejamkan matanya Kimberly pun merintih kesakitan karena merasakan hujaman yang tadi dilakukan oleh kekasih tampannya itu sampai membabi buta seperti tidak ada hari esok tiada hentinya menyerangnya tanpa ampun.
"Oh ya coba aku lihat mok?" Jeremy pun perlahan membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya, dan melebarkan lagi kedua kaki jenjang dan mulus Ily lalu dilihatnya terdapat darah di dibawah sprei putih Jeremy yang membuatnya tersenyum penuh arti bahwa ternyata keraguannya pada Ily adalah salah besar dan tidak terbukti kebenarannya.
"Hmm sakit pedih banget ssshhh."
"Trimakasih semokku, makasih udah ngejaga apa yang seharusnya menjadi milikku, hmmppffhh kamu hanyalah milikku kini dan nanti selamanya."
"Hmm aku ngga bisa berpaling darimu Je, aku masih menganggap kamu kekasihku, karena aku tidak pernah menganggap kita putus hingga enam tahun berlalu."
"Hmm Trimakasih cup cup cup, mau mandi sekarang?"
"Hmm aku capek ngga bisa jalan, capek banget, pelik aku izin nggak bekerja aku nggak kuat berdiri rasanya."
"izin dikabulkan asalkan kamu stay terus di kamar makan tidur di kamar dan menungguku sampai aku selesai bekerja Oke jangan kemana-mana janji?"
"Hmmm janji, aku nggak kuat bangun."
"Baiklah tidur lagi ya? good nite semok cantikku, sweet dreams, muahhh," ucap Jeremy pada kekasih cantiknya yang baru berbaikan lagi dengannya setelah kesalahpahaman yang terjadi hampir setengah dasawarsa itu.
"Good nite sweet dreams to you too jadi apakah kita sekarang berpacaran lagi?"
"Ehemm nggak dongg ini, cincin ini udah aku beli lama di New York walau harganya nggak seberapa mahal tapi cincin ini adalah bukti cintaku padamu yang tak lekang oleh waktu."
"Ohh ya? ya udah kenakan di jari manisku Hmmm?"
"Ily Will you marry me?"
"Awwww aku nggak percaya ini? Aku nggak percaya hari ini kita ketemu hari ini kita bertengkar hari ini kita beradu mulut lalu terakhir kamu melamarku seperti ini oh my god aku nggak percaya ini rasanya jantungku ingin berhenti sejenak Ya Tuhan mimpi apa aku semalam hingga aku mendapatkan anugerah terindah yang pernah aku miliki dalam hidupku."
""Ayo jawab maukah kamu menikah denganku sayang?"
"Aaaww Jeje gelii Yess i do tentu saja aku mau jadi istrimu secara kamu udah mengambil kepera wananku yang hanya aku persembahkan untukmu untuk suamiku teny saja hanya untuk suamiku seorang bukan yang lain." Jeremy pun mulai memberikan lagi tanda cinta di sekeliling da da dan leher Ily yang masih polos lalu diambilkanlah kaos gombrong milik Jeremy untuk dipakaikannya ke tubuh mungil dan mulus kekasih cantiknya yang baru saja menjadi tunangannya itu hingga tubuhnya masuk sempurna seperti memakai mini dress kedodoran saking besarnya kaos itu.
"Ambilkan bra dan ****** ***** aku itu yang kamu lempar tadi, hmm thanks."
"Cup hmmppffhh, aku pakai bra dulu Je, Ahhh aku berdarah Je, Hmmm di sprei kamu jadi ada noda darah Je."
"Iya se mok aku bangga memilikimu yang menjaga kehormatanmu hanya untukku, wanita sepertimu yang sudah mulai jarang berada di dunia ini gadis sepertimu yang masih perawan dan dengan kecantikan Paripurna sungguh membuatku takjub Aku tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan yang serupa jika aku bertanding dengan gadis lain seperti di New York misalnya."
"Syukurlah darahnya sudah berhenti apa seperti ini kehilangan kepera wanan itu harus merasakan kesakitan seperti itu lalu Bagaimana selanjutnya jika kita melakukannya lagi apakah sakitnya akan terasa seperti itu lagi?"
"Makanya kita harus sering-sering melakukannya untuk melatih bibir bawah kamu agar yang terasa hanyalah kenikmatan tiada tara tidak ada lagi rintih sakit seperti itu dan sebaliknya mulai sekarang aku harus terbiasa memenuhi hasr at kamu yang tiba-tiba meledak-ledak dan memintaku untuk memberikan service yang terbaik karena kalau sudah begini maka nantinya kamu akan ketagihan dan akhirnya kamu akan mulai berinisiatif untuk melakukan dan memintaku untuk melakukannya walau dikantor sekalipun sayang."
"Ah nggak mungkin nggak akan mungkin nggak akan pernah."
"Oh ya sebenarnya obat yang sangat mujarab adalah tetap melakukannya secara intens dan sesering mungkin hingga kamu sudah tidak akan merasakan kesakitan lagi Sayang seperti ini misalnya." tangan Jeremy pun mulai meraba lagi paha kekasih cantiknya lalu naik dan naik lagi hingga sampailah pada muara ternyaman tempat jari jemari Jeremy bersemayam di lubang basah tempat favorit para lelaki di seluruh jagat raya ini.
"Ssshhh, Hmmm ssshhh Je je," untuk menghindari lecet dan sakit saat jari jemari tangan Jeremy mulai bermain di area kli t Ily yang memicu keluarnya cairan basah sumber kenikmatan tiada Tara Kimberly pun mulai melebarkan kedua kaki jenjangnya agar Jeremy bisa leluasa mengobrak abrik lubang basah yang masih sempit dan legit khas mantan perawan yang hampir terlepas lagi darinya kalau Jeremy masih saja keukeuh dengan egonya untuk tetap bertunangan dengan Bianca.
"Sayang rudalku mulai membesar lagi, bolehkah?"
Tanya Jeremy basa basi saat tunangannya itu pun sudah mulai terbiasa dengan sentuhan sentuhan manja yang di lakukan Jeremy dengan lihainya hingga basah sempurna dan rudal pun masuk menerobos belahan daging yang menggugah selera itu.
...Jle bb...
Rudal Jeremy pun masuk melesat kembali mengobrak abrik pertahanan Ily yang tadinya sudah tidak bisa bangun ditambah lagi serangan tambahan sekarang pasti akan semakin membuat tubuh Kimberly tak berdaya.
"Yah yah," Des ahan Ily semakin mempercepat hujaman pinggul Jeremy maju mundur hingga kenikmatan surgawi tadi muncul kembali.
"Sayang berbalik lah rasa rudalku akan berbeda dan makin terasa nikmat jika dimasukan dari belakang, huh hah."
"Yahh sakit tapi enak, ci um lagi." pinta manja Ily makin membuat ga irah Jeremy meledak ledak tak mau berhenti.
"Ssshh ini sudah jam 1 dini hari semok, Kalau kamu masih terjaga aku pasti akan menusukmu lagi so setelah pelepasan segera tidur ya? Ku nggak mau gara-gara ber cinta berlebihan kamu masuk RS sayang."
DEG
...To be continued.....
...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...