
POV Namia
Setiap istirahat sekolah aku selalu menenangkan diri di perpustakaan. Di situlah aku bertemu dengan Jeremy sepertinya dia juga pelajar berprestasi dia juga pelajar teladan sepertiku. Ternyata usut punya usut dia juga bukan berasal dari keluarga kaya. Tapi tetap saja dia terkenal karena kakaknya yang seorang selebritis terkenal cantik dan namanya tersebar di mana-mana bahkan di Billboard yang terjepit sekalipun ada foto Cintyara Alona di sana.
Aku mulai menyukainya sejak pertama kali melihatnya di perpustakaan. Hampir saja aku tidak konsen belajar karena terpesona dengan wajahnya yang tampan yang selalu fokus dengan membaca buku serta mengerjakan tugas-tugasnya di perpustakaan. Aku pun tidak sadar kalau aku sudah jatuh cinta kepadanya jantungku berdetak kencang saat aku melihatnya.
Namun dia sama sekali tidak pernah melihat ke arahku. Dia dingin kaku tapi aku suka aku suka sekali cowok yang seperti itu cowok yang berpendirian. Dia tidak pernah jelalatan seperti seseorang yang kau kenal.
Setelah istirahat selesai apabila dia tidak ingin mengikuti pelajaran selanjutnya dia selalu berada di perpustakaan dia selalu mendapatkan akses kemanapun karena prestasinya yang begitu gemilang. Dia pernah juga mewakili sekolahnya untuk bertanding di olimpiade matematika, bayangkan sendiri ketika orang belajar mengikuti olimpiade pastinya otaknya sangat cerdas dan dia merupakan murid pilihan.
Pasti orang tuanya sangat bangga kepadanya. memiliki anak yang teladan seperti itu. Aku dengar juga ternyata dia korban broken home orang tuanya bercerai sejak dia berusia 13 tahun. Sejak saat itu kakaknya bertransformasi sebagai artis lalu kehidupannya pun berubah drastis, yang tadinya hanya sebagai anak dari pegawai PNS biasa sekarang kehidupannya yang disorot sehingga kehidupan pribadinya pun menjadi konsumsi publik.
Ah Jeremy seandainya aku berkesempatan mendekatimu. Aku akan memberikan seluruh jiwa ragaku untukmu. Aku pintar dan kamu pintar kita pasti menjadi bisa menjadi pasangan yang serasi. Aku masih mengagumimu sampai sekarang mengagumimu walaupun dari jauh. Tak bisa kupungkiri saat kau lewat di depanku dadaku terasa sesak.
Mungkin saat disejajarkan denganku kita akan menjadi pasangan serasi aku gadis manis dengan bola mataku yang indah kamu dengan ketampanan paripurna lalu kita berdua bisa sejajar bisa menjadi pasangan yang paling serasi di sekolah ini.
"Hei naiklah aku akan mengantarmu pulang."
...Deg...
Lagi-lagi sang penguasa sekolah mendekat dan hendak mengantarku pulang..
Mungkin dia baru saja melihatku. Dia baru saja bertemu denganku baru saja bertemu dengan orang yang selalu dikucilkan dan selalu tidak dianggap, selalu terkena bully di mana-mana walau aku sangat pintar tetapi aku sangat tidak beruntung. Jika sampai di sekolah selalu disiksa Apakah ini keberuntunganku hingga bertemu penguasa sekolah ini?
Setelah dekat dengannya apakah aku akan terhindar dari masalah ataukah akan menambah masalah? baiklah aku tetapkan diriku karena aku sudah tidak berdaya aku akan menerima ajakannya.
"Bisakah kamu membantuku berdiri karena kakiku terasa sangat sakit." Aku minta bantuan padanya karena kakiku benar-benar sakit aku tidak kuat untuk berdiri.
"Baiklah tunggu sebentar aku akan menyandarkan motorku dulu." Arsen pun turun dan memarkirkan motor sport-nya, Sejenak motor sport mahal itu terlihat begitu berkilau dengan begitu pas di tubuhnya yang tinggi dan tampan walau tak setampan Jeremy tentunya tetapi dia sudah lumayan berkilau apalagi kekayaannya yang bergelimang dan predikatnya sebagai penguasa sekolah yang tidak bisa lepas begitu saja dari darinya.
Lalu aku pun terkejut saat dia tiba-tiba menggendongku ala bridal style dan menaruhku di belakang jok penumpang untungnya aku memakai dalaman legging pendek jadi aku tidak keberatan jika aku harus melebarkan kaki jenjangku.
Tiba-tiba Arsen tidak menyalakan motornya saat aku masih tercengang Apa yang harus kulakukan saat aku naik motor sport mahal ini bersamanya Apakah aku harus melingkarkan tanganku ke pinggangnya dan berpegangan erat menempel di tubuhnya ataukah aku harus menjauh seperti ini karena aku segan aku takut dia keberatan jika aku melingkarkan tanganku di pinggangnya.
"Hei berpeganglah erat padaku karena aku akan mengebut nanti kamu akan terjungkal dan jatuh."
"Oh ak aku.. maafkan aku maaf kalau aku kurang bisa menyesuaikan diri dengan baik denganmu. Apakah aku harus berpegangan seperti ini atau seperti ini?" aku pun mencontohkan bagaimana aku harus berpegangan kepadanya melingkar dengan hanya memegangi pinggangnya tanpa harus melingkarkan kedua tanganku erat atau aku harus melingkarkan tanganku sampai membuat simpul tepat di perutnya. Melekat seperti ini jadi aku memberikannya dua pilihan mana yang harus kulakukan karena aku tidak mau membuatnya tersinggung dan sakit hati apabila aku terlalu menempel kepadanya.
Lagipula dia terkenal sebagai playboy dan pacarnya di mana-mana apalagi dia juga mengejar ratu sekolah yaitu Tiara kelas 3 yang juga mengejar-ngejar Jeremy sungguh lucu sekali cerita cinta segitiga kejar kejaran entahlah nanti Jeremy akan mengejar siapa. Tidak ada yang tahu siapa sebenarnya yang bisa membuat Jeremy jatuh cinta.
Menempelah erat di punggungku karena aku takut nanti kamu akan terjatuh.
Ha h lucu sekali pasti dia modus modus ingin menempel kepadaku. Karena dada sintalku ini terlalu menggiurkan untuk dilupakan. Ya sudahlah mau bagaimana lagi terpaksa aku harus menurut kepadanya daripada dia marah dan aku dilemparkan ke jalan.
aku pun menurutinya dengan melingkarkan tanganku membentuk simpul hingga menyentuh perutnya yang rata dan tegap sepertinya dia selalu berlatih untuk membuat tubuhnya gempal dan sixpack seperti ini. Aku tidak tahu tapi rasanya tubuhku memanas saat dadaku menyentuh punggungnya detak jantungku bergemuruh. Apakah aku takut jika berdekatan dengan pria ini ataukah karena aku suka padanya aku tidak tahu aku tidak boleh memiliki perasaan yang lebih, karena pria ini adalah milik semua orang tidak seperti Jeremy yang tidak pernah tersentuh oleh gadis lain.
Aku tetap harus fokus Aku tidak boleh tergoda oleh pria ini aku harus kuat dan tahan akan godaan. Setelah itu kita pun berhenti saat melewati apotek. Dan dia menggendongku lagi ala bridal style sampai menemukan tempat duduk untukku dia pun menyandarkanku di tempat duduk apotek itu lalu dia membeli Betadine untuk mengolesi lukaku yang lumayan serius.
Setelah 5 menit bertransaksi di apotek dia pun kembali dan mulai membersihkan lukaku lalu menutup dengan perban. Dia sangat lembut sekali dan perhatian aku jadi merasa tersanjung. Baru kali ini adalah lelaki yang perhatian seperti ini kepadaku sayangnya tiada Playboy di sekolahku aku jadi ilfil padanya.
Oh tidak sepertinya kita harus ke rumah sakit untuk kamu sangat parah Aku takut besok kamu tidak akan bisa bersekolah jika lukanya dibiarkan seperti ini.
...Deg...
"Tidaaakk!"
To be continued..