I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Semua Bahagia..



Kini hubungan dua pasang anak manusia yaitu Kimberly dan Jeremy serta Arsen dan juga Namia menjadi sekutu yang akan tetap seperti itu Sampai waktu yang tidak ditentukan.


Hingga hubungan antara Cynthiara Alona Kakak Jeremy dengan pemuda tampan pengusaha kaya raya di negeri ini yang dijuluki juga sebagai raja apartemen dan juga mall ini merubah kehidupan keluarga chintiara Alona termasuk Jeremy yang sekarang harus memberhentikan semua kegiatan part time job-nya agar tetap fokus bersekolah.


Sekarang Jeremy sudah menempati apartemen mewah milik kakaknya di gedung apartemen Johanson Residence apartment milik calon kakak iparnya. begitupun juga dengan hutang-hutang yang menumpuk sebesar total 3 miliar yang dimiliki oleh Sinta telah diselesaikan semua oleh Ronald truhadiningrat melalui kuasa hukumnya pengacara sekaligus sahabat baiknya Aditya Sentani.


Kehidupan keluarga Jeremy sekarang sudah jauh lebih baik dalam 3 bulan setelah kakak nya menjalin hubungan kasih dengan pria tampan terkaya di negeri ini itu sehingga membuat status sosialnya pun ikut terangkat ke permukaan.


Sedangkan kabar baiknya lagi adalah papanya Ardana Surya Wijaya yang sudah bercerai dengan mamanya, kini bersedia untuk meminta rujuk kembali Dengan menemani mamanya Sinta Setiana untuk berobat ke Jerman atas permintaan hormat dari calon menantu kaya rayanya yang juga sangat berbakti untuk mengobat kan calon mertuanya itu ke rumah sakit terbaik yaitu Heidelberg University Hospital Berlin Germany.


...🌁 Appartment Jeremy...


Kenyataan lain yang turut menghalangi kebahagiaan keduanya untuk bersama yakni penolakan kakak kandung Jeremy yakni Cyntiara Alona terhadap hubungan keduanya, dikarenakan Kimberly yang ternyata sudah memiliki jodoh yang sudah di tunangkan dengannya dari orok.


Se Mok?"


"Jerry!" Kimberly yang sudah tak kuat lagi menahan rindu langsung saja memeluk erat tubuh tegap Jeremy dengan melingkarkan kedua tangannya di leher bidang pujaan hatinya itu lalu pelukan itu pun dibalas pula oleh Jeremy dengan begitu hangat.


Lalu Jeremy yang mengetahui kalo didepan ada Arman langsung memberi tanda pada Arman 🙏 sebagai ucapan terimakasih.


"Se mok, kamu kok bisa kemari?" Jeremy kemudian melepaskan pelukannya dari tubuh mungil gadis cantik itu dan mulai menginterogasinya.


"Aku.. aku kangen ama kamu, maaf tapi hari ini orang tua aku ke luar negeri jadi aku bilang ke bi asih kalo aku nginep di rumah Lona gitu deh, jadi boleh nggak aku menginap?"


"Mok, gimana kalo kak Lona tahu kamu kemari?"


"Ya sembunyiin aku kan beres!"


"Terus kamu kok bisa lepas dari pengawasan ?"


"Hmm iya aku tadi diantar ke rumah Nora ama mang ya gitu deh terus aku naik taxy kemari."


"Sem ok kamu nakal banget sih!" Jeremy pun dengan gemasnya memencet saja hidung mancung Kimberly karena gadis cantik yang selalu membuat hari-harinya lebih berwarna itu sudah menjawab semua Teka teki yang sempat ditutup tutupi oleh Lona saat Jeremy baru terbangun dari tidur panjangnya.


"Jer, aku nanti tidur dimana?" tanya Kimberly kemudian karena dilihatnya di appartment mewah Lona terdapat empat kamar tapi yang terisi tempat tidur hanya dua kamar saja.


"Maaf tapi sepertinya kita harus sekamar karena aku nggak mau kamu tertangkap oleh kak Lona kalo sampai berpisah dari aku."


...BLUSH...


"Hmmm tapi di larang gr epe - gre pe in aku ya? aku kan belum cukup umur." Sambil menahan malu di wajah cantiknya Kimberly pun menarik narik ujung dressnya dengan gerakan memutar setengah lingkaran dengan menyembunyikan berbagai cara wajah meronanya.


"Yeee sembarangan! tar aku tidur di sofa kamu tidur di tempat tidurku." ucap Jeremy sambil mengetuk kening mulus gadis cantik itu yang bicaranya sudah mulai melantur.


"Lalu bodyguard kamu yang satu lagi? emangnya nggak ngikutin kamu lagi?" tanya Jeremy ragu-ragu.


"Oohh kan dia udah di tangkap oleh polisi kemarin siang di sekolah."


"Ohh iya kira-kira siapa yang melaporkannya?" tanya Jeremy sambil meletakkan back pack Kimberly untuk di simpannya di dalam mini walk in closet tempat baju-baju Jeremy di simpan.


"Kamu beneran nggak tahu apa pura-pura nggak tahu?" tanya Kimberly sambil mengerutkan kedua alisnya hingga tersambung sempurna.


"Iya beneran aku nggak tahu, siapa sih bilang dong?" tanya Jeremy sambil keduanya duduk bersebelahan di sofa kamar mewah Jeremy.


"Okay aku akan kasih tahu tapi ada biayanya!"


"Ya sudah berapa biayanya Mok?" tanya Jeremy semakin penasaran.


"Biayanya ciu m." Kimberly yang merasa Jeremy juga memiliki perasaan yang sama dengannya pun memberanikan diri untuk memulai memberikan jalan untuk Jeremy agar mereka bisa semakin dekat dan menjadi sepasang kekasih. Kimberly pun memejamkan kedua matanya dan memon yongkan bi bir mungilnya sampai lima centimeter tapi tetap menggoda.


"Ya udah nih, cup, sekarang jawab pertanyaanku?"


"Ye nggak itu salah sasaran tadi kan di pipi?"


"Kasih disini stempelnya!"


"Dimana?"


"Di sinilah!" Kimberly pun memo nyongkan mulutnya kembali sambil memejamkan matanya.


"Igh genitnya gadis ini cup." Jeremy lalu menge cup bi bir merah Kimberly satu detik saja.


"Ya genitnya juga cuma sama." Jeremy pun tak kuasa menahan hasratnya saat sudah mencicipi lembut dan halusnya bibir mungil Kimberly lalu memutuskan untuk berlama lama melesatkan ciu man lamanya ke bib ir Kimberly lagi. Jeremy pun mulai memasukkan Li dahnya kedalam bibir merah gadis cantik itu yang sepertinya baru pertama kali mendapatkan ciu man pertamanya hingga tidak bisa.mengatur oksigen yang masuk kedalam mul ut dan hidungnya saking dalam ci uman Jeremy itu.


"Ambil nafas Mok," lalu mata keduanya pun berubah menjadi sayu saling memandang lekat wajah satu sama lain dengan nafas yang sudah memburu bagaikan habis berlari keliling lapangan sepak bola.


"Issh, kamu diam-diam menghanyutkan banget sih Jer, jangan bilang kamu udah punya cewek? isshh aku benci kamu." Kimberly curiga kalo Jerry pasti menyembunyikan pacarnya selama ini karena ciuma nnya yang begitu lihai dan ahli. Kimberly pun memukul mukul dada bidang Jerry karena merasa tertipu oleh wajah tampan dan bijaksananya.


"Heii stop! hentikan Mok, aku nggak ada pacar! lalu apa yang membuat kamu menyimpulkan kalo aku punya pacar?"


"Kamu lihai sekali berci uman pasti kamu sering praktek kan?"


"Sok tau!" Jeremy pun menyentil lagi kening mulus Kimberly karena tebakan Kimberly itu salah besar.


"Lalu kamu kok bisa begitu ahli dalam berciu man?"


"Itu naluri laki-laki Mok, a hh gitu aja pake di jelasin!"


"Kalo memang karena naluri, berarti kamu sayang ya? kamu sayang nggak sama aku?" tanya Kimberly lagi sambil mengalihkan tubuhnya memutar hingga membelakangi Jeremy sambil tersenyum tersipu malu.


"Mau tau?" Jeremy pun berpindah duduk di sandaran tempat tidurnya dan mengajak Kimberly untuk berpindah ke tempat tidur berukuran king size itu.


"Mau apa sih?" tanya Kimberly penasaran.


"Sinih." sambil menyuruh gadis cantik itu untuk diatas pangkuannya dan menepuk nepuk permukaan pah anya agar gadis cantik itu duduk diatas pangkuannya sambil wajah keduanya saling berpandangan.


"Mau tau nggak perasaan aku yang sebenarnya? aku sangat menyayangi kedua wanita ini."


"Ini lihatlah kalung ini bukalah liontinnya." Kimberly pun membuka saja liontin kalung itu dan alangkah terkejutnya Kimberly saat melihat foto kedua wanita yang berjejer di dalam liontin itu adalah salah satunya adalah foto dirinya. Kemudian Kimberly pun tak kuasa menahan air matanya saat kecurigaannya selama ini yang menganggap Jeremy sangat membenci dirinya adalah salah besar, ternyata Jeremy selama ini juga memiliki perasaan yang sama dengannya.


"Hikss, aku nggak nyangka hiks, ternyata kita memiliki perasaan yang sama selama ini, aku nggak nyangka sama sekali, karena selama ini tuh kamu cuek banget Ama aku hiks." Kimberly pun tak kuasa menahan derasnya air matanya yang luruh membasahi pipi mulusnya hingga suara hi Sapan ingus Kimberly pun tak terasa menji jikkan di telinga keduanya.


"Thanks so much ternyata cintaku berbalas, hiks."


"Udah dong Mok jangan cengeng kamu makin jelek tuh ingusnya keluar semua, nih tisue."


Kimberly dengan tingkah usilnya segera membersihkan ingusnya yang membahana memenuhi hidung mancungnya.


"Mau ciu man lagi?" tanya Jeremy menawarinya.


"Igh kok pake nanya sih? Kan nggak seru aja kalo harus ijin dulu."


"Lalu maunya to the point ya! baiklah."


"Jeeer" Kimberly pun melingkarkan lagi kedua tangannya ke leher bidang calon kekasihnya itu dan mulai ber ci uman lagi kali ini lebih panas dan lama dari ciu man yang pertama yang penuh dengan percobaan tadi.


Tangan Jeremy yang katanya mendalami peran dengan nalurinya mulai meraba ke sekeliling tubuh Kimberly bagian belakang mencari sesuatu yang mengait di pertengahan punggungnya yaitu pengait br a milik gadis cantik itu.


"Tunggu kita ini apa?" tanya Kimberly sekali lagi untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa Jeremy tidak main-main dengannya.


...Blush ...


"Oh ya ya sudah."


"Jadi boleh?"


"Hmmm." Kimberly memberi isyarat lampu hijau dengan menganggukkan kepalanya tanda setuju.


lalu pertikaian Li dah itu pun berlanjut dengan di selingi tangan Jeremy yang melesat masuk kedalam dress Kimberly dari kancing atasan yang sudah di bukanya lagi lalu di bukannya kaitan br a yang sudah menjadi pengganggu has rat liarnya untuk segera memberikan pelayanan yang terbaik untuk kekasih cantiknya itu.


"Hmmm bentuknya secantik pemiliknya." puji Jeremy pada kekasih cantiknya itu sesaat setelah berhasil membuka kaitan br a dan terbukalah pa yu da ra sin tal milik kekasih cantiknya itu hingga pucuk pink yang sudah menegang itu pun di beri hisa pan lembut dan ji latan penuh gaa irah membara.


"Jangan di gi git."


"Sakit ya? ya sudah aku tidur di sofa dan kamu tidurlah Disni Hmmm, aku nggak akan ganggu kamu tidurlah yang nyenyak Mok."


"Nggak sakit tapi aku jadi ingin lebih dari sekedar ini dan ini." Kimberly dengan mata nya yang masih sayu menunjuk titik sens itif yaitu bi bir dan pepaya gantung sint alnya lalu turun lagi ke hidangan utama.


"Kamu mau?" tanya Jeremy to the point.


"Iya aku penasaran bagaimana rasanya." Gadis cantik yang ingin merasakan ber cinta di usia dini itu tidak di turuti oleh Jeremy melainkan Jeremy hanya ingin membuatnya keenakan saja untuk saat ini entahlah untuk keesokan hari atau tahun depan Jeremy tidak janji akan bisa menahan has ratnya atau tidak.


"Baiklah aku lepas yang ini," Jeremy pun melepas celana da lam hello Kitty yang terpampang nyata di dalam dress branded yang di pakai oleh gadis cantik pewaris tunggal tejakusuma grup itu.


Le ngu han yang sesungguhnya keluar setelah kaki jenjang Kimberly di lebarkan selebar lebarnya agar akses li dah Jeremy dapat leluasa menari nari disana dan tidak menyakiti lu bangnya untuk pertama kalinya.


"Enak?" Tanya Jerry lagi dengan senyuman yang menanti anggukan kepala kekasih cantiknya itu bahwa dia juga merasakan keen akan setelah li dah Jeremy menari-nari di lembah kekasih cantiknya itu.


"Banget, nik mat sekali, kenapa di gig it kan sakit tapi enaknya." Kimberly pun semakin membenamkan bib ir Jeremy yang sudah bertemu dengan bibir bawah kekasih cantiknya itu yang masih ber Bu lu leb at karena belum pernah terjamah sama sekali lalu..


Kegiatan itu pun harus terjeda lantaran Jeremy harus membukakan pintu untuk kakaknya yang meminjam kunci motornya untuk membeli seblak di kampung sebelah karena ngidam yang sudah tak tertahankan.


"Apa kamu mau melanjutkan apa yang sudah kita tunda tadi, kak Lona udah balik," ucap Jeremy yang sudah kembali masuk ke kamarnya dan melihat kekasih cantiknya pura-pura tertidur. Jeremy pun tersenyum simpul ingin men gg igit saja hidung kecil mancung milik Kimberly saat tidur pura-puranya itu sudah berhasil membuatnya gemas.


"Sini sayang tidurlah bersandar padaku ayo kita berfoto." ajak Jeremy pada kekasih cantiknya itu.


"Ya, kamu mau apain aku lagi?" tanya Kimberly lalu Jeremy sambil melihat dengan membungkuk dan mengep askan posisi ponselnya agar dapat menangkap layar keduanya. sekali sekali Jeremy mengambil foto Kimberly saat melihatnya dengan termenung.


"Sayang jangan angkat rambut panjang kamu seperti itu aku jadi ingin memberimu tanda cin ta di tengkukmu."


"Apa ada yang salah dengan otakmu sayang? kenapa kamu jadi melunak padaku? bukankah kamu jahat banget selama ini?"


"Yah abis kamunya udah punya cowok masih aja main mata ama yang lain, aku kan kesel dan kecewa, ternyata cewek centil ini matanya jelalatan.


"Udah nggak usah dibahas kan Arsen sudah sama Namia, Jeremy sudah sama Kimberly sudah tidak usah dibahas lagi dan akan tetap seperti itu okey?"


"Ya aku kan selalu gemes Ama kamu, suka bikin aku tiba-tiba marah nggak jelas apalagi, rok kamu yang terlalu mini membuatku ingin menjadikanmu milikku selamanya."


"Heii aku masih belum cukup umur?"


"Aku akan menahannya, tapi ijinkan aku untuk mengunjunginya walau dengan li da hku Hmmm boleh nggak?"


"Hah ngunjungin siapa?"


"Ini lohh," tunjuk Jeremy dengan menekan kl it Kimberly yang masih tertutup cel ana Jeansnya.


"Sayang! apa kamu pernah melakukan itu dengan mantan kekasihmu?" Ily pun men desah saat hari Jeremy menekan kl it Kimberly yang masih tersegel sempurna.


"Nggak, aku cuma suka kamu, nggak ada cewek lain?"


"Oh ya? maksudku tahun lalu saat aku belum bersekolah di sana? apa pernah ada gadis lain yang mengisi hatimu?"


"Enggak ada yang pernah singgah lama, seperti gadis ini!" jawab Jeremy sambil menyentuh ujung hidung mancung Ily.


"Oh ya? ya udah ciu mm?"


"Dimana?" tanya Jeremy memancing.


"Bi bir terus dimana lagi?"


"Ahahah baik tuan putri tapi tidak hanya bagian atas bagian bawah juga tidak akan luput dari serangan nikmat itu."


Jeremy pun langsung saja menyerang bi bir mungil Ily dan menggigit sedikit di ujung bawah b ibir Ily agar Jeremy bisa dengan leluasa melesatkani li dahnya ke dalam rongga mul ut Ily yang terasa seperti mint perasa pasta gigi.


"Suka? ambil nafas sayang?" Jeremy pun menghentikan pagu tannya karena dirasa Ily tidak bisa mengimbangi permainan liar bi bir dan lida hnya yang menari-nari di dalam rongga mulutnya."


"Haha, hahahaha aku nggak percaya kalo seorang Jeremy yang dingin seperti es batu bisa begini lembut padaku," tawa Ily memecah de Sahan dan le nguhan yang memenuhi kamar yang baru ditempati Jeremy hari ini itu lalu Jeremy lagi-lagi menyerang bi bir mungil pink kemerahan milik Kimberly. Lalu Ily me ngg igit ge mas leh ernya tepat dibawah telinga Jerry, hingga merah kebiruan.


"Ngantuk ya udah aku nggak akan gangguin kamu lagi, tidurlah Hmmm? atau kamu lapar?" Jerry pun menunda untuk membuka hidangan utama seperti yang direncanakannya karena tidak sampai hati melihat wajah lelah kekasih cantiknya.


"Nggak aku udah kenyang makan kamu, jadi nggak perlu makan Tiap hari kalo ketemu kamu rasanya kenyang."


"Asyik jadi tiap hari kita ketemu terus begini, aku nggak perlu ngasih makan kamu ya Mok?" goda Jeremy pada kekasih cantiknya yang masih kehabisan nafas. Lalu tangan Jeremy pun mengusap bi bir belepotan milik Ily karena terkena sisa Sa liva keduanya yang sampai merata di bi bir keduanya.


"Kalo bokap nyokap udah balik dari luar negeri ya waktunya balik ke rumah," ucap Ily sambil memainkan da da bidang Jeremy yang masih tertutup kaosnya


"Sayang besok berangkat sekolah bareng ya? trus kita naik motor kamu nggak apa-apa?" tanya Jeremy insecure.


"Ah ily kamu pasti nggak pernah sama sekali menciu m polusi udara karena princess seperti kamu tidak mungkin dibiarkan terkena udara luar kota Jakarta yang sangat kotor dan menjij ikkan."


"No sayang its okay, Im fine tapi aku bawa mobil," ucap Ily lagi sambil masih memainkan da da bidang kekasih tampannya itu.


Ting.. tong.. Ting.. tong..


"Sayang kak Lona tuh!" ucap Ily yang sudah tertidur berpelukan hangat dengan Jeremy. Lalu dia pun melepaskan pelukan Jeremy dan bangun dari tempat tidur berukuran king size itu karena panik. Kimberly pun mencoba memakai lagi br a nya yang tercecer di lantai tadi.


"Mok, ada apa?"


"Kak Lona di depan, gimana nih sayang! aku takut."


"Tenanglah, aku akan menemuinya dulu." Jerry pun meninggalkannya dan mengusap halus puncak kepala kekasih cantiknya itu dan meninggalkannya sendiri di dalam kamar.


Ting.. tong.. Ting.. tong..


Cekk.. klek..


"Ihh lama banget ngebukainnya, ngapain aja sih lo?"


"Sabar Napa kak!"


"Aahhh gue tahu kenapa Lo lama bukain pintu, itu siapa yang gigit leher Lo hah? Lo nyembunyiin cewek di dalem ya!"


DEG


To be continued