I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Bertemu Cinta Pertama..



...💒Dreamy International High School...


"Udah sekarang non belajar yang giat nanti flyernya mamang akan pura-pura bagikan ke den Jeremy. Hari ini pulang jam 04.00 sore kan nanti mamang sudah stand by di sana sebelum jam 04.00 sore, jam 03.00 sore mamang sudah mulai beraksi menyebarkan flyer-flyer yang cuma berjumlah 4 tapi, mamang aktingnya nanti pakai satu rim kertas yang berukuran sama dengan flyre itu padahal yang lainnya nggak ada tulisannya non jadi cuman 4 doang nyetaknya. Ntar malah yang lain yang ikut ngedaftar, bukan tepat malah salah sasaran ntar jadinya ya nggak non?"


"Siap mang oke ily berangkat dulu ya mang ily masuk dulu ke kelas."


"Siap non belajar yang rajin ya non?"


Setelah itu Ujang pun berbalik menuju ke mobilnya yang ada di parkiran sekolah elite itu. Dari kejauhan dia lihat sang pemuda tampan pujaan hati nona mudanya sedang berjalan ke arahnya.


...W******ah****** ini kesempatanku tapi ini flyernya tadi cuma aku cetak satu buah doang, rencananya mau aku perbanyak nanti sore gimana nih dikasih sekarang atau nanti ya?ah bodo amat sekarang ajalah biar aku nggak kepikiran entar...


Gerutu Ujang dalam hatinya.


"Ini den mungkin aden berminat mengajar les nona muda kami. Kalau mungkin aden ada kenalan pengajar ya sok atuh lumayan loh gajinya bisa buat nyicil motor den."


...Ah sepertinya aku ingat wajah bapak ini tapi.. di mana ya? Hmmm mungkin itu hanya perasaanku saja...


Gerutu Jeremy juga dalam hatinya.


oh oke terima kasih pak


"Sama-sama." jawab Ujang sambil di dalam hatinya bergemuruh tak karuan.


...Aduh bisa gawat nih flyer cuman satu doang dia bakalan tertarik nggak ya? wah bisa-bisa kena marah non ini kalau sampai nggak berhasil....


Ujang pun resah gelisah karena flyer yang cuman satu untuk senjata satu-satunya pula dan belum tentu Jeremy tertarik untuk menghubungi nomor yang ada di sana yakni nomor ponsel Ujang sendiri.


...Hah kita tunggu aja siapa tahu kali ini keberuntungan berpihak padaku beda dengan puluhan tahun yang lalu saat cintaku bertepuk sebelah tangan karena perbedaan derajat di antara kita....


Lalu setelah Jeremy meninggalkannya Ujang pun menuju ke mobil sport milik Ili yang sudah terparkir indah di lapangan parkir khusus siswa di sana.


"Ujang Ujang ya bener kamu Ujang ya?"


Lalu ada seseorang yang sedikit mirip dengan Cinta pertamanya di masa lalu menyapanya dan sepertinya ingin berbicara dengan Ujang.


Ujang pun menghindar dengan sekuat tenaga lalu masuk ke dalam mobil sport milik ili dan melaju pelan untuk keluar dari sekolah elite itu perlahan-lahan.


Tanpa Ujang sadari ternyata wanita yang menyapanya tadi pun mengikutinya dari belakang. Ujang sengaja memperlambat laju mobilnya untuk meyakinkan, apakah benar wanita itu mengikutinya ataukah tidak?


...Siapa ya? apakah itu Alina ataukah bukan tapi dia mirip sekali ya tuhan mudah-mudahan bukan dia ya, cukup cinta pertama yang terpuruk, cukup sudah sekali saja jangan munculkan lagi Alina yang lain di hidup aku yang sudah berantakan ini ya tuhan....


Kemudian mobil itu pun perlahan-lahan menyalip mobil Ujang dan menghentikan laju mobilnya untuk menghalangi mobil Ujang agar berhenti dan memarkirkan mobilnya di pinggir jalanan yang sepi itu.


"Ujang aku tahu kalau itu kamu, turunlah Aku ingin bicara sebentar aku tidak akan mengganggumu lagi setelah ini atau aku akan masuk ke mobilmu? bukakan sentral lock-nya."


Setelah tahu dan yakin kalau itu adalah Alina cinta pertamanya terdahulu. Ujang pun membukakan sentral lock-nya agar Alina masuk ke dalam mobilnya. sambil sedikit melihat penampakan wajahnya dari spion yang ada di dalam mobilnya Ujang pun akhirnya membukakan sentral lock mobil ily itu agar wanita itu bisa masuk dan berbicara serius dengannya di dalam mobil itu.


"Ya beginilah aku tetap bekerja sebagai sopir menurun dari bapakku jangan berteman denganku nanti kamu tertular takdir buruk seorang sopir." ucap Ujang sambil tatapannya lurus ke depan tidak berani menoleh dan melihat wajah mantan Cinta pertamanya itu.


"Tidak Jang kamu salah paham kejadiannya tidak seperti itu."


"Cukup Lin semua sudah terjadi, aku tidak salah paham aku sadar bahwa aku memang tidak berhak untuk mendekatimu. Sampai kapanpun kita akan selalu berbeda bagai langit dan bumi berteman pun sangat diharamkan bagi kita. Kita hanya bisa dihubungkan dengan status majikan dan sopir, majikan dan pembantunya itulah status yang cocok yang bisa menghubungkan kamu dan aku."


"Ujang cukup apakah kamu kemari mengantarkan anakmu aku tadi kemari mengantarkan keponakanku."


...Ngapain dia bahas-bahas soal nganterin keponakannya emangnya dia nggak menikah emangnya dia nggak punya anak? ah lebih baik aku bilang saja kalo sudah menikah...


"Aku mengantarkan majikanku Aku tidak mempunyai anak tapi aku sangat mencintai istriku."


"Oh ya selamat untukmu Jang, orang mana istrimu pasti dia sangat cantik?"


"Ya ya dia sangat cantik lebih cantik daripada kamu."


"Oh ya berarti aku juga cantik dong?"


...DEG...


Aduh lidahku kepleset tadi ngapain aku bilang dia cantik ya


Ujang pun mulai salah tingkah.


"Makasih ya Jang kamu sudah membukakan pintu mobilmu untukku, dan memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya baguslah kalau begitu, aku tetap menjomblo sampai sekarang karena aku menyesali sikap diamlu dulu, kenapa tidak aku ungkapkan saja rasa cintaku kepada seseorang yang sudah terlebih dulu menyimpulkan bahwa dia adalah bukan takdirku."


...DEG...


jantung Ujang berdetak kencang


...Mengapa Alina membahas tentang itu apakah karena dia tidak bisa melupakanku? makanya dia belum juga move on sampai sekarang? Apakah benar seperti itu? haruskah aku berteriak dan melompat-lompat kegirangan karena sampai sekarang pun aku masih belum menemukan pasangan yang sesuai dengan keinginanku?...


"Kamu cantik kamu juga kaya yang mengantri untuk mendapatkanmu banyak sekali, jangan suka pilih-pilih yang terbaik pada dasarnya semua orang itu baik asalkan derajatnya sama denganmu, beda kalau orang baik itu derajatnya jauh di bawah kamu, maka jangan pernah memilihnya untuk menjadi pasanganmu atau kamu akan bernasib buruk." ucapan Ujang yang tetap bersih kekeh untuk membahas soal derajat dan level nasib pada Alina.


"Kamu dari tadi membahas soal derajat derajat dan derajat. Aku menyesal mengapa dulu tidak memilihmu Jang. Sampai sekarang ternyata aku tetap tidak bisa move on darimu bagus kalau kamu sudah bahagia dengan yang lain.


Selamat Ujang nanti suatu saat pasti kamu akan dikaruniai seorang anak. Teruslah berusaha, baiklah aku hanya menyapamu tadi karena aku ingin tahu kabarmu yang terbaru dan agar kamu tahu bahwa aku tidak pernah menganggapmu seperti yang kamu pikirkan selama ini. Aku tidak pernah mengukur seseorang dari kastanya apalagi derajatnya seperti Yang kamu bahas sebelumnya.


Semua manusia itu sama yang berbeda adalah sifat dan karakternya tidak ada derajat-derajat di kamusku yang aku sesali adalah mengapa aku dulu tidak segera mengungkapkan isi hatiku padamu. Baiklah selamat bekerja hati-hati di jalan. Oh ya ini nomor ponselku mungkin suatu saat kamu membutuhkanku kamu bisa menghubungiku aku tidak keberatan, baik Ujang selamat bekerja."


...BLAM...


To be continued