
10 menit kemudian..
Tak lama setelah itu, Kimberly pun berdiri dari meja makan yang khusus untuk pasangan kencan itu dan menyudahi makan malamnya dengan Marvello hingga tidak sengaja menabrak saja Demian yang sedang asyik berkirim pesan dengan Jeremy lalu menjatuhkan saja ponselnya hingga tak sengaja terambil oleh Kimberly.
...BRAKK...
"Haeiii hati-hati dong kalo jalan?! elo nggak punya mata? Bocil cantik?" Bentak Demian pada gadis cantik yang menabraknya dari belakang hingga ponselnya terlepas dari genggamannya dan terjatuh beruntung Kimberly sangat cepat dan sigap menyambar saja ponsel itu di dalam genggamannya.
Dengan sangat terpaksa Kimberly pun akhirnya harus membaca pesan demi pesan yang Jeremy dan Demian kirimkan di dalam ponselnya yang membuat Kimberly seakan tersadar dan tercubit dalam relung hatinya, bahwa selama ini keputusannya untuk menghilang dari kehidupan Jeremy dan menghapus jejaknya untuk selama-lamanya dan memutuskan hubungan secara sepihak dengan Jeremy adalah salah besar.
Terungkaplah sudah alasan demi alasan dan bukti bahwa selama ini Jeremy tidak pernah selingkuh darinya keterangan yang disampaikan oleh Jeremy dalam pesannya yang begitu panjang dan lebar kepada Demian mengungkap fakta dibalik kesalahpahaman yang terjadi di hampir 8 bulan bungkamnya Kimberly dengan tidak pernah mau menyalahkan lagi ponselnya karena kesalahan fatal yang di lakukan Jeremy padanya sudah cukup sebagai modal untuk membenci dan menghapus memori tentang Jeremy untuk selama-lamanya.
"Babe Ily, ada apa kok diam? ayo aku antar pulang."
Ajak Marvello kepada Kimberly yang sudah mendapatkan izin untuk memanggilnya dengan sebutan lain selain nama Kimberly karena Kimberly merasa bahwa Marvello berhak untuk menaikkan level kedekatannya selangkah lebih maju dari sebelumnya Karena perjuangan Marvello yang begitu gigih yang akhirnya membuat Kimberly kasihan padanya dan memberi marvelo kesempatan untuk berusaha lebih dekat lagi padanya.
"Kamu pulanglah lebih dahulu aku masih ada urusan penting yang harus aku selesaikan di sini."
"Apa kamu mengenalnya dia kan Demian pemilik Cafe ini, aku tanya sekali lagi apa kamu mengenalnya babe?"
"Itu bukan urusan kamu pergilah atau aku akan melupakan bahwa kita pernah mengenal satu sama lain sebelumnya mengerti kamu!"
"Oke oke baiklah jangan marah dong Oke aku akan meninggalkanmu di sini apa perlu nanti aku jemput kalau urusanmu sudah selesai nanti?"
"Tidak tidak ada mang Ujang yang bisa sewaktu-waktu aku panggil kemari."
Saking bingungnya Kimberly pun sampai tidak membalas sapaan dari Demian yang menyebutnya sebagai baju cantik panggilan Jeremy pada kekasih cantiknya selama ini yang tidak pernah didengar oleh Kimberly sama sekali. Jeremy selalu mengungkapkan dan menceritakan isi hatinya kepada sahabat karibnya itu mengenai kisah cintanya bersama Kimberly yang sudah dirubahnya dengan sebutan Bocil cantik.
"Kak dem Apakah benar isi pesan dari Jeremy yang menceritakan bahwa dia tidak pernah memiliki kekasih lain selain aku dan ternyata dia tidak selingkuh selama ini?"
DEG
*****
...POV Kimberly...
Ya tuhaan apa yang sudah kulakukan. ternyata aku juga salah paham selama ini. Perbedaan jarak dan waktu tidak menyulutkan semangatnya untuk jujur selalu memberi kabar setiap detik tiap waktu kesehariannya di sana malah aku abaikan karena kecemburuan yang membutakan mata dan hatiku. Kecemburuanku yang sudah membuatku memperlakukannya dengan semena-mena membuang nomor ponsel lamaku dan aku ganti dengan nomor ponsel baru agar aku bisa melupakannya.
Aku pun sampai bedebat dengan kak Alona bawa aku sudah melihat adiknya selingkuh dengan mata kepalaku sendiri. Kak Alona pun dengan sekuat tenaga menyangkalnya dan tidak percaya dengan apa yang aku katakan bahwa adiknya selamanya tidak akan pernah menghianati cintaku. aku yang tidak mau menerima pendapat dari siapapun memutuskan untuk memutus hubungan ku dengan Jeremy dan juga semua orang yang berhubungan dengannya karena kemarahanku dan kecemburuanku yang berhasil menguasai akal sehatku.
Dosaku sangat besar terhadapnya aku merasa bersalah Ya Tuhan mungkin dia tidak akan pernah mau melupakanku dan memaafkanku Lalu apakah yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku itu apakah Jeremy akan mau memaafkanku begitu saja setelah apa yang aku lakukan padanya? bahkan Nora pun juga mengingatkanku kalau Jeremy bukanlah tipe pria seperti itu Jeremy yang tidak mudah jatuh cinta tidak akan mudah untuk menghianati perasaanku mengapa aku terlalu gegabah waktu itu ya Tuhan.
Pasti sekarang ini dia sangat membenciku setelah tahu bahwa aku tadi malah berkencan dengan lelaki lain. sekilas saat aku lihat percakapan antara Demian dan Jeremy tadi terlihat sekali kalau Jeremy marah tetapi sekuat tenaga ditahannya dan tidak ditunjukkannya kepada sahabatnya itu dia malah mendoakanku agar aku bisa bahagia dengan yang lain. Ya Tuhan begitu besar dosaku kepada Jeremy hingga mengesampingkan firasatku saat aku mulai ragu dengan perbuatanku yang tiba-tiba meninggalkannya saat itu.
Aku malah lebih mementingkan egoku dan gengsiku untuk tidak lagi-lagi menoleh ke belakang. aku sudah terlanjur berkoar-koar kepada teman-temanku kalau Jeremy adalah b******* yang sengaja pergi dari sisiku dan kuliah di luar negeri karena ingin bersenang-senang dengan gadis-gadis se ksi di sana. apalagi pergaulan bebas di sana yang mengizinkan pria dan wanita di atas 17 tahun tinggal bersama apakah itu yang Jeremy mau.
Walau aku tahu alasannya berkuliah di luar negeri Karena tuntutan keluarga Kak Ronald dan Kak Alona yang memang ingin sekali melihat adiknya sukses dengan predikat sebagai lulusan Universitas Columbia yang sangat bergengsi itu. tetapi aku malah menyebarkan berita yang tidak-tidak bahwa Jeremy memang sengaja untuk meninggalkanku dan ingin berpisah denganku agar bisa bersenang-senang dengan wanita lain di sana.
Oh mengapa pikiranku begitu picik dan sempit Aku sungguh seperti anak kecil ternyata akulah yang tidak dewasa selama ini apa yang harus kulakukan Apakah aku harus ke New York lagi untuk meminta maaf kepadanya ah aku bingung Apakah aku harus menemui ke Alona dan meminta maaf atas tuduhanku yang tidak pernah berdasar dan ternyata tuduhanku itu tidak pernah terbukti kebenarannya. Aku sangat malu haruskah aku meneleponnya sekarang juga dengan meminta nomor ponselnya kepada Kak Demian? aku bingung dan bimbang Ingin sekali aku meraihnya lagi tetapi rasanya dia tidak akan pernah mau memaafkanku kembali seperti sedia kala.
To be continued..
...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...