
...💒Dreamy International High School...
Keduanya pun akhirnya datang bersama-sama dan tidak segan-segan memperlihatkan kemesraannya di depan siswa-siswa yang lain.
"Hei Tiara lihat itu siapa yang datang?"
DEG
"Bren gsek siapa dia siapa cewek itu berani-beraninya merebut Jeremy dariku Siapa dia?" sarkas Tiara kesal karena pengejarannya selama ini terhadap Jeremy yang tidak pernah membuahkan hasil ditikung saja dengan mudahnya oleh Kimberly yang notabene anak bau kencur anak kemarin sore adik kelasnya kelas 10 yang rupanya mempunyai nyali yang besar untuk mencari gara-gara dengannya.
"Hahaha mulailah beraksi Tiara tunjukkan kalau Tiara lah yang berhak memiliki Jeremy di sini dan bukan gadis lain." sarkas Donita memprovokasi keadaan.
"Ya seharusnya begitu Tiara jangan sampai kamu kalah dengan gadis bau kencur seperti itu ayo lebih baik kita ikuti mumpung Jeremy sudah meninggalkannya.
Jeremy yang menggenggam erat tangan Kimberly di depan siswa-siswa lain kemudian mereka berpisah Di koridor kelas 10 dan juga Kimberly yang akhirnya memasuki lorong kelas 10 untuk masuk ke dalam kelasnya di kelas 10 a.
"A hh jadi Gadis itu adalah siswa kelas 10 kampret bener mencari gara-gara dengan lo tiara tunjukkan kekuasaanmu sekarang!" Prisil pun menimpali.
"Hahaha kasihan sekali lo Nek, udah cantik-cantik begini malah ditolak sama pangeran paling tampan di sekolah ini dan juga pangeran nomor 2 tertampan si bad boy penguasa sekolah pun akhirnya jatuh ke pelukan gadis biasa-biasa saja kelas 11 yang ngejar-ngejar juga ditolaknya eh ternyata sekarang juga jatuh ke tangan gadis lain. akhirnya lo juga nggak dapat bias lo juga nggak dapat lelaki yang tergila-gila sama lo. Masa sih lo rela nggak dapat dua-duanya."
lagi-lagi Donita memprovokasinya habis-habisan.
"Berisik loh udah diam lu pada gue mau konsentrasi, gue mau labrak tuh cewek gila berani-beraninya ngerebut cowok gue bias gue dari kelas 10 sampai dengan kelas 12 dan masih aja belum gue dapetin."
"Nah gitu dong baru namanya Tiara!" "Prok prok prok."
*****
Kelas 10 A
"Heh sini loh!" Donita pun memanggil salah satu teman Kimberly yang ada di dalam kelas itu dan dia langsung menunjuk ke arah Kimberly dan menanyakan namanya kepada siswa itu.
"Siapa nama cewek itu kegatelan banget sih?!"
"Oh yang cantik itu Kak?"
"Cantik-cantik masih cantik kan juga gue! gitu kok cantik siapa namanya?!"
"Namanya Kimberly Kak Kimberly Tejakusuma."
"Oh jadi dia anak pemilik Tejasarana Group pinter banget Jeremy milih ya Nek?!" tebakan Prisil yang ternyata adalah benar adanya
"Ya bener banget Kak pemilik Teja sarana group itu adalah Om Kevin Tejakusuma sahabat dari Dedi aku juga." ucap teman Kimberly tadi yang masih tetap berdiri di depan ketiga gadis cantik itu dan siap menjawab segala pertanyaan dari ketiga kakak kelasnya itu.
"Ya sudah pergilah sana ngalangin jalan aja!" usir Tiara agar siswa tadi menghilang dari pandangannya.
Kemudian ketiga gadis cantik tadi pun akhirnya masuk ke dalam kelas Kimberly dan mendatangi Kimberly yang sedang curcol dengan Nora.
"Lo tau nggak Jum, gue udah sekamar Ama doi gue nekat nyamperin apartemennya, saat tau bahwa nyokapnya sakit dan harus berobat ke Jerman, gue happy banget akhirnya gue bisa bersatu juga dengan doi!"
"Eh awas Lo hamil?!"
"Heh cewek jala ng genit sialan kecil-kecil udah genit udah jadi ja lang lo hah?! apa maksud lo dengan tinggal sekamar hah Jeremy cuma milik gue seorang bukan lo bukan lo dan bukan cewek semua di sini ngerti nggak kalian!"Tiara pun semakin naik pitam karena mendengarkan curhatan Kimberly yang mengatakan bahwa Kimberly sudah menghabiskan malam bersama tadi malam di apartemen Jeremy.
"Hahahaha gue ja lang? yah gue emang ja lang buat cowok gue seorang, mau apa Lo keberatan!"
"Heh breng sek Lo *** ***!" Tiara pun mulai menjambak rambut panjang indah milik Kimberly lalu Kimberly pun dengan sigap menjambak balik rambut Tiara yang lebih tinggi darinya hingga Tiara terjengkal dan kesakitan.
Kimberly si kecil kecil cabe rawit itupun kini sudah membuat musuhnya itu kesakitan tak karuan sedangkan kedua temannya yang lain yakni Donita dan Prisil yang melerai keduanya pun akhirnya menyeret saja Tiara pergi dari kelas 10 A dengan terhuyung huyung karena guru akan segera masuk di tepat pukul 8.00 pagi itu.
akhirnya siswa di kelas itu pun bersorak-sorai karena Kimberly berhasil meruntuhkan lawannya dengan mudah
...prok.. prok.. prok.. prok ...
"Ahahahha keren banget nih semok kecil kecil kuat juga Lo!"
"Kimberly hebat! keren banget elo pantes diberi jempol 10 dari kita."
Teman teman Kimberly pun Bersorak Sorai Karena Kimberly bisa mengatasi lawannya yang adalah siswi tercantik di sekolah itu yang kini akhirnya harus kalah oleh jambakan kuat dari Kimberly. Bisa dipastikan akar rambutnya sebagian tercabut oleh tarikan keras tangan kemungil Kimberly.
"AA hh perihh jumm perih banget ini lihat kulit kepala gue sepertinya mengelupas, isshh pedih banget."
"Aduhh iya mok elo, kayaknya harus ke UKS deh," ucap Nora yang khawatir dengan darah yang mengucur di sekitar kulit kepala Kimberly bagian atas yang kalau dibiarkan akan semakin parah.
Sementara itu..
Kelas 12 C
Jeremy yang sudah duduk dengan tenang sambil mendengarkan lagu di headset merk JBL miliknya yang tidak menyadari sama sekali teriakan histeris dari Tiara yang kesakitan dengan darah yang menetes dari jambakan kuat Kimberly tadi yang membuatnya ingin sekali mencari perhatian Jeremy karen rasa sakitnya tidak untuk si obati dengan Betadine melainkan cukup dengan kasih sayang yang di berikan oleh Jeremy seorang.
"Heh mantan perjaka noh di panggil Tiara merintih kesakitan gara-gara di Jambak cewek Lo?" ucap Demian pada Jeremy sambil menepukkan tangannya ke bahu Jeremy yang sedang asyik mendengarkan musik dan bersenang-senang.
"Hah?! apaan? ada apa ini?"
"Sayang Jer kulit kepala aku terluka hiks, sakit perih banget."
"Siapa yang berbuat kaya gini?"
"Tuh Kimberly anak kelas 10 yang tiba-tiba menyerang Tiara tanpa alasan yang jelas, kayaknya karena kalah cantik?" ucap Donita yang lagi lagi memprovokasi keadaan.
"Apa?! terus Kimberly di mana sekarang gue akan beri pelajaran padanya, bisa-bisanya dia ngelukain elo kaya gini?! sarkas Jeremy yang panik karena percaya dengan kata-kata kroni-kroni dari Tiara.
"Sayang! jadi kamu khawatir denganku?!" tanya Tiara yang tidak percaya kalo Jeremy bakalan bereaksi sepanik itu karena melihatnya terluka.
...Yang bener tuh si kampret kok malah percaya ama omongan uler sawah....
Gerutu Demian dalam hatinya.
To be continued ..